[ UIC 14 ] – Tazkiyatun Nufus 163

Bab 163 – Pujian Orang-orang Pada Mayat

947. Dari Anas r.a., katanya: “Orang-orang berjalan melalui Nabi s.a.w. dengan membawa seorang janazah dan mereka itu memuji-muji kebaikan janazah tadi, lalu Nabi s.a.w. bersabda: “Wajiblah.” Tidak lama kemudian ada lagi orang-orang yang berjalan dengan membawa seorang janazah yang lain dan mereka menyebutkan keburukan janazah itu lalu Nabi s.a.w. bersabda lagi: “Wajiblah.”

“Umar bin al-Khaththab r.a. lalu bertanya: “Apakah yang wajib?” Beliau s.a.w. menjawab: “Yang itu tadi engkau semua puji-puji kebaikannya, maka wajiblah janazah itu mendapatkan syurga, sedang yang ini tadi engkau semua sebut-sebutkan keburukannya, maka wajiblah ia mendapatkan neraka. Engkau semua adalah saksi-saksi Allah di bumi.” (Muttafaq ‘alaih)

948. Dari Abul Aswad, katanya: “Saya datang di Madinah lalu saya duduk di tempat Umar bin al-Khaththab r.a., kemudian berlalulah seorang janazah di muka orang banyak, lalu dipujilah kebaikan orang yang mati itu. Umar r.a. berkata: “Wajiblah.” Seterusnya ada pula janazah lain yang melaluinya, mayat inipun dipuji-puji juga kebaikannya, maka berkatalah Umar r.a.: “Wajiblah.” Selanjutnya berlalulah untuk ketiga kalinya seorang janazah dan disebut-sebutkanlah keburukannya, maka berkatalah Umar r.a.: “Wajiblah.”

Abul Aswad berkata: “Saya lalu bertanya: “Apakah yang wajib, ya Amirul Mu’minin?” Umar r.a. berkata: “Saya mengatakan sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi s.a.w.: “Mana saja orang Muslim yang disaksikan oleh empat orang tentang kebaikannya, maka Allah akan memasukkannya dalam syurga.” Kami bertanya: “Jikalau yang menyaksikan tiga orang?” la berkata: “Tiga orang pun demikian pula.” Kami bertanya lagi: “Jikalau hanya dua orang, bagaimanakah?” la menjawab: “Dua orang pun dapat pula.” Selanjutnya kami tidak menanyakannya bagaimana kalau yang menyaksikan itu hanya seorang saja.” (Riwayat Bukhari)

 

والله أعلمُ بالـصـواب

Download Sumber

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *