[ UIC 1 ] Belajar Tajwid 7 : Pengucapan Kalimat Ta’awudz dan “Basmalah”

 
 
Arti  dari  adalah  “memohon      keselamatan,    atau perlindungan”.     Saat seseorang  mengatakan   berarti dia sedang memohon keselamatan dan perlindungan kepada Allah dari Syaitan sebelum membaca Al-Qur’an. Allah berfirman dalam Al-Qur’an.
 
 
(Dan ketika kamu membaca Al-Qur’an, berlindunglah kepada Allah dari Syaitan yang terkutuk) An-Nahl 98.
1.        Jika Al-Qur’an hendak dibaca dengan suara pelan atau ketika sendiri, maka qari pun harus mengucapkan kalimat ta’awudz dengan suara pelan.
 
2.        Jika seseorang hendak shalat, kalimat  ta’awudz juga harus diucapkan dengan suara pelan.
 
3.        Jika hendak membaca Al-Qur’an dengan lantang, agar orang-orang yang hadir dapat mendengar nya, hendaklah dia juga mengucapkan kalimat ta’awudz dengan lantang.
 
4.        Jika pembacaan Al-Qur’an dilakukan bergiliran (seperti di dalam kelas), qari pertama mengucapka n kalimat ta’awudz dengan lantang dan qari lainnya mengucapkan dengan pelan.
 
5.        Jika pembacaannya terhenti oleh batuk, bersin, atau pembicaraan tentang yang dibaca ataupun makna dari ayat-ayatnya, maka kalimat ta’awudz tidak perlu diucap-ulang.
 
 6.        Jika pembacaannya terhenti oleh pekerjaan, percakapan biasa, atau makan, maka pengucapan kalimat ta’awudz harus diulang sebelum mulai membaca Qur’an lagi.
 
 

Wallahu’alam bishawab

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *