[ UIC 10.4 ] Kitab Subulus Salam Syarh Bulughul Maram 286

07. KITAB JUAL BELI – 07.18. BAB HIBAH 04

0871

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَالَ: «تَهَادَوْا تَحَابُّوا» رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ فِي الْأَدَبِ الْمُفْرَدِ، وَأَبُو يَعْلَى بِإِسْنَادٍ حَسَنٍ

871. Dari Abu Hurairah, dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Hendaklah kalian saling memberi hadiah, agar kalian saling mencintai, ” (HR. Al-Bukhari dalam kitab Al-Adab Al-Mufrad dan Abu Ya’la dengan sanad hasan)

[hasan, Shahih Al-Jami’ (3004).]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Penjelasan Kalimat

Hadits ini diriwayatkan juga oleh Al-Baihaqi, dan yang lainnya, namun setiap perawinya dipertanyakan keotentikannya dan penyusun kitabnya telah menghasankan sanad perawinya; karena mungkin berdasarkan pada hadits berikut ini:

0872

وَعَنْ أَنَسٍ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: «تَهَادَوْا، فَإِنَّ الْهَدِيَّةَ تَسُلُّ السَّخِيمَةَ»

872. Dari Anas Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Hendaklah kalian saling memberi hadiah, karena hadiah itu akan menghilangkan kedengkian.” (HR. Al-Bazzar dengan sanad dha’if)

[dha’if, Kasyf Al-Astar (1937).]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Penjelasan Kalimat

Hadits ini lemah karena para perawinya ada yang melemahkan (mendha’ifkan). Banyak riwayat hadits yang bermakna seperti itu tapi kesemuannya dipertanyakan kebenaran, di antaranya hadits yang menyatakan: “Sedekah itu menghilangkan kedengkian” [Dha’if: At-Tirmidzi (2130).]

walaupun hadits-hadits yang menerangkan keutamaan sedekah masih dipertanyakan keshahihannya; namun sedekah mempunyai peranan utama dalam membersihkan hati.

0873

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: «قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: يَا نِسَاءَ الْمُسْلِمَاتِ، لَا تَحْقِرَنَّ جَارَةٌ لِجَارَتِهَا، وَلَوْ فِرْسِنَ شَاةٍ» مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

873. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Wahai kaum muslimah, janganlah sekali-kali seorang wanita meremehkan pemberian tetangganya walaupun hanya ujung kaki kambing.” (Muttafaq Alaih)

[shahih, Al-Bukhari (2566), Muslim (1030)]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Penjelasan Kalimat

Pada hadits tersebut ada kalimat yang terhapus, tepatnya adalah janganlah sekali-kali seorang wanita meremehkan pemberian (hadiah) tetangganya walaupun hanya ujung kaki kambing, maksud dari ungkapan ujung kaki kambing itu adalah anjuran kepada seorang muslimah untuk memberikan hadiah atau sedekah kepada tetangganya dan bukan sedekah dengan ujung kaki hewan ternak; karena kebiasaannya tidak pernah sedekah dengan ujung kaki hewan.

Secara zhahir, hadits tersebut menunjukkan bahwa larangan itu bagi yang memberikan hadiah untuk tidak merasa terhina terhadap apa yang akan disedekahkannya sehingga menyebabkannya meninggalkan kebiasaan memberikan hadiah kepada tetangganya, mungkin larangan itu untuk yang diberikan hadiah untuk tidak meremehkan apa yang diberikan kepadanya walaupun dari sesuatu yang sangat sepele sekalipun, dan mungkin larangan itu berlaku bagi keduanya, maksudnya anjuran kepada kedua tetangga untuk saling memberikan hadiah walaupun dengan sesuatu yang sederhana karena dapat menumbuhkan rasa empati dan cinta bagi keduanya.

0874

وَعَنْ ابْنِ عُمَرَ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا – عَنْ النَّبِيِّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَالَ «مَنْ وَهَبَ هِبَةً فَهُوَ أَحَقُّ بِهَا مَا لَمْ يُثَبْ عَلَيْهَا» رَوَاهُ الْحَاكِمُ، وَصَحَّحَهُ، وَالْمَحْفُوظُ مِنْ رِوَايَةِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ عُمَرَ – قَوْلُهُ.

874. Dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anhu, dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa memberikan suatu hibah, ia lebih berhak menariknya sebelum dibalas.” (HR. Al-Hakim dan dishahihkannya, dan yang terjaga dari hadits itu adalah diriwayatkan dari Ibnu Umar dari perkataan Umar)

[Yang shahih, hadits ini mauquf. Lihat, Al-Irwa’ (1613).]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Penjelasan Kalimat

Pengarang buku Rahimahullah berkata, Al-Hakim dan Ibnu Hazm yang menshahihkan hadits ini.

Tafsir Hadits

Hadits itu membolehkan untuk menarik kembali hibah dengan niat dibalas selagi belum dibalas dan tidak boleh menarik kembali hibah yang telah dibalas. Hal itu sudah dibahas pada bagian terdahulu; sungguh baik dan bijaksana penjelasan yang berkaitan dengan hal itu dengan menerangkan bahwa: setiap amalan tergantung dengan tujuan/niatnya, hibah yang diberikan kepada orang yang lebih rendah status ekonomi/bawahan biasanya seperti sedekah dan lain sebagainya yang tidak jelas tujuannya, dan bagi yang sama kedudukan biasanya untuk menumbuhkan rasa empati, kasih sayang, mempererat persahabatan dan meningkatkan tendensi diri seperti pemberian dari orang yang lebih rendah kedudukannya/ekonominya, hanya saja pemberian yang berasal dari orang yang lebih rendah statusnya sulit untuk dikelompokkan sebagai sedekah.

Menurut adat yang berlaku masing-masing saling membalas hadiah yang diterima, apabila tujuan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih dan thama’ akan sesuatu seperti halnya orang yang memberikan hibah kepada seorang raja dengan harapan mendapatkan sesuatu yang lebih bagus dan utama, jikalau sang raja tidak membalas pemberiannya dengan yang sesuai atau lebih rendah nilainya; tentu orang tersebut akan mencela. Dan itu merupakan dalil yang mewajibkan untuk membalasnya dengan lebih baik atau mengembalikan lagi pemberian yang diterimanya, tapi jika tujuan dari yang memberikan hibah adalah untuk memperbaiki hubungan, mempererat persahabatan dan tali silaturrahmi, maka cukup dengan membalas hibah dengan sesuatu yang sederhana atau yang lebih baik, namun yang utama adalah memberikan balasan yang sesuai untuk memberikan pengertian kepadanya bahwa tujuan dari memberikan hibah tersebut bukan untuk saling membalas pemberian hibah melainkan untuk mempererat tali kasih sayang dan tidak ada perbedaan dari apa yang diterima olehku dan diberikan kepadamu.

 

والله أعلمُ بالـصـواب

Download Sumber

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *