[ UIC 14 ] – Tazkiyatun Nufus 238

Bab 238 – Keutamaan Hamba sahaya Yang Menunaikan Hak Allah Ta’ala Dan Hak Tuannya

1359. Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Sesungguhnya hambasahaya itu apabila suka menasihati ke-pada tuannya, berbuat baik dalam beribadat kepada Tuhannya, maka ia memperoleh pahalanya dua kali.” (Muttafaq ‘alaih)

1360. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda:

”Seorang hambasahaya yang berbuat kebaikan itu memiliki dua pahala. Demi Zat yang jiwa Abu Hurairah ada di dalam genggaman kekuasaanNya, andaikata tiada kewajiban jihad fi-sabilillah, haji dan berbakti kepada ibuku, niscayalah saya lebih senang kalau saya mati sedang saya di saat itu sebagai seorang hambasahaya.” (Muttafaq ‘alaih)

1361. Dari Abu Musa al-Asy’ari r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Hambasahaya yang berbuat baik dalam beribadat kepada Tuhannya dan menunaikan hak kepada tuannya yang sudah menjadi kewajibannya itu, serta suka memberi nasihat dan taat, maka hambasahaya yang sedemikian itu mempunyai dua pahala.” (Riwayat Bukhari)

1362. Dari Abu Musa al-Asy’ari pula, katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda:

Ada tiga orang yang dapat memiliki dua pahala, yaitu: Orang dari golognan ahlul-kitab – yakni kaum Yahudi dan Nasrani – yang beriman kepada Nabinya – yakni Nabi Isa Almasih – dan beriman pula kepada Muhammad, juga hambasahaya apabila suka menunaikan hak Allah dan hak tuannya, demikian pula seorang lelaki yang memiliki seorang hambasahaya wanita, lalu diberinya pendidikan memperbaguskan adab kesopanannya, lagi pula diberinya pelajaran dan memperbaguskan ajaran-ajarannya, kemudian hambasahaya wanita tadi dimerdekakan terus dikawin sendiri olehnya, maka orang lelaki itupun dapat memperoleh dua pahala.” (Muttafaq ‘alaih)

 

والله أعلمُ بالـصـواب

Download Sumber

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *