[ UIC 14 ] – Tazkiyatun Nufus 315

Bab 315 – Memperkeraskan Keharamannya Sumpah Dusta Dengan Sengaja

1709. Dari Ibnu Mas’ud r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda: “Barangsiapa yang bersumpah atas harta seseorang Muslim yang bukan haknya -yakni dengan maksud akan diambilnya dengan menggunakan sumpah dusta, maka orang itu akan menemui Allah -di waktu matinya atau pada hari kiamat nanti, sedang Allah amat murka sekali kepadanya.” Ibnu Mas’ud berkata: “Rasulullah s.a.w. lalu membacakan kepada kita, untuk menunjukkan kebenaran sabdanya itu, yakni dari Kitabullah ‘Azzawajalla – yang artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang membeli – yakni menukar – janji Allah dan sumpah mereka sendiri dengan harga murah,” sampai ke akhir ayat. (Muttafaq ‘alaih) Lanjutan ayat di atas ialah: Mereka yang berhal demikian tidak akan memperoleh bagian di akhirat. Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka, tidak memperhatikan mereka pada hari kiamat dan tidak pula menyucikan mereka dan mereka akan mendapatkan siksa yang pedih.

1710. Dari Abu Umamah yaitu lyas bin Tsa’labah al-Haritsi r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa yang mengambil hak seseorang Muslim dengan menggunakan sumpahnya – yakni dengan sumpah dusta atau palsu, maka Allah mewajibkan untuknya neraka dan mengharamkan syurga padanya.” Kemudian ada seorang lelaki berkata: “Bagaimanakah kalau yang diambilnya itu hanya sesuatu benda yang remeh saja, ya Rasulullah.” Beliau s.a.w. menjawab: “Sekalipun yang diambilnya itu hanyalah setangkai kayu arak – untuk bersiwak.” (Riwayat Muslim)

1711. Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiallahu ‘anhuma dari Nabi s.a.w., sabdanya: “Dosa-dosa besar itu ialah menyekutukan sesuatu dengan Allah melawan – yakni berani – kepada kedua orang tua, membunuh jiwa dan sumpah dusta – yakni palsu.” (Riwayat Bukhari) Dalam riwayat Imam Bukhari yang lain disebutkan: Ada seorang A’rab – penghuni pedalaman negeri Arab – datang kepada Nabi s.a.w., lalu berkata: “Ya Rasulullah, apa sajakah dosa- dosa besar itu? Beliau s.a.w. menjawab: “Yaitu menyekutukan sesuatu dengan Allah.” Orang itu berkata lagi: “Kemudian apakah?” Beliau s.a.w. menjawab: “Yaitu sumpah dusta – yakni palsu.” Saya – Abdullah bin’Amr – berkata: “Apakah sumpah dusta itu?” Beliau s.a.w. menjawab: “Yaitu orang yang mengambil hartanya seseorang Muslim,” yakni dengan menggunakan sumpah, sedangkan orang itu berdusta dalam sumpahnya itu.

 

والله أعلمُ بالـصـواب

Download Sumber

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *