[ UIC 10.4 ] Kitab Subulus Salam Syarh Bulughul Maram 128

02.13. BAB SHALAT KHAUF 02

0439

439 – وَعَنْ جَابِرٍ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – قَالَ: «شَهِدْت مَعَ رَسُولِ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – صَلَاةَ الْخَوْفِ. فَصَفَفْنَا صَفَّيْنِ: صَفٌّ خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -، وَالْعَدُوُّ بَيْنَنَا وَبَيْنَ الْقِبْلَةِ فَكَبَّرَ النَّبِيُّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – وَكَبَّرْنَا جَمِيعًا، ثُمَّ رَكَعَ وَرَكَعْنَا جَمِيعًا، ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ الرُّكُوعِ وَرَفَعْنَا جَمِيعًا، ثُمَّ انْحَدَرَ بِالسُّجُودِ وَالصَّفُّ الَّذِي يَلِيهِ، وَأَقَامَ الصَّفَّ الْمُؤَخَّرَ فِي نَحْرِ الْعَدُوِّ، فَلَمَّا قَضَى السُّجُودَ قَامَ الصَّفُّ الَّذِي يَلِيهِ» ، فَذَكَرَ الْحَدِيثَ. وَفِي رِوَايَةٍ: «ثُمَّ سَجَدَ وَسَجَدَ مَعَهُ الصَّفُّ الْأَوَّلُ، فَلَمَّا قَامُوا سَجَدَ الصَّفُّ الثَّانِي، وَذَكَرَ مِثْلَهُ. وَفِي أَوَاخِرِهِ: ثُمَّ سَلَّمَ النَّبِيُّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – وَسَلَّمْنَا جَمِيعًا» رَوَاهُ مُسْلِمٌ

439. Dari ]abir Radhiyallahu Anhu ia berkata, “Aku menyaksikan bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam shalat khauf. Maka kami membuat dua shaf, satu shaf di belakang Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sedang musuh berada di antara kami dan Qiblat, kemudian Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bertakbir dan kami semua bertakbir, kemudian beliau ruku’ maka kami pun ruku’, kemudian beliau mengangkat kepala dari ruku’ maka kami pun mengangkat kepala, kemudian beliau turun untuk sujud dan shaf yang berada setelah beliau, dan shaf yang terakhir tetap berdiri ke arah musuh, maka ketika beliau menyelesaikan sujud berdirilah shaf yang berada setelah beliau itu, demikian hadits disebutkan. Dalam riwayat yang lain, “…kemudian beliau sujud dan sujudlah bersamanya shaf yang pertama, dan ketika mereka berdiri maka bersujudlah shaf yang kedua, dan demikian disebutkan serupanya, dan pada akhirnya Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam salam dan kami juga salam semuanya.” (HR. Muslim)

[Shahih: Muslim 840]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Penjelasan Kalimat

“Aku menyaksikan bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam shalat Khauf. Maka kami membuat dua shaf, satu shaf di belakang Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sedang musuh berada diantara kami dan Qiblat, kemudian Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bertakbir dan kami semua bertakbir, kemudian beliau ruku’ maka kami pun ruku’, kemudian beliau mengangkat kepala dari ruku’ maka kami pun mengangkat kepala semuanya, kemudian beliau turun untuk sujud dan shaf yang berada disetelah beliau (yakni shaf yang setelah beliau juga sujud ini adalah bentuk meng-athaf-kan -menyambungkan- kepada kata ganti langsung tanpa ta’kid (penguat), karena telah terjadi pemisahan) dan shaf yang terakhir tetap berdiri ke arah musuh, maka ketika beliau menyelesaikan sujud berdirilah shaf yang berada setelah beliau itu, demikian hadits disebutkan (kelengkapan hadits ini adalah, “…kemudian shaff terakhir turun untuk sujud dan mereka berdiri, kemudian majulah shaf yang terakhir dan mundurlah shaf yang di depan, kemudian Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam ruku maka kami pun ruku’ semuanya, kemudian beliau mengangkat kepalanya dari ruku’ maka kami pun mengangkat kepala kami semua, kemudian beliau turun untuk sujud dan shaf yang setelah beliau yang tadinya berada di belakang pada rakaat pertama, dan shaf yang terakhir berdiri. menghadap musuh, ketika Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam menyelesaikan sujud begitu juga shaf yang setelah beliau maka shaf yang di belakang turun untuk sujud dan mereka sujud kemudian Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam mengucapkan salam, maka kami pun semuanya salam. Berkata Jabir, “Apa yang kalian lakukan ini seperti mereka menjaga pemimpin-pemimpin mereka.” Lafazh hadits dari Muslim.

“Lafazh dalam riwayatyang lain”, yakni riwayat di Muslim dari Jabir Radhiyallahu Anhu yang dalam riwayat ini ada penentuan tentang orang-orang yang menyerang mereka, lafazhnya sebagai berikut, “Kami bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memerangi kaum dari Juhainah. Mereka memerangi kami dengan pertempuran yang hebat. Ketika kami shalat Zhuhur, berkatalah orang-orang musyrik, “Jika kita dapatkan kesempatan atas mereka dengan satu kelengahan, maka kita akan potong-potong mereka”, kemudian Jibril mengabarkan hal itu kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam maka beliau menceritakan itu kepada kami, beliau bersabda, “Mereka berkata, Sesungguhnya mereka akan datang waktu shalat yang lebih mereka cintai dari dunia, maka ketika datang shalat Ashar…” sampai pada ucapan rawi, “kemudian beliau sujud dan sujudlah bersamanya shaf yang pertama, dan ketika mereka berdiri maka bersujudlah shaf yang kedua, dan demikian disebutkan serupanya”, kemudian ia berkata, kemudian mereka berdiri pada posisi pertama maka bertakbirlah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan kami pun bertakbir, beliau ruku’ maka kami pun ruku’ kemudian beliau sujud dan sujudlah bersama beliau shaf yang pertama, dan ketika shaf yang kedua sujud mereka duduk semuanya.” Dan pada akhirnya kemudian Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam mengucapkan salam, maka kami pun salam semuanya.” (HR. Muslim)

Tafsir Hadits

Hadits ini menunjukkan bahwa jika musuh berada di arah kiblat, maka aturan shalat khauf berbeda ketika posisi musuh berada selain arah kiblat. Karena jika posisi musuh ada di arah kiblat maka penjagaan dapat dilakukan dengan keikutsertaan mereka semua dalam shalat. Hal ini disebabkan karena penjagaan itu hanya dibutuhkan ketika sedang sujud saja. Maka mereka mengikuti imam dalam berdiri dan ruku’, shaf yang lain menjaga ketika dalam keadaan dua sujud dengan tidak mengikuti imam, kemudian mereka sujud ketika shaf pertama telah berdiri dan shaf belakang maju ke posisi shaf pertama, dan shaf pertama mundur ke shaf belakang, supaya shaf belakang bisa mengikuti imam dalam dua sujud yang terakhir, sehingga memungkinkan setiap kelompok mengikuti imam dalam dua sujud.

Hadits ini juga menunjukkan bahwa penjagaan tidak diperlukan kecuali ketika sujud saja tidak pada keadaan ruku’, karena dalam keadaan sujud tidak dapat mengetahui keadaan musuh. Tatacara ini tidak sesuai dengan dzahir ayat dan tidak sesuai dengan riwayat pertama dari Shalih bin Khawwat juga riwayat Ibnu Umar. Namun sudah dikatakan bahwa tatacara shalat khauf ini berbeda-beda sesuai dengan kondisi.

0440

440 – وَلِأَبِي دَاوُد، عَنْ أَبِي عَيَّاشٍ الزُّرَقِيِّ، وَزَادَ: إنَّهَا كَانَتْ بِعُسْفَانَ

440. Dan bagi Abu Dawud dari Abu Ayyasy Az-Zuraqiy semisalnya, dengan tambahan, “Sesungguhnya shalat khauf itu di Usfan.”

[Shahih: shahih Abu Daud 1236]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Penjelasan Kalimat

“Dan bagi Abu Dawud dari Abu Ayyasy Az-Zuraqiy semisalnya (yaitu seperti riwayat Jabir ini) dengan tambahan (yaitu penentuan tempat shalat) “Sesungguhnya shalat khauf itu di Usfan.” (yaitu tempat yang terletak sekitar dua marhalah dari kota Makkah, demikian yang disebutkan dalam Al-Qamus’)

0441

441 – وَلِلنَّسَائِيِّ مِنْ وَجْهٍ آخَرَ عَنْ جَابِرٍ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – أَنَّ «النَّبِيَّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – صَلَّى بِطَائِفَةٍ مِنْ أَصْحَابِهِ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ سَلَّمَ، ثُمَّ صَلَّى بِآخَرِينَ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ سَلَّمَ»

441. Dan bagi An-Nasai dari jalur periwayatan yang lain, dari Jabir Radhiyallahu Anhu sesungguhnya Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam shalat mengimami sekelompok dari shahabatnya dua rakaat, kemudian shalat dengan yang lainnya dua rakaat kemudian salam.”

[Shahih: An Nasa’i 1551]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Penjelasan Kalimat

‘Dan bagi An-Nasai dari jalur periwayatan yang lain (tidak seperti apa yang dikeluarkan oleh Muslim) dari Jabir Radhiyallahu Anhu sesungguhnya Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam shalat mengimami sekelompok dari shahabatnya dua rakaat kemudian shalat dengan yang lainnya (juga) dua rakaat kemudian salam (maka beliau shalat dengan salah satu shalat fardhu dan yang lainnya sunnah).”

Tafsir Hadits

Al-Hasan Al-Bashri mengamalkan hadits ini. Ath-Thahawi mengklaim bahwa ini sudah dinaskh (dihapus) berdasarkan tidak sahnya shalat fardhu di belakang orang yang shalat sunnah, tetapi tidak ada dalil yang menunjukkan adanya nasakh.

0442

442 – وَمِثْلُهُ؛ لِأَبِي دَاوُد، عَنْ أَبِي بَكْرَةَ

442. Dan semisal hadits ini bagi Abu Daud dari Abi Bakrah.

[Shahih: Abu Daud 1248]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Penjelasan Kalimat

“Dan semisal hadits ini bagi Abi Dawud dari Abi Bakrah (berkata Abu Dawud, “Yang demikian itu pada shalat Maghrib, sesungguhnya beliau shalat enam rakaat bersama kaum dengan tiga-tiga).”

 

والله أعلمُ بالـصـواب

Download Sumber

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *