[ UIC 9.1 ] Sekelumit Tentang Ilmu Tafsir 09

PENUTUP

Demikianlah sekelumit tentang seluk-beluk menafsirkan Al-Qur’an, sebenarnya masih banyak lagi kaidah-kaidah tafsir lainnya yang tersebar dalam buku-buku para ulama tafsir.

Kesimpulannya sebagai berikut:

Rujukan pertama dalam menafsirkah Al-Qur’an adalah nash Al-Qur’an itu sendiri, kemudian hadits Nabi صلي الله عليه وسلم, kemudian tafsir sahabat رضي الله عنهم, kemudian tafsir Tabi’in رحمهم الله.

Jika para tabi’in berbeda pendapat dalam menafsirkan Al-Qur’an maka dilihat siapakah yang lebih dekat kepada al-haq dengan indikasi-indikasi yang ada. Jika mereka bersepakat, maka kesepakatan mereka adalah hujjah.

Riwayat israiliyat ada tiga jenis:

Yang diketahui kebenarannya berdasarkan kecocokannya dengan yang disebutkan dalam Islam, hukumnya diterima.

Yang diketahui kedustaannya karena bertentangan dengan yang disebutkan Islam, hukumnya ditolak.

Yang belum dapat dipastikan kebenaran atau kebohongannya. Maka sikap kita adalah tidak membenarkan juga tidak menolak.

Haram hukumnya menafsir Al-Qur’an dengan logika semata.

  والله أعلمُ بالـصـواب

Download Sumber

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *