[ UIC 10.2 ] – Dasar Ilmu Hadits 07

AL-JARHU WA TA’DIL

1
Al-Jarhu wa Ta’dil
Pernyataan adanya cela dan cacat, dan pernyataan adanya “al-Adalah” [Keadilan] dan “hafalan yang bagus” [Adh-Dhabit] pada seorang rawi hadits..

2
At-Ta’dil
Pernyataan adanya “al-Adalah” pada diri seorang rawi hadits.

3
Al-Jarhu
Celaan yang dialamatkan pada rawi hadits yang dapat mengganggu (atau bahkan menghilangkan) bobot predikat “al-Adalah” dan “hafalan yang bagus”, dari dirinya.

4
Tsiqah
Kredibel, di mana pada diri seorang rawi terkumpul sifat al-Adalah dan adh-Dhabt (hafalan yang bagus).

5
Rawi La Ba`sa Bihi
Rawi yang masuk dalam kategori tsiqah.

6
Jayyid
Baik

7
Liyyin
Lemah

8
Majhul
Rawi yang tidak diriwayatkan darinya kecuali oleh seorang saja.

9
Mubham
Rawi yang tidak diketahui nama (identitas)nya.

10
Mudallis
Rawi yang melakukan tadlis.

11
Rawi Mastur
Sama dengan Majhul al-Hal (Rawi yang tidak diketahui jati dirinya).

12
Perawi Matruk
Perawi yang dituduh berdusta, atau perawi yang banyak melakukan kekeliruan, sehingga periwayatanya bertentangan dengan periwayatan perawi yang tsiqah. Atau perawi yang sering meriwayatkan hadits-hadits yang tidak dikenal (gharib) dari perawi yang terkenal tsiqah.

13
Rawi Mudhtharib
Rawi yang menyampaikan riwayat secara tidak akurat, di mana riwayat yang disam-paikannya kepada rawi-rawi di bawahnya berbeda antara yang satu dengan lainnya, yang menyebabkan tidak dapat ditarjih; riwayat siapa yang mahfuzh (terjaga).

14
Rawi Mukhtalith
Rawi yang akalnya terganggu, yang menyebabkan hafalannya menjadi campur aduk dan ucapannya menjadi tidak teratur.

15
Rawi yang tidak dijadikan sebagai hujjah
Rawi yang haditsnya diriwayatkan dan ditulis tapi haditsnya tersebut tidak bisa dijadikan sebagai dalil dan hujjah.

16
Saqith
Tidak berharga karena terlalu lemah (parahnya illat yang ada di dalamnya).

17
Tadh’if
Pernyataan bahwa hadits atau rawi bersangkutan dha’if (lemah).

18
Tahqiq
Penelitian ilmiah secara seksama tentang suatu hadits, sehingga mencapai kebenaran yang paling tepat.

19
Tahsin
Pernyataan bahwa hadits bersangkutan adalah hasan.

20
Takhrij
Mengeluarkan suatu hadits dari sumber-sumbernya, berikut memberikan hukum atasnya; shahih atau dhaif.

21
Syahid
Hadits yang para rawinya ikut serta meriwayatkannya bersama para rawi suatu hadits, dari segi lafazh dan makna, atau makna saja; dari sahabat yang berbeda.

22
Syawahid
Hadits-hadits pendukung, jamak dari kata syahid. Haditsnya layak dalam kapasitas syawahid, artinya, dapat diterima apabila ada hadits lain yang memperkuatnya, atau sebagai yang me-nguatkan hadits lain yang sederajat dengannya.

23
Mutaba’ah
Hadits yang para rawinya ikut serta meriwayatkannya bersama para rawi suatu hadits gharib, dari segi lafazh dan makna, atau makna saja; dari seorang sahabat yang sama.

والله أعلمُ بالـصـواب

Download Sumber

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *