[ UIC 14 ] – Tazkiyatun Nufus 269

Bab 269 – Larangan Saling Benci-membenci, Putus-memutuskan — Ikatan Persahabatan Dan Saling Belakang-membelakangi — Tidak Sapa-menyapa —

Allah Ta’ala berfirman:

“Hanyasanya orang-orang mu’min itu adalah sebagai beberapa orang saudara.” (al-Hujurat: 10)

Allah Ta’ala juga berfirman:

“Kaum mu’minin itu merendahkan diri kepada sesama kaum mu’minin serta bersikap mulia – tegas – terhadap kaum kafirin.” (al-Maidah: 54)

Allah Ta’ala berfirman lagi:

“Muhammad adalah Rasulullah dan orang-orang yang beserta-nya adalah orang-orang yang bersikap keras terhadap kaum kafirin serta saling sayang-menyayangi antara sesama mereka – kaum Muslimin.” (al-Fath: 39)

1564. Dari Anas r.a., bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda: “Janganlah engkau semua saling benci-membenci, saling dengki-mendengki, saling belakang-membelakangi dan saling putus-memutuskan – ikatan persahabatan atau kekeluargaan – dan jadilah engkau semua hai namba-hamba Allah sebagai saudara-saudara. Tidaklah halal bagi seseorang Muslim kalau ia meninggalkan – yakni tidak menyapa – saudaranya lebih dari tiga hari.” (Muttafaq ‘alaih)

1565. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Pintu-pintu syurga itu dibuka pada Senin dan Kemis, lalu diampunlah bagi setiap hamba yang tidak menyekutukan sesuatu dengan Allah, melainkan seseorang yang antara dirinya dengan saudara itu ada rasa kebencian -dalam hati, lalu dikatakanlah- yakni Allah berfirman kepada malaikatnya: “Nantikanlah dulu kedua orang ini, sehingga keduanya berdamai kembali. Nantikanlah kedua orang ini, sehingga keduanya berdamai kembali.” (Riwayat Muslim)

Dalam riwayat Imam Muslim juga disebutkan: “Ditunjukkanlah semua amalan – manusia kepada Tuhan – pada setiap hari Kemis dan Senin,” lalu disebutkanlah bunyi Hadis yang lanjutannya sama dengan di atas.

 

والله أعلمُ بالـصـواب

Download Sumber

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *