[ UIC 14 ] – Tazkiyatun Nufus 235

Bab 235 – Huraian Perihal Kelompok Golongan Orang-orang Yang Dapat Disebut Mati Syahid Dalam Pahala Akhirat Dan Mereka Ini Wajib Dimandikan Dan Disembahyangi, Berbeza Dengan Orang Yang Terbunuh Dalam Berperang Melawan Kaum Kafirin

1350. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Orang-orang yang mati syahid itu ada lima macam, yaitu orang yang mati karena penyakit taun – yakni pes, orang yang mati karena penyakit perut, orang yang mati lemas – tenggelam dalam air, orang yang mati karena kerobohan – pohon, rumah dan Iain-Iain – dan orang yang mati syahid dalam peperangan fi-sabilillah.” (Muttafaq ‘alaih)

1351. Dari Abu Hurairah r.a. pula, dari Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Apa sajakah yang engkau semua masukkan dalam hitungan orang-orang yang mati syahid di kalangan engkau semua itu? Para sahabat menjawab: “Ya Rasulullah, barangsiapa yang terbunuh dalam melakukan peperangan fi-sabilillah, maka ia adalah orang yang mati syahid.” Beliau s.a.w. lalu bersabda:

“Kalau demikian cara penganggapannya, maka sesungguhnya orang-orang yang mati syahid di kalangan ummatku itu niscaya sedikit sekali.” Mereka lalu bertanya: “Kalau demikian, maka siapa sajakah ya Rasulullah?” Beliau s.a.w. bersabda: “Barangsiapa yang terbunuh dalam melakukan peperangan fi-sabilillah, maka ia adalah orang yang mati syahid, juga barangsiapa yang mati dalam melakukan peperangan fi-sabilillah – sekalipun tidak terbunuh, misalnya jatuh dari kudanya, maka iapun mati syahid. Demikian pula barangsiapa yang mati karena dihinggapi penyakit taun – yakni pes, maka itupun orang yang mati syahid, juga barangsiapa yang mati karena dihinggapi penyakit perut, maka ia juga mati syahid dan orang yang lemas-mati tenggelam dalam air – itupun syahid.” (Riwayat Muslim)

1352. Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiallahu ‘anhuma, katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Barangsiapa yang terbunuh karena membela harta – yang menjadi miliknya, maka ia adalah syahid.” (Muttafaq ‘alaih)

1353. Dari Abul-A’war yaitu Said bin Zaid bin ‘Amr bin Nufail, salah seorang di antara sepuiuh orang yang disaksikan akan mem-peroleh syurga – yakni bahwa Nabi s.a.w. telah menjelaskan bahwa mereka itu pasti masuk syurga – radhiallahu anhum, katanya: “Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Barangsiapa yang terbunuh karena membela harta – yang dimilikinya, maka ia adalah mati syahid, barangsiapa terbunuh karena membela darahnya – yakni mempertahankan diri karena hendak dibunuh oleh seseorang, maka ia juga mati syahid, barang- siapa yang terbunuh karena mempertahankan agamanya, iapun mati syahid dan barangsiapa yang terbunuh karena mempertahankan keluarganya – kehormatan mereka, maka ia juga mati syahid.”

Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Termidzi dan Termidzi mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.

1354. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah s.a.w., lalu berkata: “Ya Rasulullah, bagaimanakah pendapat Tuan,jikalau ada seseorang datang hendak mengambil hartaku?” Beliau s.a.w. menjawab: “Jangan engkau berikan padanya.” Orang itu bertanya: “Bagaimanakah pendapat Tuan, jikalau ia menyerang saya?” Beliau menjawab: “Balaslah serangannya!” la bertanya lagi: “Bagaimanakah pendapat Tuan, jikalau ia berhasil membunuh saya?” Beliau s.a.w. menjawab: “Engkau mati syahid.” la bertanya pula: “Bagaimanakah pendapat Tuan jikalau saya dapat membunuhnya?” Beliau s.a.w. menjawab: “la masuk dalam neraka.” (Riwayat Muslim)

 

والله أعلمُ بالـصـواب

Download Sumber

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *