[ UIC 14 ] – Tazkiyatun Nufus 248

Bab 248 – Zikir Di Waktu Pagi Dan Petang

Allah Ta’ala berfirman:

“Dan berzikirlah kepada Tuhanmu dalam hatimu dengan rasa rendah diri dan takut dan tidak pula dengan ucapan yang keras-keras, yaitu pada waktu pagi dan petang dan janganlah engkau termasuk dalam golongan orang-orang yang lalai.” (al-A’raf: 205)

Ahli lughah berkata: “Al-Aashal adalah jama’nya lafaz ashil, iaitu waktu antara Asar dan Maghrib – yakni waktu petang hari.

Allah Ta’ala berfirman lagi:

“Dan memaha sucikanlah dengan mengucapkan puji-pujian kepada Tuhanmu sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya.” (Thaha: 130)

“Dan maha sucikanlah dengan mengucapkan puji-pujian pada Tuhanmu di waktu petang dan pagi.” (Ghafir: 55)

Ahli lughah berkata: Al’asyiy ialah waktu antara tergelincirnya -yakni lingsirnya – matahari sampai terbenamnya.

Allah Ta’ala berfirman pula:

“Cahaya itu ada di dalam rumah-rumah yang Allah mengizinkan kalau ditinggikan –
bangunannya dan dimuliakan rumah-rumah Allah itu – serta NamaNya disebut-sebutkan di dalamnya, iaitu tempat untuk memaha sucikan padaNya di waktu pagi
dan petang. Beberapa orang lelaki yang tidak lalai kerana perniagaan dan jual-beli dari berzikir kepada Allah” sampai habisnya ayat. (an-Nur: 36)

Allah Ta’ala berfirman lagi:

“Sesungguhnya Kami – Allah – telah menundukkan gunung-gunung itu untuk bertasbih bersama Dawud di waktu petang dan pagi.” (Shad: 18)

1448. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Barangsiapa yang mengucapkan ketika pagi dan petang: Subhanallah wa bihamdi, seratus kali, maka tidak akan datang seseorang pun besok pada hari kiamat yang keadaannya lebih utama dari apa yang dikerjakannya, kecuali seseorang yang mengucapkan seperti apa yang diucapkan olehnya itu atau menambahkan dari ucapannya tadi.” (Riwayat Muslim)

1449. Dari Abu Hurairah r.a. pula, katanya: “Ada seorang lelaki datang kepada Nabi s.a.w. lalu berkata: “Ya Rasulullah, ada sesuatu yang saya bertemu dengannya, iaitu seekor kala, lalu menyengat pada saya tadi malam.” Beliau s.a.w. bersabda: “Andaikata engkau mengucapkan ketika engkau berada di waktu petang, iaitu: “A’udzu bikalimatilahit tammati min syarri ma khalaq – Saya mohon perlindungan dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari apa saja yang diciptakan olehNya, nescayalah binatang itu tidak akan membahayakan padamu.” (Riwayat Muslim)

1450. Dari Abu Hurairah r.a. pula dari Nabi s.a.w. bahawasanya beliau s.a.w. di waktu pagi mengucapkan – yang ertinya: Ya Allah, dengan karuniaMu kita berpagi-pagi dan dengan karuniaMu pula kita berpetang-petang. Dengan pertolonganMu kita hidup dan dengan takdirMu kita mati dan kepadaMulah tempat kita kembali.” Selanjutnya jikalau di waktu petang beliau s.a.w. mengucapkan – yang artinya: Ya Allah, dengan kurniaMu kita berpetang-petang, dengan pertolonganMu kita hidup dan dengan takdirMu kita mati dan kepadaMulah tempat kita kembali.”

Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Termidzi dan Termidzi mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.

1451. Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Abu Bakar as-Shiddiq r.a. berkata: “Ya Rasulullah, perintahkanlah kepada saya untuk mengucapkan beberapa kalimat yang perlu saya bunyikan di waktu saya berpagi-pagi atau berpetang-petang!” Beliau s.a.w. bersabda: “Ucapkanlah – yang artinya: “Ya Allah, yang Maha Menciptakan semua langit dan bumi, Maha Mengetahui yang ghaib dan yang terang, tuhan segala sesuatu serta yang Maha Merajainya. Saya menyaksikan bahwasanya tiada Tuhan melainkan Engkau. Saya mohon perlindungan dari kejahatan diri saya sendiri dan dari kejahatan syaitan serta apa yang yang menyebabkan kemusyrikin kepada Allah.” Selanjutnya Nabi s.a.w. bersabda: “Ucapkanlah itu jikalau engkau berpagi-pagi, berpetang-petang dan ketika engkau mengambil tempat tidurmu – yakni hendak tidur.” Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Termidzi dan Termidzi mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.

1452. Dari Ibnu Mas’ud r.a., katanya: “Nabi s.a.w. itu apabila berpetang-petang mengucapkan – yang artinya: kita berpetang-petang dan segenap kerajaan pada waktu petang inipun kepunyaan Allah, segenap puji-pujian bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya.”

Yang merawikan Hadis ini berkata: “Saya mengira beliau s.a.w. mengucapkan sehabis yang di atas itu bacaan-bacaan – yang artinya: Bagi Allah segenap kerajaan dan bagiNya pula segenap puji-pujian dan Allah adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Tuhan, saya mohon kepadaMu akan kebaikannya apa yang ada pada malam ini dan kebaikannya apa yang ada pada malam yang berikutnya dan saya mohon perlindungan padaMu akan kejahatannya apa yang ada pada malam ini dan kejahatannya apa yang ada pada malam sesudahnya. Ya Tuhan, saya mohon perlindungan kepadaMu daripada kemalasan dan buruknya usia tua. Saya juga mohon perlindungan kepadaMu dari siksa dalam neraka dan siksa dalam kubur.”

Jikalau di waktu pagi, beliau s.a.w. mengucapkan sedemikian itu pula dengan kata-kata – yang artinya: “Kita berpagi-pagi dan segenap kerajaan pada waktu pagi inipun kepunyaan Allah.” (Riwayat Muslim)

1453. Dari Abdullah bin Khubaib, dengan dhammahnya kha’ mu’jamah, r.a. katanya: “Nabi s.a.w. bersabda kepada saya: “Bacalah Qul huwallahu ahad dan dua buah surat Ta’awwudz -yakni Qul a’udzu birabbil falaq dan Qul a’udzu birabbin nas, ketika engkau berpetang-petang dan ketika engkau berpagi-pagi, maka yang sedemikian itu dapat mencukupi untukmu dari segala sesuatu.” Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Termidzi dan Termidzi mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.

1454. Dari Usman bin Affan r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Tiada seorang hambapun yang pada pagi setiap hari dan petang setiap malam, mengucapkan: “Bismillahil ladzi la yadhurru ma’asmihi syai-un fil-ardhi wa la fissama-i wa huwas sami’ul ‘alim -Dengan nama Allah yang segala sesuatu tidak akan dapat membahayakan dengan menyebut namaNya itu, baik yang ada di bumi ataupun yang ada di langit dan Allah adalah Maha Mendengar lagi Mengetahui, sebanyak tiga kali, melainkan ia tidak akan terkena bahaya oleh sesuatu apapun.”

Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Tirmidzi dan Tirmidzi mengatakan bahawa ini adalah Hadis hasan shahih.

 

والله أعلمُ بالـصـواب

Download Sumber

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *