[ UIC 14 ] – Tazkiyatun Nufus 263

Bab 263 – Huraian Kesangatan Haramnya Menyaksikan Kepalsuan

Allah Ta’ala berfirman:

“Dan jauhilah perkataan palsu.” (al-Haj:30) Allah Ta’ala juga berfirman:

“Janganlah engkau turut sesuatu yang engkau tidak mempunyai pengertian dalam hal itu.” (al-lsra’: 36)

Allah Ta’ala berfirman lagi:

“Tidaklah seseorang itu mengucapkan sesuatu ucapan, melainkan di sisinya ada malaikat Raqib – pencatat kebaikan – dan malaikat ‘Atid – pencatat keburukan.” (Qaf: 18)

Allah Ta’ala berfirman pula:

“Sesungguhnya Tuhanmu itu tetap mengadakan pengintipan.”(Al-Fajr: 14)

“Dan mereka itu adalah orang-orang yang tidak suka menjadi saksi palsu.” (al-Furqan:72)

Allah Ta’ala berfirman pula:

1547, Dari Abu Bakrah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Tidakkah engkau semua suka kalau saya memberitahukan kepadamu semua tentang sebesar-besarnya dosa besar.” Kita -yakni para sahabat – berkata: “Baiklah, ya Rasulullah.” Beliau s.a.w. lalu bersabda: “Yaitu menyekutukan kepada Allah, berani melawan kedua orang tua,” semula beliau s.a.w. bersandar lalu duduk, kemudian bersabda: “Ingatlah, juga perkataan palsu dan menjadi saksi palsu.” Tidak henti-hentinya beliau s.a.w. itu mengulang-ulangi sabdanya yang terakhir ini, sehingga kita mengucapkan: “Alangkah baiknya kalau beliau diam.” (Muttafaq ‘alaih)

 

والله أعلمُ بالـصـواب

Download Sumber

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *