[ UIC 10.4 ] Kitab Subulus Salam Syarh Bulughul Maram 336

08. KITAB NIKAH – 08.06. BAB KHULU’ 02

0991

وَفِي رِوَايَةِ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا – عِنْدَ ابْنِ مَاجَهْ «أَنَّ ثَابِتَ بْنَ قَيْسٍ كَانَ دَمِيمًا، وَأَنَّ امْرَأَتَهُ قَالَتْ: لَوْلَا مَخَافَةُ اللَّهِ إذَا دَخَلَ عَلَيَّ لَبَصَقْت فِي وَجْهِهِ»

991. Menurut riwayat Ibnu Majah dari Amr bin Syu’aib, dari Ayahnya, dari kakeknya Radhiyallahu Anhu, bahwa Tsabit bin Qais itu jelek rupanya, dan istrinya berkata, “Seandainya tidak takut murka Allah, jika ia masuk ke kamarku, tentu aku ludahi wajahnya.”

[Dha’if: Ibni Majah (2089) .]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Penjelasan Kalimat

“Menurut riwayat Ibnu Majah dari Amr bin Syu’aib, dari Ayahnya, dari kakeknya Radhiyallahu Anhu, bahwa Tsabit bin Qais itu jelek rupanya, dan istrinya berkata, “Seandainya tidak takut murka Allah, jika ia masuk ke kamarku, tentu aku ludahi wajahnya” (dalam riwayat Ibnu Abbas: bahwa istri Tsabit datang menemui Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam lalu berkata, “Wahai Rasulullah, tidak akan bertemu kepala saya dan kepala Tsabit [tidak terima atau tidak suka]. Ketika saya berada di samping rumah, maka saya melihatnya dengan jelas, ternyata dia sangat hitam, pendek dan wajahnya jelek.” Hadits ini menjelaskan secara jelas sebab permintaan khulu’ istri Tsabit atas suaminya kepada Rasulullah.

0992

وَلِأَحْمَدَ مِنْ حَدِيثِ سَهْلِ بْنِ أَبِي حَثْمَةَ: وَكَانَ ذَلِكَ أَوَّلَ خُلْعٍ فِي الْإِسْلَامِ

992. Menurut riwayat Ahmad dari hadits Sahal bin Abu Hatsmah: itu adalah khulu’ yang pertama kali [dilakukan] dalam Islam.

[dha’if, Al-Irwa’ (2036)]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Penjelasan Kalimat

“Menurut riwayat Ahmad dari hadits Sahal bin Abu Hatsmah: itu adalah khulu’ yang pertama kali [dilakukan] dalam Islam” (ini adalah khulu’ yang pertama kali terjadi pada masa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Ada yang berpendapat, bahwa khulu’ yang pertama kali terjadi pada masa jahiliyah adalah ketika Amir bin Azh-Zharb menikahkan anak gadisnya dengan anak saudara laki-lakinya, Amir bin Al-Harits. Ketika anak perempuan datang [berkumpul] dengan suaminya, ia menjauh dan menghindar dari suaminya lalu mengadu kepada bapaknya. Lalu bapaknya berkata, “Saya tidak akan lagi menyatukan kalian, ceraikanlah istrimu dengan harta yang engkau jadikan mahar sebagai tebusannya. Saya akan mengkhulu’nya darimu dengan mengembalikan harta yang telah engkau berikan kepadanya.” Sebagian ulama beranggapan bahwa inilah khulu’ yang pertama kali terjadi dalam bangsa Arab.

-0O0-

 

والله أعلمُ بالـصـواب

Download Sumber

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *