[ UIC 10.4 ] Kitab Subulus Salam Syarh Bulughul Maram 214

06. KITAB HAJI – 06.04. BAB IHRAM 06

0682

وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدِ بْنِ عَاصِمٍ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَالَ: «إنَّ إبْرَاهِيمَ حَرَّمَ مَكَّةَ وَدَعَا؛ لِأَهْلِهَا، وَإِنِّي حَرَّمْت الْمَدِينَةَ كَمَا حَرَّمَ إبْرَاهِيمُ مَكَّةَ، وَإِنِّي دَعَوْت فِي صَاعِهَا وَمُدِّهَا بِمِثْلِ مَا دَعَا بِهِ إبْرَاهِيمُ لِأَهْلِ مَكَّةَ» مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

682. Dari Abdullah bin Zaid bin Ashim Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya Ibrahim mengharamkan kota Mekah dan mendoakan untuk penghuninya. Dan aku mengharamkan kota Madinah sebagaimana Ibrahim mengharamkan kota Mekah, dan aku mendoakan untuk sha’ dan mudnya seperti yang didoakan Ibrahim untuk penghuni Mekah.” (Muttafaq Alaih)

[shahih, Al-Bukhari (7333), Muslim (1361).]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Penjelasan Kalimat

“Dari Abdullah bin Zaid bin Ashim Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasululah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya Ibrahim mengharamkan kota Mekah (dalam riwayat yang lain disebutkan, “Sesungguhnya Allah mengharamkan Mekah”, hal ini tidak menunjukkan adanya kontradiksi, yang dimaksud adalah bahwa Allah menghukumi keharamannya dan Ibrahim hanyalah menyatakan hukum ini kepada hamba-Nya) dan mendoakan untuk penghuninya (sehingga ia berkata, “Ya Rabb-ku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian.” (QS. Al-Baqarah: 126) dan juga dalam ayat yang lain) Dan aku mengharamkan kota Madinah (sebuah nama untuk kota tempat hijrah Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, maka tidak ada bayangan yang lain ketika nama itu disebut kecuali Madinah) sebagaimana Ibrahim mengharamkan kota Mekah, dan aku mendoakan untuk sha’ (yakni ukuran yang dijadikan ukuran saat itu, dan keduanya sudah makruf) dan mudnya seperti yang didoakan Ibrahim untuk penghuni Mekah (Yang dimaksud dengan pengharaman kota Mekah adalah keamanan penduduknya dari peperangan, dan pengharaman bagi orang yang memasukinya. Sebagaimana tersebut dalam firman Allah, “Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia,” (QS. Ali Imran: 97), dan haramnya berburu di dalamnya, memotong pepohonannya, dan memotong duri pepohonannya. Dan yang dimaksud dengan pengharaman Madinah adalah pengharaman berburu di dalamnya, tidak memotong pepohonan di dalamnya, dan tidak membuat kekacauan di dalamnya. Dalam masalah pengharaman Madinah ini terjadi definisi perbedaan pendapat yang sangat bervariasi. Dan riwayat yang rajih adalah, “Dan tempat antara kedua [bukit]nya.” Karena banyaknya perawi dalam riwayat ini.

0683

وَعَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: «الْمَدِينَةُ حَرَامٌ مَا بَيْنَ عَيْرٍ إلَى ثَوْرٍ» رَوَاهُ مُسْلِمٌ

683. Dari Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersahda, “Sesungguhnya kota Mekah iiu tanah haram antara ‘Air dan Tsaur.” (HR. Muslim)

[shahih, Muslim (1370).]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Penjelasan Kalimat

“Dari Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya kota Mekah itu tanah haram antara ‘Air (nama sebuah gunung di Madinah) dan Tsaur (nama sebuah gunung di Madinah. Ia berkata: hadits ini shahih. Adapun perkataan Abu Ubaid Al-Qasim bin Salim dan yang lainnya, “Sesungguhnya ini hanyalah koreksi, dan yang benar adalah sampai ke Uhud karena Tsaur berada di Mekah. Dan tidaklah bagus apa yang dikabarkan kepadaku dari Asy-Syuja’ Al-Ba’li Asy-Syaikh Az-Zahid dari Al-Hafizh Abi Muhammad Abdissalam Al-Bashari bahwa kaki gunung Uhud ada gunung kecil di belakangnya yang disebut dengan Tsaur. Saya beberapa kali bertanya kepada orang-orang Arab yang mengetahui tempat itu, dan semuanya menjawab bahwa nama tempat itu adalah Tsaur. Dan apa yang dituliskan kepadaku dari Syaikh Afifuddin Al-Mathari, dari ayahnya yang hafizh dan tsiqah berkata, “Sesungguhnya di belakang Uhud sebelah kirinya ada sebuah gunung kecil yang dinamakan dengan Tsaur, hal ini diketahui oleh sebagian sesepuh penduduk Madinah. Dan ini tidak menafikan hadits, “dan tempat antara kedua [bukit]nya”, karena keduanya tanah berbatu yang memanjang [mengelilingi] sebagaimana tersebut di dalam Al-Qamus. Dan ‘Air dan Tsaur keduanya mengelilingi Madinah, maka hadits Air dan Tsaur menjelaskan tentang kedua bukit.

 

والله أعلمُ بالـصـواب

Download Sumber

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *