[ UIC 14 ] – Tazkiyatun Nufus 314

Bab 314 – Larangan Bersumpah Dengan Menggunakan Makhluk Seperti Nabi, Ka’bah, Malaikat, Langit, Nenek-moyang, Kehidupan, Ruh, Kepala, Kehidupan Sultan, Kenikmatan Sultan, Tanah Si Fulan, Amanat Dan Sumpah-sumpah Semacam Inilah Yang Terkeras Larangannya

1704. Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma bahawasanya Nabi s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta’ala itu melarang engkau semua kalau bersumpah dengan menggunakan nenek moyangmu semua. Maka barangsiapa yang bersumpah, hendaklah ia bersumpah dengan Allah saja atau lebih baik diamlah.” (Muttafaq ‘alaih) Dalam sebuah riwayat dalam shahih Muslim disebutkan: Nabi s.a.w. bersabda: “Maka barangsiapa yang bersumpah, maka janganlah bersumpah melainkan dengan Allah atau hendaklah ia berdiam saja.”

1705. Dari Abdur Rahman bin Samurah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Janganlah engkau semua bersumpah dengan menggunakan berhala-hala dan jangan pula dengan nenek-moyangmu semua.” (Riwayat Muslim) Aththawaghi jama’nya thaghiah iaitu berhala-hala, dari kata ini terdapat sebuah Hadis yang ertinya: “Ini adalah berhala Daus,” iaitu berhala kepunyaan kabilah Daus serta itulah yang disembah oleh mereka. Dalam riwayat selain Muslim disebutkan: bith thawaghit, ini adalah jamaknya thaghut dan ertinya ialah syaitan dan dapat pula diertikan berhala.

1706. Dari Buraidah r.a. bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa yang bersumpah dengan menggunakan kata amanat, maka ia bukanlah termasuk golongan kita – kaum Muslimin. Hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad shahih.

1707. Dari Buraidah r.a. pula, katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa yang bersumpah lalu mengatakan: “Sesungguhnya saya telah melepaskan diri dari Islam,” maka jikalau ia berdusta maka dosanya adalah sebagaimana yang diucapkan sendiri itu, tetapi jikalau ia benar-benar seperti ucapannya tadi, maka tidak akan ia kembali ke agama Islam dengan selamat.” (Riwayat Abu Dawud)

1708. Dari ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma bahawasanya ia mendengar seorang lelaki berkata: “Tidak, demi Ka’bah. “Lalu Ibnu Umar berkata: “Janganlah engkau bersumpah dengan selain Allah, sebab sesungguhnya saya telah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa yang bersumpah dengan selain Allah, maka ia dapat menjadi kafir atau musyrik.”

Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahawa ini adalah Hadis hasan. Selanjutnya Imam Termidzi berkata: “Sebahagian para alim ulama menafsirkan sabdanya: kafara au asyraka – yakni dapat menjadi kafir atau musyrik – itu sebagai kata memperkeraskan larangan, sebagaimana juga diriwayatkan bahawasanya Nabi s.a.w. bersabda: Arria-u syirkun – ertinya pamer itu adalah kemusyrikan.”

 

والله أعلمُ بالـصـواب

Download Sumber

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *