[ UIC 10.4 ] Kitab Subulus Salam Syarh Bulughul Maram 125

02.12. BAB SHALAT JUM’AT 07

0431

431 – وَعَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ: أَنَّ «النَّبِيَّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – كَانَ يَسْتَغْفِرُ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فِي كُلِّ جُمُعَةٍ» . رَوَاهُ الْبَزَّارُ بِإِسْنَادٍ لَيِّنٍ

431. Dan dari Samurah bin Jundab Radhiyallahu Anhu sesungguhnya Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam selalu memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang mukmin dan mukminat pada setiap Jum’at.” (HR. Al-Bazzar dengan sanad yang layyin -lemah-)

[Kasyf Al Atsar 641]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Tafsif Hadits

Saya berkata, “Telah berkata Al-Bazzar, “Kami tidak mengetahui hadits ini dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kecuali dengan sanad ini”, Sedang dalam sanad Al-Bazzar ada Yusuf bin Khalid Al-Basti, ia seorang yang dhaif. Ath-Thabrani meriwayatkan dalam Al-Kabir kecuali hadits ini ada tambahan (وَالْمُسْلِمِينَ، وَالْمُسْلِمَاتِ) (orang muslim laki-laki dan perempuan) dalam hadits ini ada dalil tentang disyariatkannya bagi seorang khatib untuk mengucapkan doa ini, karena kalimat ‘al-mukminin dan al-mukminat’ termasuk orang-orang yang didoakan.

Abu Thalib dan Al-Imam Yahya telah berpendapat wajibnya do’a bagi khatib untuk dirinya dan bagi orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, seakan mereka berkata, “Sesungguhnya melazimkannya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menunjukan kewajiban hal tersebut, seperti apa yang dipetik dari sabdanya, “Beliau selalu memintakan ampunan…”

Yang lainnya berpendapat, “Disunnahkan dan tidak diwajibkan karena tidak ada dalil yang menunjukkan kewajiban. Pensyarah berkata, “Yang pertama lebih Jelas.”

0432

432 – وَعَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ: أَنَّ «النَّبِيَّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – كَانَ فِي الْخُطْبَةِ يَقْرَأُ آيَاتٍ مِنْ الْقُرْآنِ، يُذَكِّرُ النَّاسَ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد، وَأَصْلُهُ فِي مُسْلِمٍ

432. Dan dari Jabir bin Samurah Radhiyallahu Anhuma, sesungguhnya Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam selalu di setiap khutbah membaca ayat-ayat dari Al-Qur’an dan mengingatkan manusia.” (HR. Abu Dawud asal hadits ini ada di Muslim)

[Hasan: Abu Daud 1101]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Tafsir Hadits

Seakan yang dimaksud beliau adalah hadits yang telah lalu dari hadits Umi Hisyam binti Haritsah. Sesungguhnya ia berkata, “Aku tidak mengambil Qaaf wal Qur’anil Majid kecuali dari lisan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam yang membacanya setiap Jum’at di atas mimbar.”

Ath-Thabrani meriwayatkan dalam Al-Ausath dari hadits Ali Alaihissallam, “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam membaca Qul Ya Ayyuhal Kafiruun dan Qul Huwallahu Ahad.” Dalam hadits ini terdapat perawi yang tidak dikenal dan yang lainnya tsiqah (dipercaya).

Ath-Thabrani juga meriwayatkan dari Hadits Jabir, “Sesungguhnya Rasulullah pernah berkhutbah kemudian beliau membaca pada khutbah terakhir surah Az-Zumar, maka bergeraklah mimbar dua kali.” Di dalam riwayat hadits ini ada dua rawi yang dhaif.

0433

433 – وَعَنْ طَارِقِ بْنِ شِهَابٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَالَ: «الْجُمُعَةُ حَقٌّ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فِي جَمَاعَةٍ إلَّا أَرْبَعَةً: مَمْلُوكٌ وَامْرَأَةٌ وَصَبِيٌّ وَمَرِيضٌ» رَوَاهُ أَبُو دَاوُد، وَقَالَ: لَمْ يَسْمَعْ طَارِقٌ مِنْ النَّبِيِّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -، وَأَخْرَجَهُ الْحَاكِمُ مِنْ رِوَايَةِ طَارِقٍ الْمَذْكُورِ عَنْ أَبِي مُوسَى.

433. Dari Thariq bin Syihab Radhiyallahu Anhu sesungguhnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam beliau bersabda, “Shalat Jum’at itu diwajibkan atas setiap muslim dan dilaksanakan dengan berjamaah, kecuali empat orang: budak yang dimiliki, perempuan, anak kecil dan orang yang sakit.” (HR. Abu Dawud, beliau berkata, “Thariq tidak mendengarnya dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, dikeluarkan oleh Al-Hakim riwayat Thariq sebagaimana yang disebutkan dari Abu Musa).

[Shahih: Abu Daud 1067]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Biografi Perawi

Thariq bin Syihab bin Abdu Asy-Syamsi Al-Ahmasi Al-Bajaly Al-Kufi. Ia hidup pada masa jahiliyah, dan sempat melihat Nabi. Namun tidak ada riwayat yang ia dengar dari beliau. Pernah berperang pada masa khilafah Abu Bakar dan Umar sebanyak tiga puluh tiga atau empat puluh tiga peperangan dan expedisi. Meninggal pada tahun 82 H.

Kecuali di dalam Sunan Abi Dawud ia meriwayatkan, “Hamba sahaya yang dimiliki, perempuan, anak kecil, atau orang sakit.” Abu Dawud berkata, “Thariq telah melihat Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Ia termasuk shahabat, tetapi ia tidak pernah mendengar sesuatu dari Rasulullah.”

Tafsif Hadits

Dalam bab ini, diriwayatkan dari Tamim Ad-Dari, Ibnu Umar dan budak yang dimerdekakan oleh Ibnu Zubair yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi. Di dalam hadits Tamim ini terdapat empat orang yang dhaif untuk dijadikan wali sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Al-Qaththan dan hadits Ibnu Umar yang dikeluarkan oleh Ath-Thabrani di dalam Al Ausath dengan lafazh,

«لَيْسَ عَلَى مُسَافِرٍ جُمُعَةٌ»

“Tidak ada jumat bagi orang yang musafir.” [Shahih: Shahih Al Jami’ 5405]

Hadits ini juga terdapat di dalam riwayat dari Abu Hurairah secara marfu,

«خَمْسَةٌ لَا جُمُعَةَ عَلَيْهِمْ الْمَرْأَةُ، وَالْمُسَافِرُ، وَالْعَبْدُ وَالصَّبِيُّ، وَأَهْلُ الْبَادِيَةِ»

“Lima orang yang tidak wajib atasnya shalat Jumat: perempuan, musafir, budak, bayi atau anak kecil dan orang dusun.” [Dhaif Jiddan: Dhaif Al Jami’ 2861]

 

والله أعلمُ بالـصـواب

Download Sumber

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *