[ UIC 10.4 ] Kitab Subulus Salam Syarh Bulughul Maram 323

08. KITAB NIKAH – 08.03. BAB MAS KAWIN 02

0956

وَعَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – أَنَّهُ قَالَ: «سَأَلْت عَائِشَةَ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا -: كَمْ كَانَ صَدَاقُ رَسُولِ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -؟ قَالَتْ: كَانَ صَدَاقُهُ لِأَزْوَاجِهِ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ أُوقِيَّةً وَنَشًّا، قَالَتْ أَتَدْرِي مَا النَّشُّ؟ قَالَ: قُلْت: لَا. قَالَتْ: نِصْفُ أُوقِيَّةٍ، فَتِلْكَ خَمْسُمِائَةِ دِرْهَمٍ، فَهَذَا صَدَاقُ رَسُولِ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – لِأَزْوَاجِهِ» رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

956. Dari Abu Salamah bin Abdurrahman Radhiyallahu Anhu, ia berkata, “Aku bertanya kepada Aisyah Radhiyallahu Anha, “Berapa maskawin Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam? Ia menjawab, “Mahar Rasulullah kepada para istrinya 12 Uqiyah dan nasy. Ia bertanya, “Tahukah engkau apa itu nasy? Aku menjawab, “Tidak.” Aisyah berkata, “Setengah uqiyah, jadi semuanya 500 dirham. Inilah mahar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kepada para istrinya.” (HR. Muslim)

[shahih, Muslim (1426)]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Biografi Perawi

Abu Salamah adalah Abu Salamah bin Abdurrahman bin Auf Az-Zuhri Al-Qurasyi salah satu dari tujuh orang yang dikenal dengan fikih Madinah. Salah seorang tabi’in yang terkenal dan banyak ilmu. Dikatakan juga, bahwa namanya adalah panggilannya. Banyak hafal hadits, mempunyai luas pengetahuan tentang ilmu riwayat hadits. Mendengarkan hadits dari jama’ah shahabat, dan banyak yang mengambil hadits darinya, wafat tahun 94 H. Ada yang mengatakan tahun 104 H, pada usia 70 tahun.

Penjelasan Kalimat

Yang dimaksud uqiyah dalam hadits ini adalah uqiyah orang-orang Hijaz, yaitu 40 dirham, dan perkataan Aisyah itu berdasarkan apa yang berlaku pada umumnya, sebab maharnya Shafiyah adalah kemerdekaannya. Ada juga yang mengatakan, begitu juga dengan Juwairiyah. Mahar Khadijah Radhiyallahu Anha tidak sampai seperti itu. Ummu Habibah maharnya dibayar raja An-Najasyi sebesar 4000 dinar dan 4000 dirham sebagai hadiah dan penghormatan terhadap Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, bukan atas perintah beliau, Namun demikian, beliau menetapkannya. Inilah pemberitahuan dari Aisyah tentang mahar yang biasa Nabi berikan kepada istri-istri beliau, para pengikut madzbah Asy-Syafi’i mensunnahkan mahar itu paling sedikit 500 dirham.

Sedangkan ukuran mahar paling sedikit yang dianggap sah dalam sebuah pernikahan sudah dijelaskan dalam pembahasan terdahulu. Sedangkan jumlah mahar paling banyak tidak dibatasi. Allah Ta’ala berfirman,

{وَآتَيْتُمْ إِحْدَاهُنَّ قِنْطَارًا}

“Sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak.” (QS, An-Nisaa’: 20)

Makna ‘qinthara’ [dalam ayat] ada yang berpendapat: seukuran 1200 uqiyyah emas. Ada yang mengatakan sebanyak perkakas yang menempel pada sapi jantan mulai dari kalung, yang menggantung leher yang terbuat dari emas. Ada yang mengatakan: 70.000 kilo. Ada yang mengatakan: 200 liter emas.

Suatu ketika Umar menyampaikan khuthbah, ia berkeinginan untuk membatasi mahar seperti mahar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam terhadap para istri beliau dan menyerahkan kelebihan dari ukuran tersebut ke Baitul Mal, tiba-tiba ada seorang wanita berdiri membantah pendapat Umar berdasarkan firman Allah Ta’ala, “Sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak.” (QS. An-Nisaa’: 20), maka Umar meralat kembali pendapatnya dan berkata, “Kalian sekarang sudah lebih pintar dari Umar.”

0957

وَعَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: «لَمَّا تَزَوَّجَ عَلِيٌّ فَاطِمَةَ. قَالَ لَهُ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: أَعْطِهَا شَيْئًا قَالَ: مَا عِنْدِي شَيْءٌ. قَالَ: فَأَيْنَ دِرْعُك الْحُطَمِيَّةُ؟» رَوَاهُ أَبُو دَاوُد، وَالنَّسَائِيُّ، وَصَحَّحَهُ الْحَاكِمُ.

957. Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma berkata, “Ketika Ali menikah dengan Fatimah Radhiyallahu Anha, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepadanya, “Berikanlah sesuatu kepadanya.” Ali menjawab, “Aku tidak mempunyai apa-apa.” Beliau bersabda, “Mana baju besi buatan Al-Huthamiyah milikmu?” (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i, hadits shahih menurut Al-Hakim)

[Shahih: Abi Dawud (2125)]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Penjelasan Kalimat

“Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma berkata, “Ketika Ali menikah dengan Fatimah Radhiyallahu Anha (pemimpin seluruh wanita di akhirat kelak. Ali menikah dengannya pada tahun 2 H di bulan Ramadhan dan hidup serumah dengan Ali pada bulan Dzulhijjah, melahirkan Hasan, Husain, Muhsin, Zainab, Ruqayah dan Ummi Kultsum. Wafat di Madinah setelah 3 bulan sepeninggal Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, kami telah menuliskan biografinya dengan lengkap di kitab Ar-Raudhah An-Nadiyyah) Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepadanya, “Berikan sesuatu kepadanya.” Ali menjawab, “Aku tidak mempunyai apa-apa. Beliau bersabda, “Mana baju besi buatan Al-Huthamiyyah milikmu (nisbat kepada Huthamah bin Muharib keturunan dari kabilah Abdul Qais, mereka bekerja sebagai pembuat baju besi).

Tafsir Hadits

Hadits ini adalah dalil yang menunjukkan perintah untuk memberikan mahar kepada istri sebelum berhubungan, karena hal itu sangat berpengaruh bagi perasaan wanita, dan ini sudah diketahui banyak orang. Tidak dijelaskan dalam riwayat hadits, apakah Ali benar-benar memberikan baju besi tersebut atau mengganti dengan yang lain. Banyak sekali riwayat yang menegaskan apa-apa yang diberikan Ali Radhiyallahu Anhu kepada Fatimah Radhiyallahu Anha, hanya saja semua itu tidak berdasarkan sanad yang diakui.

 

والله أعلمُ بالـصـواب

Download Sumber

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *