[ UIC 10.4 ] Kitab Subulus Salam Syarh Bulughul Maram 94

02.08. BAB SUJUD SAHWI, SUJUD TILAWAH DAN SUJUD SYUKUR 06

0327

327 – وَعَنْ أَبِي بَكْرَةَ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ -، «أَنَّ النَّبِيَّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: كَانَ إذَا جَاءَهُ خَبَرٌ يَسُرُّهُ خَرَّ سَاجِدًا لِلَّهِ» . رَوَاهُ الْخَمْسَةُ إلَّا النَّسَائِيّ

327. Dari Abu Bakrah Radhiyallahu Anhu, “Bahwasanya jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kedatangan suatu perkara yang menyenangkannya beliau segera bersujud.” (HR. Lima perawi kecuali An-Nasa’i).

[Shahih: Abu Daud 2774]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Tafsir Hadits

Hadits ini dalil disyariatkannya sujud syukur, dan inilah pendapat Al-Hadawiyah, As-Syafi’i dan Ahmad. Berbeda dengan Malik serta salah satu pendapat Abu Hanifah yang mengatakan bahwa sujud syukur tidak makruh dan tidak disunnahkan.

Hadits ini jelas mendukung pendapat pertama, dan Rasulullah Shallahu Alaihi wa Sallam telah bersujud ketika membaca surat shad lalu bersabda, “Ia adalah sebagai bentuk syukur dari kita.”

Kemudian para ulama berbeda pendapat, apakah disyaratkan bersuci atau tidak? Ada yang berkata, “Disyaratkan bersuci berdasarkan qiyas kepada shalat.” Dan ada yang berkata, “Tidak disyaratkan bersuci karena ia bukan shalat.” Dan pendapat inilah yang lebih logis.

Al-Mahdi berkata, “Sujud syukur dimulai dengan membaca takbir.” Abu Thalib berkata, “Dengan menghadap ke arah kiblat.” Imam Yahya berkata, “Dan tidak boleh melakukan sujud syukur di dalam shalat karena ia bukan bagian dari shalat, dan ini kesepakatan seluruh ulama.” Ada yang berkata, “Dan yang menjadi alasannya ialah adanya satu nikmat atau hilangnya satu hal yang tidak disukai dan ia bisa dilakukan di dalam shalat sebagaimana sujud tilawah.”

0328

328 – وَعَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – قَالَ: «سَجَدَ النَّبِيُّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -، فَأَطَالَ السُّجُودَ، ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ، فَقَالَ: إنَّ جِبْرِيلَ أَتَانِي، فَبَشَّرَنِي، فَسَجَدْت لِلَّهِ شُكْرًا» رَوَاهُ أَحْمَدُ وَصَحَّحَهُ الْحَاكِمُ

328. Dari Abdurrahman bin Auf Radhiyallahu Anhu berkata, “Rasulullah Shallahu Alaihi wa Sallatn bersujud dan beliau memanjangkan sujudnya, kemudian beliau mengangkat kepalanya seraya bersabda, “Sesungguhnya Jibril telah mendatangiku, kemudian ia memberiku kabar gembira, maka saya bersujud syukur kepada Allah.” (HR. Ahmad dan Al-Hakim menshahihkannya).

[Dhaif: Al Irwa’ 474]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Penjelasan Kalimat

“Dari Abdurrahman bin Auf Radhiyallahu Anhu berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersujud dan beliau memanjangkan sujudnya, kemudian beliau mengangkat kepalanya seraya bersabda, “Sesungguhnya jibril telah mendatangiku, kemudian ia memberiku kabar gembira (kabar gembira ini dijelaskan, bahwasanya Allah berfirman, “Barangsiapa membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam satu kali maka Allah akan memberikan shalawat kepadanya sepuluh kali.” HR. Ahmad di dalam Al-Musnad dari berbagai jalur) maka saya bersujud syukur kepada Allah.”

Dan Al-Bazzar serta Abu Ashim menyebutkannya di dalam bab ‘Keutamaan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, Al-Baihaqi berkata, “Di dalam bab ini terdapat Jabir, Ibnu Umar, Anas, Jarir dan Abu Juhaifah.”

0329

329 – وَعَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ -، «أَنَّ النَّبِيَّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – بَعَثَ عَلِيًّا إلَى الْيَمَنِ – فَذَكَرَ الْحَدِيثَ – قَالَ: فَكَتَبَ عَلِيٌّ بِإِسْلَامِهِمْ فَلَمَّا قَرَأَ رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – الْكِتَابَ خَرَّ سَاجِدًا، شُكْرًا لِلَّهِ تَعَالَى عَلَى ذَلِكَ» . رَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ. وَأَصْلُهُ فِي الْبُخَارِيِّ.

329. Dari Al-Barraa’ bin Aazib Radhiyallahu Anhu, ‘Bahwasannya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam mengutus Ali ke Yaman — kemudian disebutkan hadits secara lengkap- ia berkata, “Kemudian Ali menuliskan berita tentang masuknya mereka ke dalam agama Islam, ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam membaca berita tersebut beliau segera bersujud bersyukur kepada Allah atas berita tersebut.” (HR. Al-Baihaqi, dan aslinya terdapat di dalam Shahih Al-Bukhari).

[Shahih: Al Irwa’ II/230]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Hal serupa adalah yang dilakukan oleh Kaab bin Malik, ketika Allah memberikan taubat kepadanya. Hal itu menunjukkan bahwa syariat sujud syukur telah ada pada mereka.

 

والله أعلمُ بالـصـواب

Download Sumber

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *