[ UIC 10.4 ] Kitab Subulus Salam Syarh Bulughul Maram 369

10. KITAB RUJUK – 10.04. BAB PENYUSUAN 05

1051

وَعَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: «لَا رَضَاعَ إلَّا مَا أَنْشَزَ الْعَظْمَ، وَأَنْبَتَ اللَّحْمَ»

1051. Dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Tidak ada penyusuan kecuali yang menguatkan tulang dan menumbuhkan daging.” (HR. Abu Dawud)

[Dhaif secara marfu: Abu Daud 2060]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Penjelasan Kalimat

Hal itu bagi anak yang berusia di bawah dua tahun atau sekitar dua tahun, yang berkembang, menguatkan tulang dan menumbuhkan daging berkat ASI tersebut.

1052

«وَعَنْ عُقْبَةَ بْنِ الْحَارِثِ أَنَّهُ تَزَوَّجَ أُمَّ يَحْيَى بِنْتَ أَبِي إهَابٍ، فَجَاءَتْ امْرَأَةٌ، فَقَالَتْ: لَقَدْ أَرْضَعْتُكُمَا، فَسَأَلَ النَّبِيَّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -، فَقَالَ: كَيْفَ، وَقَدْ قِيلَ فَفَارَقَهَا عُقْبَةُ فَنَكَحَتْ زَوْجًا غَيْرَهُ» أَخْرَجَهُ الْبُخَارِيُّ.

1052. Dari Uqbah bin Al-Harits bahwa ia telah menikah dengan Ummu Yahya binti Abu Ihab, lalu datanglah seorangperempuan dan berkata, “Aku telah menyusui kamu berdua, kemudian ia bertanya kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam dan beliau bersabda, “Bagaimana lagi, sudah ada orang yang mengatakan (hal itu).” Lalu Uqbah menceraikannya dan wanita itu menikah dengan laki-laki lainnya. (HR. Al-Bukhari)

[Shahih: Al Bukhari 88]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Tafsir Hadits

Hadits ini merupakan dalil bahwa saksi murdhi’ (ibu yang menyusui) sendirian diterima, dan dijadikan judul pada salah bab kitab shahih Al- Bukhari, inilah yang menjadi pendapat Ibnu Abbas, dan jama’ah ulama salaf dan Ahmad Ibnu Hanbal. Abu Ubaid berkata, “Wajib bagi laki- laki untuk menceraikannya, dan hakim tidak menentukan hukum pada kasus seperti itu.” Malik berkata, “Tidak diterima saksi pada radha’ah kecuali saksi dua orang wanita. Al-Hadawiyyah dan Al-Hanafiyyah menegaskan bahwa saksi dalam radha’ah sama seperti saksi dalam kasus lainnya; maka harus dengan dua saksi laki-laki atau laki-laki satu dan dua orang wanita dan tidak cukup saksi seorang wanita murdhi’ah sendirian; karena berkaitan dengan penentuan hukum atas perbuatannya.

Asy-Syafi’i berkata, “Saksi satu murdhi’ah (ibu yang menyusui) diterima bersama tiga wanita lainnya dengan syarat tidak meminta upah atas saksinya. Mereka berkata, “Perintah hadits ini mustahab, dan langkah hati-hati dari perkara yang tidak jelas.”

Ungkapan dijawab bahwa hal ini bertentang dengan zhahir lafazh hadits, apalagi ia mengulangi pertanyaan kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam sampai empat kali, beliau menjawab, “Bagaimana, sudah ada orang yang mengatakan?” Dalam lafazh lainnya: “Ceraikanlah,” di riwayat Ad-Daraquthni: “Tidak ada kebaikan yang akan kamu peroleh darinya.” seandainya sebagai sikap kehati-hatian; tentu Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam menyuruh menceraikannya, hanya saja semua lafazh hadits tersebut tidak memerintahkan untuk menceraikan, maka saksi dalam masalah ini berbeda dengan saksi-saksi pada masalah lainnya yang ditentukan berapa jumlah saksi dalam masalah ini, sedangkan kalian sendiri mengakui saksi seorang wanita yang berkaitan dengan masalah wanita, kalian ungkapkan: Cukup dengan seorang saksi wanita, beralasan bahwa setiap masalah yang sangat jarang dibutuhkan saksi (tidak ada) seorang laki-laki, maka cukuplah saksi itu seorang wanita; karena dharurat.

1053

وَعَنْ زِيَادٍ السَّهْمِيِّ قَالَ: «نَهَى رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – أَنْ تُسْتَرْضَعَ الْحَمْقَى» أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُد، وَهُوَ مُرْسَلٌ، وَلَيْسَتْ لِزِيَادٍ صُحْبَةٌ.

1053. Dari Ziyad Al-Sahmi bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam melarang menyusukan kepada perempuan-perempuan bodoh. (HR. Abu Dawud. Hadits tersebut mursal, sebab Ziyad bukan termasuk shahabat)

[Dhaif karena mursal: Lihat Taudihul Ahkam 3/225. Ebook editor]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Penjelasan Kalimat

Al Hamqa adalah orang yang lemah akal. Alasan larangan itu bahwa ASI itu mempunyai pengaruh pada pembentukan karakter, maka harus dipilih Ibu baik akalnya (cerdas) dan yang semisal.

 

والله أعلمُ بالـصـواب

Download Sumber

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *