[ UIC 10.4 ] Kitab Subulus Salam Syarh Bulughul Maram 276

07. KITAB JUAL BELI – 07.15. BAB PENYIRAMAN DAN SEWAAN 03

0848

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – قَالَ: «قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: ثَلَاثَةٌ أَنَا خَصْمُهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: رَجُلٌ أَعْطَى بِي ثُمَّ غَدَرَ، وَرَجُلٌ بَاعَ حُرًّا، فَأَكَلَ ثَمَنَهُ، وَرَجُلٌ اسْتَأْجَرَ أَجِيرًا، فَاسْتَوْفَى مِنْهُ وَلَمْ يُعْطِهِ أَجْرَهُ» رَوَاهُ مُسْلِمٌ

848. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman, ‘Tiga orang yang Aku menjadi musuhnya pada hari kiamat ialah: Orang yang memberi perjanjian dengan nama-Ku kemudian berkhianat, orang yang menjual orang merdeka lalu memakan harganya, dan orang yang mempekerjakan seorang pekerja, lalu pekerja itu bekerja dengan baik, namun ia tidak memberikan upahnya”. (HR. Muslim).

[shahih, Muslim tidak pernah meriwayatkannya, namun diriwayatkan oleh Al-Bukhari (2227)]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Tafsir Hadits

Hadits tersebut menjelaskan besarnya dosa orang-orang yang disebutkan dan Allah menjadi musuh mereka di akhirat mewakili orang-orang yang dizhalimi oleh mereka.

Kata: (أَعْطَى بِي) artinya bersumpah dan berjanji dengan menggunakan nama-Ku atau diberikan amanat dengan nama-Ku atau syariat agama-Ku.

Ini menunjukkan keharaman perilaku berkhianat dan menjual orang merdeka.

Dan kata: (اسْتَوْفَى ) artinya menyempurnakan pekerjaannya akan tetapi tidak diberi upahnya. Sehingga itu merupakan makan hartanya dengan kebatilan disertai dengan jerih payah dan kesusahannya yang dialaminya.

0849

وَعَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا – أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَالَ: «إنَّ أَحَقَّ مَا أَخَذْتُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا كِتَابُ اللَّهِ» أَخْرَجَهُ الْبُخَارِيُّ

849. Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Hal yang paling patut kamu ambil upahnya ialah Kitabullah (Al-Qur’an).” (Dikeluarkan oleh Al-Bukhari).

[shahih, Al-Bukhari (5737)]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Penjelasan Kalimat

“Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Hal yang paling patut kamu ambil upahnya ialah Kitab Allah”. Dikeluarkan oleh Al-Bukhari. (Hadits ini bertentangan dengan riwayat yang dikeluarkan oleh Abu Dawud dari hadits Ubadah Ibnu Ash-Shamit dengan lafazhnya:

«عَلَّمْت نَاسًا مِنْ أَهْلِ الصُّفَّةِ الْكِتَابَ وَالْقُرْآنَ فَأَهْدَى إلَيَّ رَجُلٌ مِنْهُمْ قَوْسًا فَقُلْت لَيْسَتْ لِي بِمَالٍ فَأَرْمِي عَلَيْهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَأَتَيْته فَقُلْت: يَا رَسُولَ اللَّهِ رَجُلٌ أَهْدَى إلَيَّ قَوْسًا مِمَّنْ كُنْت أُعَلِّمُهُ الْكِتَابَ وَالْقُرْآنَ وَلَيْسَتْ لِي بِمَالٍ فَأَرْمِي عَلَيْهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَقَالَ: إنْ كُنْت تُحِبُّ أَنْ تُطَوَّقَ طَوْقًا مِنْ نَارٍ فَاقْبَلْهَا»

Aku mengajarkan Kitab dan Al-Qur’an kepada ahli suffah kemudian salah seorang dari mereka memberiku hadiah busur panah. Lalu kukatakan, ‘Itu bukan harta benda. kemudian aku gunakan untuk memanah di jalan Allah. Lalu aku menemui beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam dan kukatakan, ‘Wahai Rasulullah, seseorang telah memberiku hadiah busur panah dari hasil apa yang aku telah ajarkannya tentang Kitab dan Al-Qur’an, namun itu bukanlah harta benda sehingga kugunakan melempar panah di jalan Allah?’ Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berkata, “Jika engkau suka diberi kalung dari api nereka, maka terimalah.” [Shahih Abi Dawud (3416, 3417)]

Tafsir Hadits

Para ulama berbeda pendapat perihal pengamalan kedua hadits tersebut, jumhur ulama yaitu Malik dan Syafi’i memperbolehkan menerima upah dari mengajar Al-Qur’an, baik pelajarnya anak kecil maupun orang dewasa. Walaupun pendidikan mereka menjadi tanggung jawab pengajar berdasarkan pengamalan hadits Ibnu Abbas dan diperkuat dengan hadits bab nikah saat Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam menjadikan maskawin (mahar)nya bagi istrinya berupa mengajarkan Al-Qur’an. Mereka berkata, “Hadits Ubadah tidak bertentangan dengan hadits Ibnu Abbas, karena hadits Ibnu Abbas shahih sedangkan hadits Ubadah dalam riwayatnya terdapat Mughirah bin Ziyad yang masih diperselisihkan riwayatnya, sedangkan Ahmad mengingkari riwayat haditsnya. Dalam riwayatnya terdapat pula Aswad bin Tsalabah yang masih mendapat kritikan sehingga tidak dapat membantah hadits yang sudah shahih.”

Jumhur berkata, “Kalaupun hadits tersebut shahih, maka diartikan bahwa Ubadah bersedekah untuk berbuat baik dengan mengajarkan Al-Qur’an bukan bermaksud mengambil upah dari upaya mengajarnya. Sehingga Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengingatkannya dengan membatalkan pahala dan mengancamnya. Mengambil upah dari Ahli Shuffah secara khusus merupakan kebencian (makruh) dan kehinaan, karena mereka hidup dari hasil sedekah para sahabat sehingga mengambil upah dari mereka makruh sifatnya.

Sedangkan Al-Hadawiyah dan Al-Hanafiyah mengatakan haram mengambil upah dari mengajarkan Al-Qur’an dengan dalil hadits Ubadah yang dibahas sebelumnya. Memang Al-Bukhari menolak penyebutan pengambilan upah dari hasil ruqyah pada bab ini. Beliau mengeluarkan hadits Abu Sa’id tentang upaya ruqyah sebagian sahabat bagi sebagian orang Arab, dimana beliau tidak melakukan ruqyah sampai menentukan syarat kepada mereka dengan memberi sejumlah kambing kemudian dia berludah dan membaca:

{الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ}

Seakan dia lepas dari ikatan kemudian berjalan dan memberikan syarat yang diminta. Saat hal tersebut diceritakan kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam beliau bersabda,

قَدْ أَصَبْتُمْ اقْسِمُوا وَاضْرِبُوا لِي مَعَكُمْ سَهْمًا

“Sungguh kalian telah benar, maka bagilah dan berilah bagianku bersama kalian.” [shahih, Al-Bukhari (2276)]

Penyebutan Al-Bukhari tentang kisah ini untuk menguatkan bolehnya mengambil upah dari mengajarkan Al-Qur’an. Kalaulah bukan sebagai bagian upah mengajarkannya maka merupakan petunjuk bolehnya mengambil konpensasi membacakan Al-Qur’an, baik dengan mengajarkannya atau lainnya, sebab tidak ada perbedaan antara membaca untuk mengajarkannya, dan membacakannya untuk pengobatan.

 

والله أعلمُ بالـصـواب

Download Sumber

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *