[ UIC 14 ] – Tazkiyatun Nufus 249

Bab 249 – Apa-apa Yang Diucapkan Ketika Akan Tidur

Allah Ta’ala berfirman

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit-langit dan bumi serta dalam perbedaan waktu malam dan siang adalah merupakan tanda-tanda – kekuasaan Allah – bagi orang-orang yang mempunyai pemikiran – yakni yang suka menggunakan akal fikirannya. Mereka itu sama berzikir kepada Allah sambil berdiri dan duduk dan ketika berbaring pada lambung-lambungnya – yakni ketika hendak tidur,” sampai akhirnya beberapa ayat. (ali-lmran: 190)

1455. Dari Hudzaifah dan Abu Zar radhiallahu’anhuma bahwasanya Rasulullah s.a.w. itu apabila menempati tempat tidurnya -yakni akan tidur, beliau s.a.w. mengucapkan: Bismikallahumma ahya wa amutu – Dengan menyebut namaMu, ya Allah, saya hidup dan mati.” (Riwayat Bukhari)

1456. Dari Ali r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda kepadanya dan juga kepada Fathimah – isterinya Ali r.a.:

“Jikalau engkau berdua menempati tempat tidurmu – yakni akan tidur,” atau: “jikalau engkau berdua mengambil tempat pembaringanmu – yakni hendak tidur, maka bacalah takbir sebanyak tigapuluh tiga kali, tasbih sebanyak tigapuluh tiga kali dan tahmid Juga sebanyak tigapuluh tiga kali.”

Dalam riwayat lain disebutkan: “Tasbih itu sebanyak tigapuluh empat kali.”

Dalam riwayat lain lagi disebutkan: “Takbir itu sebanyak tiga-puluh empat kali.” (Muttafaq ‘alaih)

1457. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Jikalau seseorang di antara engkau semua menempati tempat tidurnya – yakni akan tidur, maka hendaklah mengibas-ngibaskan tempat tidurnya dengan sarungnya yang bagian dalam, sebab sesungguhnya ia tidak mengetahui apa yang ia tinggalkan di situ, kemudian supaya mengucapkan-yang artinya: Dengan namaMu ya Tuhanku saya meletakkan lambungku dan dengan namaMu pula saya mengangkatnya. Jikalau Engkau mengambil jiwaku, maka kasihanilah ia dan jikalau Engkau biarkan ia – yakni tetap hidup, maka jagalah ia sebagaimana yang Engkau berikan penjagaan itu kepada para hambaMu yang shalih-shalih.” (Muttafaq ‘alaih)

1458. Dari Aisyah radhiallahu ‘anha bahwasanya Rasulullah s.a.w. apabila mengambil tempat pembaringannya – yakni akan tidur, beliau meniup dalam kedua tangannya dan membaca surat-surat Mu’awwidzah – yaitu surat-surat al-ikhlas,al-Falaq dan an-Nas-kemudian dengan kedua tangan itu beliau mengusapkan ke tubuhnya. (Muttafaq ‘alaih)

Dalam riwayat Imam-imam Bukhari dan Muslim disebutkan demikian:

Bahwasanya Nabi s.a.w. apabila menempati tempat tidurnya -yakni akan tidur – pada setiap malamnya, beliau mengumpulkan kedua tapak tangannya lalu di dalamnya itu membaca: Qul hu-wallahuahad, Qul a’udzubirabbilfalaq dan Qul a’udzu birabbinn nas, kemudian dengan kedua tangannya itu beliau mengusap tubuhnya sekuasa yang dicapai olehnya, dimulai dulu atas kepala-nya, lalu wajahnya, kemudian yang berhadapan dari tubuhnya – yakni tubuhnya yang bagian muka terus yang bagian belakang. Beliau s.a.w. mengerjakan sedemikian itu sampai tiga kali. (Muttafaq ‘alaih)

Para ahli lughah berkata: Annaftsu talah tiupan secara perlahan-lahan tanpa mengeluarkan ludah.

1459. Dari al-Bara’ bin ‘Azib radhiallahu ‘anhuma, katanya: ‘Rasulullah s.a.w. bersabda kepada saya:

“Jikalau engkau mendatangi tempat pembaringanmu – yakni akan tidur, maka berwudhu’lah dahulu sebagaimana wudhu’mu untuk bersembahyang, kemudian berbaringlah pada belahan tubuhmu sebelah kanan dan ucapkanlah – yang artinya:

Ya Allah, saya menyerahkan jiwaku kepadaMu, saya aturkan urusanku kepadaMu, saya tempatkan punggungku kepadaMu. Demikian itu adalah karena cinta dan takut kepadaMu. Tiada tempat bersandar dan tiada tempat berlindung daripadaMu selain kepadaMu. Saya beriman kepada kitab yang Engkau turunkan dan kepada Nabi yang Engkau Rasulkan.

Jikalau engkau mati, maka matimu adalah menetapi kefithrahan – yakni tetap dalam Agama Islam, maka itu jadikanlah ucapan-ucapan itu sebagai kata-kata terakhir yang engkau bunyikan -sebelum tidur.” (Muttafaq ‘alaih)

1460. Dari Anas r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. apabila menempati tempat tidurnya – yakni akan tidur, beliau mengucapkan – yang artinya: “Segenap puji bagi Allah yang memberikan makan dan minum kepada kita, memberikan kecukupan dan tempat kediaman kepada kita. Maka alangkah banyaknya orang yang tidak mempunyai orang yang dapat mencukupinya dan tidak pula ada yang memberikan tempat kediaman padanya.” (Riwayat Muslim)

1461. Dari Hudzaifah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. apabila hendak tidur, beliau meletakkan tangan kanannya di bawah pipinya, kemudian berkata:

“Allahumma qini ‘adzabaka yawma tab’atsu ‘ibadaka – ya Allah, lindungilah saya dari siksaMu pada hari Engkau membangkitkan seluruh hambaMu.”

Diriwayatkanoleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan. Juga diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dari riwayat Hafshah radhiallahu ‘anha dan dalam Hadis ini disebutkan bahwa beliau s.a.w. mengucapkan kata-kata di atas itu sebanyak tiga kali.

 

والله أعلمُ بالـصـواب

Download Sumber

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *