[ UIC 10.4 ] Kitab Subulus Salam Syarh Bulughul Maram 325

08. KITAB NIKAH – 08.03. BAB MAS KAWIN 04

0960

وَعَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا – أَنَّ النَّبِيَّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَالَ: «مَنْ أَعْطَى فِي صَدَاقِ امْرَأَةٍ سَوِيقًا، أَوْ تَمْرًا فَقَدْ اسْتَحَلَّ» أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُد، وَأَشَارَ إلَى تَرْجِيحِ وَقْفِهِ.

960. Dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu Anhu bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa memberi maskawin berupa tepung atau kurma, maka ia telah halal dengan wanita tersebut.” (HR. Abu Dawud dan ia memberi isyarat bahwa mauqufnya hadits ini lebih kuat)

[dha’if, Abi Dawud (2110)]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Tafsir Hadits

Pengarang berkata dalam kitab At-Talkhish: salah satu rawinya terdapat Musa bin Muslim bin Rauman yang dikenal dha’if, dan diriwayatkan mauquf lebih kuat. Seharusnya dia (Abu Dawud) memberi isyarat bahwa hadits ini adalah dha’if sebagaimana biasanya, dan diriwayatkan Asy-Syafi’i dengan menjelaskan secara rinci.

Hadits ini adalah dalil yang membolehkan mahar dengan selain dirham atau dinar [uang]. Dan sah membayar mahar dengan menggunakan tepung dan kurma sebagaimana dalam zhahir teks hadits, walaupun dalam jumlah yang sedikit. Sudah dijelaskan dalam pembahasan terdahulu pendapat ulama tentang ukuran mahar paling sedikit di dalam penjelasan hadits tentang wanita yang menghibahkan dirinya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.

0961

وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ أَبِيهِ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – «أَنَّ النَّبِيَّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – أَجَازَ نِكَاحَ امْرَأَةٍ عَلَى نَعْلَيْنِ» أَخْرَجَهُ التِّرْمِذِيُّ، وَصَحَّحَهُ، وَخُولِفَ فِي ذَلِكَ

961. Dari Abdullah bin Amir bin Rabi’ah, dari ayahnya bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam membolehkan menikah dengan seorang wanita dengan maskawin dua buah sandal.” (Hadits Shahih riwayat At-Tirmidzi dan hal ini masih diperselisihkan)

[Dhaif: At-Tirmidzi (1113)]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Biografi Perawi

Abdullah bin Amir bin Rabi’ah adalah Abu Muhammad Abdullah bin Amir bin Rabi’ah Al-‘Anzi. Dalam penentuan garis keturunannya banyak sekali perselisihan. Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam wafat saat ia berusia 4 atau 5 tahun. Meninggal pada tahun 85 H. Ada juga yang mengatakan tahun 90 H.

Penjelasan Kalimat

“Dari Abdullah bin Amir bin Rabi’ah dari ayahnya, Radhiyallahu Anhu bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam membolehkan nikah dengan seorang wanita dengan maskawin dua buah sandal.” Hadits Shahih riwayat At-Tirmidzi dan hal ini masih dipertentangkan (yaitu At-Tirmidzi dalam menshahihkan hadits ini)

Lafazh hadits,

«أَنَّ امْرَأَةً مِنْ بَنِي فَزَارَةَ تَزَوَّجَتْ عَلَى نَعْلَيْنِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – رَضِيت مِنْ نَفْسِك وَمَالِك بِنَعْلَيْنِ قَالَتْ نَعَمْ فَأَجَازَهُ»

“Bahwa ada seorang wanita dari bani Fazarah menikah dengan maskawin dua buah sandal, maka Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Apakah kamu ridha atas diri dan hartamu dengan maskawin dua buah sandal?” Ia menjawab, “Ya.” Maka Nabi membolehkannya.”

Tafsir Hadits

Hadits ini adalah dalil yang menunjukkan sahnya mahar dengan apa saja yang berharga. Telah dijelaskan pada pembahasan terdahulu, bahwa setiap sesuatu yang berharga sah dijadikan sebagai mahar. Dari hadits ini, dapat juga diambil kesimpulan bahwa seorang istri tidak boleh memanfaatkan hartanya sendiri, kecuali mendapatkan persetujuan dengan suami.

0962

وَعَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – قَالَ: «زَوَّجَ النَّبِيُّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – رَجُلًا امْرَأَةً بِخَاتَمٍ مِنْ حَدِيدٍ» أَخْرَجَهُ الْحَاكِمُ، وَهُوَ طَرَفٌ مِنْ الْحَدِيثِ الطَّوِيلِ الْمُتَقَدِّمِ فِي أَوَائِلِ النِّكَاحِ

962. Dari Sahal bin Sa’d Radhiyallahu Anhu berkata, “Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah menikahkan seorang laki-laki dengan wanita dengan maskawin sebuah cincin dari besi,” (HR. Al-Hakim, Ini merupakan hadits panjang yang sudah disebutkan pada awal bab nikah)

[Al-Mustadrak (2/195)]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Penjelasan Kalimat

“Dari Sahal bin Sa’d Radhiyallahu Anhu berkata, “Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah menikahkan seorang laki-laki dengan wanita dengan maskawin sebuah cincin dari besi,” HR. Al-Hakim (sudah diterangkan dalam hadits Sahal yang panjang tentang wanita yang menghibahkan dirinya yang menerangkan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menyuruh siapa yang meminangnya untuk mencari mahar seadanya walaupun cincin dari besi, namun ternyata tidak ada juga, maka Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam menikahkannya dengan mahar mengajarkan Al-Qur’an kepadanya. Jika hadits ini yang dimaksud, maka tidak hanya sebatas menjadikan cincin dari besi sebagai mahar sebagaimana diketahui, dan mungkin bukan hadits tersebut. Namun hal itu sangat tidak tepat karena pengarang menegaskan) ini adalah potongan hadits panjang yang sudah disebutkan pada awal bab nikah (dan bila yang dimaksud hadits tersebut, maka penafsirannya adalah bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam membolehkan menjadikan cincin dari besi sebagai mahar, walaupun bukan itu yang menjadi mahar -dalam hadits- ketika melangsungkan akad nikahnya, melainkan dengan mengajarinya Al-Qur’an).

 

والله أعلمُ بالـصـواب

Download Sumber

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *