[ UIC 9.1 ] Sekelumit Tentang Ilmu Tafsir 03

LARANGAN MEMBACA AL-QUR’AN DENGAN TERGESA-GESA SEHINGGA LALAI DARI MEMAHAMINYA

Bahkan Allah telah melarang Rasul-Nya membaca Al-Qur’an dengan tergesa-gesa sehingga lalai dari mentadabburinya. Allah Ta’ala berfirman:

لَا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ. إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ. فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ. ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُ

“Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al-Qur’an karena hendak cepat-cepat (menguasainya) sesungguhnya atas tangungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan membuatmu pandai membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya.” (QS. Al-Qiyamah [75]: 16-19)

Dalam ayat lain Allah عزّوجلّ berfirman:

وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْآنِ مِن قَبْلِ أَن يُقْضَى إِلَيْكَ وَحْيُهُ وَقُل رَّبِّ زِدْنِي عِلْماً

“Dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al-Qur’an sebelum, disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: “Ya Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan”‘. (QS. Thaaha [20]: 114)

Maksudnya Rasulullah صلي الله عليه وسلم dilarang oleh Allah عزّوجلّ menirukan bacaan malaikat Jibril عليه السلام kalimat demi kalimat. Hendaklah bacaan tersebut diselesaikan malaikat Jibril عليه السلام, baru beliau mengikutinya supaya dapat beliau hafal dengan betul dan memahaminya dengan baik.

  والله أعلمُ بالـصـواب

Download Sumber

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *