[ UIC 1 ] Belajar Tajwid 8 : Prinsip Tajwid

 

Belajar Tajwid 8 – Prinsip Tajwid
 
Seseorang yang ingin mempelajari suatu ilmu pengetahuan perlu mengetahui prinsip-prinsipnya agar dia dapat memperoleh wawasan megenai ilmu yang dicarinya. Ada beberapa prinsip dalam ilmu tajwid yang harus dipahami: 

 1. Definisinya secara bahasa: Perbaikan Definisi yang diterapkan: Mengucapkan setiap huruf dari titik artikulasinya dan memberikan huruf tersebut hak-hak serta kesesuaian karakteristiknya.

Hak-hak huruf adalah sifat-sifat penting huruf yang melekat pada huruf tersebut selamanya. Kesesuaian huruf adalah ciri-ciri yang muncul pada huruf tersebut pada waktu-waktu tertentu, dan tidak muncul pada waktu lain, seperti; idgham.

2. Pembentukannya: Dari firman- firman allah subhanahu wa ta’ala dalam Al-Qur’an yang mulia dan beberapa orang mengatakan dari Hadits Sahih juga.

3. Manfaatnya: Ilmu tajwid menjaga lidah dari kesalahan-kesalahan dalam mengucapkan lafal- lafal Al-Qur’an yang mulia.

4. Keutamaannya: Ilmu tajwid adalah salah satu ilmu yang paling mulia dan juga merupakan salah satu ilmu terbaik yang ada karena ilmu tajwid berkaitan dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala.

5. Kedudukannya: di dalam ilmu pengetahuan: Pengetahua n-pengetahuan yang termaktub dalam Al-Qur’an yang mulia adalah salah satu dari hukum Islam.

6. Pendirinya: Dari sudut pandang penerapannya, yang menciptakan aturan tajwid adalah Rasulullah salallahu alaihi wassalam karena Al Qur’an diturunkan kepada beliau dari Allah subhanahu wa ta’ala, yang Maha Tinggi, dengan tajwid, dan Rasulullah salallahu alaihi wassalam diberikan perintah atasnya melalui yang Terpercaya, Jibril alaihissalam.

Rasul shalallahu alaihi wassalam mengajarkan kepada para sahabatnya, yang kemudian mengajarkannya kepada pengikut-pengikutnya, dan seterusnya sampai datang kepada kita melalui mata rantai (tulisan) ini. Yang menetapkan aturan tajwid dari sudut pandang ilmiah adalah ulama ilmu Alquran, seperti Abu ‘Ubaid Al-Qasim bin Sallaam.

7. Ajarannya: Pengetahuan tentang tajwid adalah (Fardhu Kifayah), artinya, sebagian kaum Muslimin harus mengetahuinya, dan penerapan ilmu tajwid yang benar (bagi tiap orang) adalah (fardh ‘ain), yang berarti diwajibkan kepada umat Islam (laki-laki dan perempuan) yang telah menghafal Al-Qur’an; baik seluruhnya maupun sebagian, bahkan walau hanya satu surat.

8. Alasan-alasan penetapan aturan tajwid: Menjaga Alquran dan melestarikannya dari penyimpangan. Orang-orang Arab bercampur dengan non-Arab setelah penyebaran Islam, dan umat Islam khawatir bahwa kemurnian pengucapan lidah Arab akan ternoda karena pencampuran tersebut.

Maka, menjadi keharusan untuk menetapkan aturan yang akan memelihara pembacaan Quran dari kesalahan, dan menjamin kesatuan pengucapan (di seluruh dunia) bagi para pembacanya.

9. Prinsip-prinsip: Pengetahuan tentang tajwid bertumpu pada empat hal:

 1. Pengetahuan tentang titik-titik artikulasi huruf-hurufnya
2. Pengetahuan tentang karakteristik huruf-hurufnya
3. Pengetahuan tentang perubahan cara membaca huruf-huruf karena hukum tajwid
4. Melatih lidah dan banyak mengulang.

 

Wallahu’alam bishawab

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *