[ UIC 10.4 ] Kitab Subulus Salam Syarh Bulughul Maram 216

06. KITAB HAJI – 06.05. BAB CARA HAJI DAN MEMASUKI KOTA MEKAH 02

0685

وَعَنْ خُزَيْمَةَ بْنِ ثَابِتٍ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – «أَنَّ النَّبِيَّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – كَانَ إذَا فَرَغَ مِنْ تَلْبِيَتِهِ فِي حَجٍّ أَوْ عُمْرَةٍ سَأَلَ اللَّهَ رِضْوَانَهُ وَالْجَنَّةَ وَاسْتَعَاذَ بِرَحْمَتِهِ مِنْ النَّارِ» . رَوَاهُ الشَّافِعِيُّ. بِإِسْنَادٍ ضَعِيفٍ.

685. Dari Khuzaimah bin Tsabit Radhiyallahu Anhu, bahwa apabila Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam selesai dari talbiyahnya dalam haji atau umrah, beliau memohon kepada Allah akan ridha-Nya dan surga, dan berlindung dengan rahmat-Nya dari api neraka.” (HR. Asy-Syafi’ dengan sanad yang lemah)

[dhaif, Asy-Syafi’i dalam Al-Musnad (1/123).]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Penjelasan Kalimat

Hadits ini gugur dari tulisan pensyarah yang kami temukan, dan ia tidak membicarakan tentangnya. Sisi kedhaifannya adalah dalam sanad hadits ini ada Shalih bin Muhammad bin Ali Zaidah Abu Waqid Al-Laitsi, mereka mendhaifkannya.

Tafsir Hadits

Hadits ini menunjukkan sunnahnya berdoa setiap selesai talbiyah yang dilakukan orang yang berihram dalam waktu (keadaan) kapan pun dengan doa ini dan yang semisalnya. Dan mungkin juga yang dimaksud dengan selesai di sini adalah selesai waktu yang disyariatkannya, yatu ketika melempar jumrah aqabah, namun pendapat pertama yang lebih kuat.

0686

وَعَنْ جَابِرٍ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: «نَحَرْت هَا هُنَا، وَمِنًى كُلُّهَا مَنْحَرٌ، فَانْحَرُوا فِي رِحَالِكُمْ، وَوَقَفْتُ هَهُنَا وَعَرَفَةُ كُلُّهَا مَوْقِفٌ، وَوَقَفْت هَاهُنَا وَجَمْعٌ كُلُّهَا مَوْقِفٌ» رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

686. Dari Jabir Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Aku berkorban di sini dan Mina, seluruhnya tempat penyembelihan kurban, maka berkurbanlah di kemah-kemah [rumah] kamu. Aku wukuf di sini dan Arafah, seluruhnya tempat wukuf. Aku menginap di sini dan Muzdalifah seluruhnya tempat menginap.” (HR. Muslim)

[shahih, Muslim (1218).]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Penjelasan Kalimat

“Dari Jabir Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Aku berkorban di sini dan Mina, seluruhnya tempat penyembelihan kurban, maka berkurbanlah di kemah-kemah [rumah] kamu. Aku wukuf di sini dan Arafah, seluruhnya tempat wukuf (batasan Arafah adalah mulai dari luar lembah Arafah sampai ke gunung yang berhadapan dengan kebun-kebun bani Amir). Aku menginap di sini dan Muzdalifah seluruhnya tempat menginap.”

Tafsir Hadits

Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah tidak menentukan kepada seseorang dalam menyembelih kurbannya sehingga bebas baginya unruk melakukan kurbannya, begitu juga halnya dengan wukufnya di Arafah dan menginap. Akan tetapi, hal itu diserahkan kepada mereka, sehingga mereka dapat melakukan kurban di tempat manapun di kawasan Mina, dan kurban yang mereka lakukan dianggap sah. Dan mereka melakukan wukuf di tempat manapun selagi di kawasan Arafah, begitu juga halnya dengan menginap, maka semuanya dianggap sah. Ini merupakan penjelasan di dalam keterangan sebagai bentuk keringanan kepada mereka. Hal ini berfaedah bagi orang yang melakukan haji bersama beliau, bagi orang yang tidak bisa menginap di tempat beliau, tidak bisa berkurban seperti tempat beliau berkorban, karena orang yang berhaji bersama beliau tidaklah dapat terhitung jumlahnya. Dan tidaklah mungkin cukup tempat wukuf dan sembelihan beliau jika mereka melakukan di satu tempat yang sama. Dan dam yang tempatnya di Mina yaitu dam haji qiran, tamattu’, terhalang, kerusakan dan tathawwu’ dengan sembelihan. Adapun yang melazimkan umrah maka tempat damnya di Mekah. Adapun semua dam yang wajib lainnya tempatnya di Al-Haram, dalam hal ini ada perselisihan pendapat yang sudah ma’ruf.

0687

وَعَنْ عَائِشَةَ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا -، «أَنَّ النَّبِيَّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – لَمَّا جَاءَ إلَى مَكَّةَ دَخَلَهَا مِنْ أَعْلَاهَا وَخَرَجَ مِنْ أَسْفَلِهَا» . مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

687. Dari Aisyah Radhiyallahu Anha, bahwa ketika Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam memasuki Mekah, beliau masuk dari jalan atasnya, dan ketika keluar dari jalan bawahnya. (Muttafaq Alaih)

[shahih, Al-Bukhari (1577), Muslim (1258).]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Penjelasan Kalimat

“Dari Aisyah Radhiyallahu Anha, bahwa ketika Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, beliau masuk Mekah dari jalan atasnya, dan ketika keluar dari jalan bawahnya (ini merupakan pengabaran masuknya Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pada amul Fath [penaklukan kota Mekah]. Beliau masuk ke Mekah melalui suatu tempat yang disebut dengan Kada” [nama sebuah pemakaman bagi penduduk Mekah]). Pada awalnya tempat ini adalah tempat tinggi yang sulit untuk didaki, kemudian dibangun oleh Muawiyah, lalu diteruskan oleh Abdul Malik, Lalu Al-Mahdi. Dan disempurnakan pembangunannya pada zaman Sultan Mesir Al-Muayyid sekitar abad ke duapuluh delapan. Dan yang dimaksud dengan jalan bawah Mekah adalah jalan bawah yang disebut juga dengan Kuda.

Masuknya Rasulullah dari jalan atas sebagaimana tersebut dalam riwayat, “Bahwa Abu Sufyan berkata, “Aku tidak masuk Islam hingga aku melihat ada kuda tampak dari Kada’ maka Al-Abbas berkata kepadanya, “Apa ini?” Ia menjawab, “Sesuatu yang masuk ke hatiku, dan Allah tidak pernah menampakkan kuda dari sini selamanya.” Al-Abbas berkata, “Maka aku ingatkan Abu Sufyan dengan hal itu tatkala Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam masuk darinya.” [Dalail An-Nubuwwah (5/49).]

0688

«وَعَنْ ابْنِ عُمَرَ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا -، أَنَّهُ كَانَ لَا يَقْدَمُ مَكَّةَ إلَّا بَاتَ بِذِي طُوًى حَتَّى يُصْبِحَ وَيَغْتَسِلَ، وَيَذْكُرُ ذَلِكَ عَنْ النَّبِيِّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -» ، مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

688. Dari Ibnu Umar, bahwa ia tidak datang ke Mekah kecuali setelah bermalam di Dzu Thuwa hingga waktu pagi dan mandi. Ia menyebutkan hal itu dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. (Muttafaq Alaih)

[shahih, Al-Bukhari (1573), Muslim (1259).]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Penjelasan Kalimat

“Dari Ibnu Umar, bahwa ia tidak datang ke Mekah kecuali setelah bermalam (pada malam kedatangannya) di Dzu Thuwa (yakni, nama tempat di dekat Mekah) hingga waktu pagi dan mandi (bahwa beliau melakukannya). Ia menyebutkan hal itu dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam.”

Tafsir Hadits

Hadits ini menunjukkan sebuah perkara yang sunnah, bahwa beliau masuk ke Mekah pada waktu siang hari, inilah pendapat mayoritas ulama. Ada juga sebagian ulama yang berpendapat, bahwa antara siang dan malam sama saja. Dan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam masuk ke Mekah pada waktu umrah Ju’ranah pada malam hari. Dan hadits ini menunjukkan sunnahnya mandi sebelum masuk kota Mekah.

0689

وَعَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا -، أَنَّهُ كَانَ يُقَبِّلُ الْحَجَرَ الْأَسْوَدَ وَيَسْجُدُ عَلَيْهِ، رَوَاهُ الْحَاكِمُ مَرْفُوعًا وَالْبَيْهَقِيُّ مَوْقُوفًا.

689. Dari Ibnu Abbas, bahwa ia pernah mencium hajar aswad dan sujud [meletakkan dahi] padanya. (Diriwayatkan oleh Al-Hakim dengan marfu’ dan Al-Baihaqi dengan mauquf)

//Al-Albani berkata: Sujud pada hajar Aswad, shahih secara marfu dan mauquf. Al-Irwa 1112. Ebook editor/

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Penjelasan Kalimat

“Dari Ibnu Abbas, bahwa ia pernah mencium hajar aswad dan meletakkan dahi padanya. Diriwayatkan oleh Al-Hakim dengan marfu’ dan Al-Baihaqi dengan mauquf” (dan hadits ini dihasankan oleh Ahmad, dan juga diriwayatkan oleh Al-Azraqi dengan sanadnya kepada Muhammad bin Ibad, ia berkata, “Saya melihat Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu datang pada hari tarwiyah, maka ia mencium hajar aswad dan melakukan sujud padanya, lalu menciumnya lagi dan sujud tiga kali.” Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dengan sanadnya dari hadits Abu Dawud Ath-Thayalisi dari Ja’far bin Utsman Al-Makhzumi, “Ia berkata, “Saya melihat Muhammad bin Ibad bin Ja’far mencium hajar aswad dan melakukan sujud padanya.” Dan ia berkata, “Saya melihat pamanku Ibnu Abbas mencium hajar aswad dan melakukan sujud padanya, dan ia berkata, “Saya melihat Umar mencium hajar Aswad dan melakukan sujud padanya, lalu berkata, “Saya melihat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam melakukannya.” Dan hadits Umar dalam Shahih Muslim, bahwa ia mencium hajar aswad dan memegangnya, dan ia berkata, “Saya melihat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam melakukan ini terhadapmu [ucapan ini dimaksudkan bahwa ia melakukannya karena semata-mata mengikuti sunnah Rasulullah, bukan untuk menghormati batu tersebut sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang kafir terhadap batu dan patung, penj]. Semua ini menunjukkan bahwa hadits ini adalah dalil diperintahkanya mencium hajar aswad dan melakukan sujud padanya).

 

والله أعلمُ بالـصـواب

Download Sumber

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *