[ UIC 10.4 ] Kitab Subulus Salam Syarh Bulughul Maram 222

06. KITAB HAJI – 06.05. BAB CARA HAJI DAN MEMASUKI KOTA MEKAH 08

0708

وَعَنْ الْمِسْوَرِ بْنِ مَخْرَمَةَ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ -: «أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – نَحَرَ قَبْلَ أَنْ يَحْلِقَ، وَأَمَرَ أَصْحَابَهُ بِذَلِكَ» . رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ.

708. Dari Al-Miswar bin Mahramah Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Salam menyembelih kurban sebelum mencukur rambut dan menyuruh para shahabat untuk melakukan demikian.” (HR Al-Bukhari)

[Shahih: Al-Bukhari (1811).]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Biografi Perawi

Al-Miswar bin Makhramah adalah seorang seorang shahabat dari keturunan Qurasy. Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam meninggal saat ia berumur delapan tahun. Ia melakukan sima’ dan hifzh dari beliau. Setelah terbunuhnya Utsman, ia pindah dari Madinah ke Mekah. Ia menetap di sana hingga dikepung oleh tentara Yazid, dan ia dibunuh saat sedang melakukan shalat pada awal tahun 61 H. Ia adalah ahli fadhl dan agama.

Tafsir Hadits

Hadits ini merupakan dalil untuk mendahuluan kurban dari pada memotong rambut, dan hal ini telah dijelaskan sebelumnya bahwa termasuk perkara yang diperintahkan.

Hadits Al-Miswar ini hanyalah sebagai pengabaran tentang perbuatan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam umrah Hudaibiyah, sehingga beliau terhalang lalu bertahallul dengan menyembelih hewan. Al-Bukhari membuat bab tentangnya dengan judul, ‘Bab berkorban sebelum mencukur pada waktu terhalang’.

Al-Bukhari mengisyaratkan bahwa tertib [urutan] ini hanya berlaku khusus bagi orang yang terhalang dengan perintah wajib, ia telah mengeluarkannya dengan makna ini. Al-Bukhari telah mengeluarkannya dengan hadits panjang di dalam kitab Asy-Syuruth, di dalamnya disebutkan,

«أَنَّهُ قَالَ؛ لِأَصْحَابِهِ: قُومُوا فَانْحَرُوا ثُمَّ احْلِقُوا»

bahwa beliau berkata kepada shahabatnya, “Berdirilah kalian dan berkorbanlah kemudian cukurlah [rambut kalian].” [shahih, Al-Bukhari (2731)]

Di dalam hadits ini ada perkataan Ummu Salamah kepada beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam,

اُخْرُجْ ثُمَّ لَا تُكَلِّمُ أَحَدًا مِنْهُمْ كَلِمَةً حَتَّى تَنْحَرَ بَدَنَك فَخَرَجَ فَنَحَرَ بَدَنَهُ ثُمَّ دَعَا حَالِقَهُ فَحَلَقَهُ

“Keluarlah, lalu janganlah kamu berbicara dengan seorang pun dari mereka hingga kamu menyembelih kambingmu, maka beliau menyembelih kambingnya, kemudian memanggil tukang cukurnya lalu tukang cukur itu mencukur beliau.” (Al-Hadits), yang lebih bagus penulis mengakhirkan pembahasan ini pada bab terhalang [al-ihshar].

0709

وَعَنْ عَائِشَةَ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا – قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: «إذَا رَمَيْتُمْ وَحَلَقْتُمْ فَقَدْ حَلَّ لَكُمْ الطِّيبُ وَكُلُّ شَيْءٍ إلَّا النِّسَاءَ» رَوَاهُ أَحْمَدُ وَأَبُو دَاوُد، وَفِي إسْنَادِهِ ضَعْفٌ.

709. Dari Aisyah Radhiyallahu Anha, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Bila kalian telah selesai melempar dan mencukur, maka dihalalkan untukmu memakai wewangian dan segala sesuatu kecuali perempuan.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud dalam sanadnya ada kelemahan)

[Shahih: Abi Dawud (1978) tanpa ada tambahan kata ‘wa halaqtum’ ini adalah lemah. Lihat Al-Irwa’ (1046).]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Penjelasan Kalimat

“Dari Aisyah Radhiyallahu Anha, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Bila setelah selesai melempar dan mencukur, maka dihalalkan untukmu memakai wewangian dan segala sesuatu kecuali perempuan.” HR. Ahmad dan Abu Dawud dalam sanadnya ada kelemahan (karena hadits ini berasal dari riwayat Al-Hajjaj bin Artha’ah, dan hadits ini memiliki jalur lain yang menguatkannya).

Tafsir Hadits

Hadits ini menunjukkan bahwa dengan berkumpulnya dua hal, yakni jumrah aqabah dan mencukur rambut dapat menghalalkan perkara-perkara yang terlarang bagi muhrim (orang yang berihram) kecuali masalah wanita, yakni mereka tidak boleh mencampuri wanita kecuali setelah melakukan thawaf ifadhah. Secara zhahir hadits ini menunjukkan boleh memakai wangi-wangian dan juga yang lainnya kecuali melakukan hubungan badan setelah melempar jumrah jika belum bercukur rambut.

0710

وَعَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا – أَنَّ النَّبِيَّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَالَ: «لَيْسَ عَلَى النِّسَاءِ حَلْقٌ، وَإِنَّمَا يُقَصِّرْنَ» رَوَاهُ أَبُو دَاوُد بِإِسْنَادٍ حَسَنٍ.

710. Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma, dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Tidak ada kewajiban mencukur bagi perempuan, namun mereka cukup memendekkannya.” (HR. Abu Dawud dengan sanad hasan)

[Shahih: Abi Dawud (1984,1985).]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Tafsir Hadits

Hukum yang terkandung dalam hadits ini telah dijelaskan dalam syarah, bahwa mencukur rambut tidak diwajibkan bagi wanita, tetapi jika mereka mencukurnya, maka hukumnya sah.

0711

وَعَنْ ابْنِ عُمَرَ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا -، «أَنَّ الْعَبَّاسَ بْنَ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ اسْتَأْذَنَ رَسُولَ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – أَنْ يَبِيتَ بِمَكَّةَ لَيَالِيَ مِنًى، مِنْ أَجْلِ سِقَايَتِهِ، فَأَذِنَ لَهُ» . مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

711. Dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma, bahwa Abbas bin Abdul Muththalib memohon izin kepada Rasulullah untuk menginap di Mekah pada malam-malam yang seharusnya berada di Mina karena tugasnya memberi minum jamaah haji, lalu beliau mengizinkannya. (Muttafaq Alaih)

[shahih, Al-Bukhari (1643), Muslim (315).]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Tafsir Hadits

Hadits ini menunjukkan bahwa wajib hukumnya menginap di Mina pada malam kedua di hari raya kurban dan juga pada malam ketiganya, kecuali bagi orang yang mempunyai udzur.

Al-Hanafiyah mengatakan, bahwa menginap di Mina hukumnya sunnah. Ada yang mengatakan, hukum ini hanya berlaku khusus bagi Al-Abbas dan tidak berlaku bagi yang lain. Ada juga yang mengatakan, tetapi hanya diperintahkan kepada orang yang butuh [mempersiapkan] minumannya, inilah pendapat yang kuat, karena tidak sempurna baginya seorang diri menyiapkan air bagi orang-orang yang minum, apakah khusus air saja, atau sesuatu yang semakna dengannya, seperti makanan dan yang lainnya. Begitu juga menjaga hartanya dan mengobati sakitnya ini juga masuk dalam kategori. Menurut Asy-Syafi’i menunjukkan kesesuaian hadits ini dengan sabda beliau,

0712

وَعَنْ عَاصِمِ بْنِ عَدِيٍّ: «أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – رَخَّصَ لِرِعَاءِ الْإِبِلِ فِي الْبَيْتُوتَةِ عَنْ مِنًى يَرْمُونَ يَوْمَ النَّحْرِ ثُمَّ يَرْمُونَ الْغَدَ وَمِنْ بَعْدِ الْغَدِ، لِيَوْمَيْنِ، ثُمَّ يَرْمُونَ يَوْمَ النَّفْرِ» رَوَاهُ الْخَمْسَةُ وَصَحَّحَهُ التِّرْمِذِيُّ وَابْنُ حِبَّانَ.

712. Dari Ashim bin Adi, bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam memberikan keringan kepada -para penggembala unta untuk bermalam di luar kota Mina, mereka melempar jumrah pada hari raya kurban, mereka melempar besok dan besok lusa untuk dua hari, kemudian mereka melempar pada hari nafar (tanggal 14). (HR. Al-Khamsah, dan dishahihkan oleh At-Tirmidzi dan Ibnu Hibban)

[Shahih Abi Dawud (1975, 1976).]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Biografi Perawi

Ashim bin Adi, beliau adalah Abu Abdillah atau Umar atau Amr. Pelayan bani Ubaid bin Zaid dari bani Amr bin Auf dari Anshar. Mengikuti perang Badar dan juga peperangan-peperangan sesudahnya. Ada yang mengatakan: ia tidak ikut dalam peperangan Badar, tetapi ia keluar bersama Rasulullah Shallallahu Alaihai wa Sallam, lalu beliau memulangkannya kepada penduduk Masjid Adh-Dhurar karena sesuatu hal. Maka ia diberi bagian [saham] ghanimah dan juga mendapatkan pahala seperti orang yang turut serta dalam perang Badar. Meninggal pada tahun 45 H. Ada juga yang mengatakan, bahwa ia mati syahid dalam peperangan Al-Yamamah dalam usia 120 tahun.

Penjelasan Kalimat

“Dari Ashim bin Adi, bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam memberikan keringan kepada para penggembala unta untuk bermalam di luar kota Mina, mereka melempar jumrah (jumrah aqabah, lalu mereka pergi dan tidak menginap di Mina) pada hari raya kurban, mereka melempar besok dan besok lusa untuk dua hari (yakni mereka melempar jumrah pada hari ketiga, oleh karena hari itu dan hari yang mereka tertinggal dari jumrah yakni hari kedua), kemudian mereka melempar pada hari nafar (tanggal 14) (yakni hari keempat, jika mereka tidak tergesa-gesa).

Tafsir Hadits

Hadits ini menunjukkan bahwa dibolehkan bagi orang-orang yang berhalangan tidak menginap di Mina, hal ini tidak hanya berlaku khusus bagi Al-Abbas dan juga orang-orang yang diberi minuman, jika terjadi pada seseorang tentang minumannya maka boleh baginya seperti yang dibolehkan kepada penduduk yang minumannya zam-zam.

 

والله أعلمُ بالـصـواب

Download Sumber

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *