[ UIC 10.4 ] Kitab Subulus Salam Syarh Bulughul Maram 267

07. KITAB JUAL BELI – 07. 11. BAB PINJAMAN (ARIYAH) 02

0829

وَعَنْ يَعْلَى بْنِ أُمَيَّةَ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – قَالَ: «قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: إذَا أَتَتْك رُسُلِي فَأَعْطِهِمْ ثَلَاثِينَ دِرْعًا قُلْت: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَعَارِيَّةٌ مَضْمُونَةٌ، أَوْ عَارِيَّةٌ مُؤَدَّاةٌ؟ قَالَ: بَلْ عَارِيَّةٌ مُؤَدَّاةٌ»

829. Dari Ya’la bin Umayyah Radhiyallahu, Anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepadaku, “Apabila utusanku datang kepadamu, berikanlah kepada mereka tiga puluh baju besi.” Aku berkata, “Wahai Rasulullah, apakah pinjaman yang ditanggung atau pinjaman yang dikembalikan? Beliau bersabda, “Pinjaman yang dikembalikan.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan An-Nasai. Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Hibban)

[Shahih: Abi Dawud (3566)]

0830

830. Dari Shafwan bin Umayyah Radhiyallahu Anhu bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam meminjam darinya beberapa baju besi sewaktu perang Hunain. Ia bertanya, “Apakah ia rampasan, wahai Muhammad? Beliau menjawab, “Tidak, ia pinjaman yang ditanggung.” (HR. Abu Dawud, Ahmad, dan An-Nasai. Hadits ini dishahihkan oleh Al-Hakim. Dan Al-Hakim juga meriwayatkan syahid [hadits pendukung] yang lemah dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu)

[Shahih: Abi Dawud (3562, 3563)]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Adapun mengenai jumlah baju besi, ada perbedaan pendapat menurut beberapa riwayat. Menurut Abu Dawud, “Jumlahnya antara tiga puluh hingga empat puluh.” Menurut Al-Baihaqi di dalam hadits mursal, “Ada delapan puluh.” Menurut Al-Hakim dari hadits Jabir, “Ada seratus buah baju besi.” Ahmad dan An-Nasa’i menambahkan dalam riwayat Ibnu Abbas, “Sebagian baju besi itu hilang, maka Nabi mengusulkan kepadanya agar menjamin baju besi itu, maka ia berkata, “Wahai Rasulullah, pada hari ini aku cinta Islam.”

Dan sabdanya, “Yang ditanggung,” telah dibicarakan pada bab terdahulu. Dan perkataan itu berfungsi sebagai taqyid, itulah pendapat yang lebih banyak dianut oleh ulama. Hal ini menunjukkan bahwa jaminannya ditanggung, sebagaimana yang telah kami jelaskan terdahulu, tidak mengandung arti mujmal (umum) menurut sebagian pendapat.

 

والله أعلمُ بالـصـواب

Download Sumber

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *