[ UIC 10.4 ] Kitab Subulus Salam Syarh Bulughul Maram 263

07. KITAB JUAL BELI – 07.09. BAB PERSEKUTUAN (SYARIKAH) DAN PERWAKILAN (WAKALAH) 04

0821

وَعَنْ «جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ – رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُمَا – قَالَ: أَرَدْت الْخُرُوجَ إلَى خَيْبَرَ، فَأَتَيْت النَّبِيَّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – فَقَالَ: إذَا أَتَيْت وَكِيلِي بِخَيْبَرَ، فَخُذْ مِنْهُ خَمْسَةَ عَشَرَ وَسْقًا» رَوَاهُ أَبُو دَاوُد وَصَحَّحَهُ

821. Dan dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu Anhu, ia berkata, “Aku akan keluar menuju Khaibar, lalu aku menghadap Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam dan beliau bersabda, “Jika engkau menemui wakilku di Khaibar, maka ambillah darinya 15 wasaq.” (HR. Abu Dawud dan dishahihkan olehnya)

[Dhaif: Abi Dawud (3632)]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Penjelasan Kalimat

“Dan dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu Anhu berkata, “Aku akan keluar menuju Khaibar, lalu aku menghadap Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam dan beliau bersabda, “Jika engkau menemui wakilku di Khaibar, maka ambillah darinya 15 wasaq.” HR. Abu Dawud dan dishahihkan olehnya (hadits ini secara lengkapnya: “Bila ia menginginkan suatu ayat darimu maka letakkanlah tanganmu di atas tengkuknya.”)

Tafsir Hadits

Hadits ini merupakan dalil yang menunjukkan sahnya wakalah [perwakilan]. Para ulama sepakat tentang sahnya wakalah ini. Dan hukum-hukum tentang masaiah ini sangat terkait dengan orang yang mewakilkan. Dalam lanjutan hadits terdapat dalil petunjuk untuk berbuat dengan isyarat petunjuk pada harta orang lain dan Rasul menerima sedekah dengan adanya beliau menerima barang tersebut. Sebagian jama’ah para ulama mengatakan bahwa Rasul menerima sedekah dari barang tersebut. Al-Mahdi mengaitkan dalam kitab “al-Ghaits” disertai dengan penuh dugaan yang membenarkannya. Sedangkan Al-Hadawiyah berpendapat tidak boleh bersedakah kepada Rasulullah karena itu merupakan harta orang lain. Dikatakan oleh sebagian mereka: hanya saja terdapat persangkaan bahwa Nabi menerima sedekah, maka niscaya dibolehkan memberinya.

0822

وَعَنْ «عُرْوَةَ الْبَارِقِيِّ – رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ – أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – بَعَثَ مَعَهُ بِدِينَارٍ يَشْتَرِي لَهُ أُضْحِيَّةً»

822. Dari Urwah Al-Bariqi Radhiyallahu Anhu bahwa Rasululah Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah mengutusnya dengan uang satu dinar untuk membelikan beliau hewan kurban. (HR. Al-Bukhari, ia meriwayatkannya di tengah-tengah suatu hadits sebagaimana tersebut dalam hadits terdahulu -yakni kitab jual beli-)

[shahih, Al-Bukhari (3642) telah dibahas pada hadits terdahulu.]

0823

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ – قَالَ: «بَعَثَ رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – عُمَرَ عَلَى الصَّدَقَةِ» الْحَدِيثَ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

823. Dan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengutus Umar untuk mengambil shadaqah [zakat].” (Al-Hadits Muttafaq Alaih)

[shahih, Al-Bukhari (1468), dan Muslim (983)]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Penjelasan Kalimat

“Dan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, ia berkata, Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam mengutus Umar untuk mengambil shadaqah [zakat].” Al-Hadits, Muttafaq Alaih (lengkapnya hadits ini adalah sebagai berikut,

«فَقِيلَ مَنَعَ ابْنُ جَمِيلٍ وَخَالِدُ بْنُ الْوَلِيدِ وَالْعَبَّاسُ عَمُّ رَسُولِ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – مَا يَنْقِمُ ابْنُ جَمِيلٍ إلَّا أَنَّهُ كَانَ فَقِيرًا فَأَغْنَاهُ اللَّهُ، وَأَمَّا خَالِدٌ فَإِنَّكُمْ تَظْلِمُونَ خَالِدًا. قَدْ احْتَبَسَ أَدْرَاعَهُ وَأَعْتَادَهُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ. وَأَمَّا الْعَبَّاسُ فَهِيَ عَلَيَّ وَمِثْلُهَا مَعَهَا»

dikatakan: Ibnu Jamil, Khalid bin Al-Walid dan Al-Abbas paman Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam enggan membayar zakat, maka Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Tidaklah Ibnu Jamil mengingkari kecuali dia dahulu seorang yang fakir kemudian Allah anugerahkan kekayaan kepadanya. Sedangkan Khalid, kalian telah menzhaliminya sedangkan dia telah mewakafkan tamengnya dan peralatan perangnya untuk berperang di jalan Allah. Adapun Al-Abbas zakatnya menjadi beban tanggunganku dengan harta yang semisal dengannya.”

Zahir hadits menyatakan bahwa beliau mengutus Umar mengambil zakat sedangkan Ibnu Jamil termasuk orang Anshar. Ada yang mengatakan dia seorang munafik kemudian bertaubat setelahnya. Penulis berkata, “Aku belum menemukan nama Ibnu Jamil yang sebenarnya.”

Sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, “Kecuali dia dahulu seorang yang fakir kemudian Allah anugerahkan kekayaan kepadanya,” sebagai bentuk penegasan [ta’kid] dalam memberikan pujian dengan menggunakan gaya bahasa yang menyerupai celaan. Bila dia tidak mempunyai alasan, kecuali alasan yang telah disebutkan, niscaya dia tidak mempunyai alasan lagi yang dapat diterima. Dengan gaya bahasa seperti ini mengandung bentuk pengingkaran atas nikmat Allah dan celaan dengan perilaku buruk sang pelaku.

Sabda beliau, “peralatan perangnya,” yakni sesuatu yang dipersiapkan untuk perang seperti pedang dan kuda perang. Adapula yang mengatakan, lebih khusus lagi hewan onta. Imam Al-Bukhari mengartikan kata tersebut sebagai bentuk zakat hartanya dengan membagikannya di jalan Allah. Hal tersebut dibangun atas pendapat yang membolehkan mengeluarkan harga dari zakat yang harus dikeluarkannya.

Sabda beliau, “zakatnya menjadi beban tanggunganku dengan harta yang semisal dengannya” mengisyaratkan bahwa beliau menanggung beban zakatnya sebagai bentuk sedekah beliau kepadanya. Dalam pernyataan tersebut terdapat kesimpulan dibolehkannya memberi sedekah kepada orang lain dengan membayarkan zakatnya. Hal yang sama juga terjadi pada hadits Abu Qatadah saat bersedekah dengan menanggung beban hutang si mayit. Itulah pengertian yang lebih mendekati kebenaran.

Telah diriwayatkan dengan lafazh-lafazh lainnya yang mempunyai pengertian yang banyak sekali, hal tersebut dijelaskan oleh penulis dalam kitab Al-Fath dan dinukil oleh pensyarah.

Adapun hadits yang mengatakan bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam telah membayarkan zakat untuk dua tahun telah diriwayatkan dari beberapa jalur yang tidak sedikit pun yang selamat dari kritikan.

Tafsir Hadits

Dalam hadits ini terdapat dalil yang menunjukkan bahwa dibolehkan bagi imam mewakilkan kepada petugas zakat (amil) untuk mengumpulkan zakat. Hal inilah yang dimaksud oleh penulis dengan menuliskan hadits dalam bab ini. Dalam hadits ini pula dinyatakan bahwa mengutus petugas zakat untuk mengumpulkan zakat merupakan sunnah Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Terdapat pula petunjuk untuk mengingatkan orang yang lalai membayar zakat dengan mengingatkan bahwa Allah telah memberikan kekayaan kepadanya setelah ditimpa kemiskinan, sehingga wajib baginya untuk melaksanakan hak Allah. Terdapat pula petunjuk bolehnya menyebutkan orang yang enggan membayar kewajiban zakat saat yang bersangkutan tidak ada berkenaan dengan apa yang menimbulkan kekurangan padanya. Dalam hadits disebutkan pula perihal tanggung jawab seorang imam dalam menanggung beban sebagian kaum muslimin, memberikan udzur dari yang lainnya, serta berprasangka baik kepadanya.

 

والله أعلمُ بالـصـواب

Download Sumber

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *