[ UIC 10.2 ] – Dasar Ilmu Hadits 05

HADITS YANG TERTOLAK KARENA GUGUR DARI SANADNYA

Yang dimaksud dengan hadits yang tertolak karena gugur dari sanadnya adalah; terputusnya rantai sanad dengan gugurnya seorang perawi atau lebih baik disengaja oleh sebagian perawi atau tidak disengaja, gugurnya tersebut baik secara transparan maupun tersembunyi.

Yang masuk kategori hadits yang tertolak karena gugurnya perawi dari sanad adalah sebagai berikut:

1
Mu’allaq
(Hadits) yang sanadnya terbuang dari awal sanadnya, satu orang rawi atau lebih secara berturut-turut, bahkan sekalipun terbuang semuanya.

Gambarannya adalah: semua sanad dibuang kemudian dikatakan: “Rasulullah صلي الله عليه وسلم telah bersabda….”

2
Mursal
(Hadits) yang sanadnya terbuang dari akhir sanadnya, sebelum tabi’in.

Gambarannya, adalah apabila seorang tabi’in mengatakan, “Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda, …” atau “Adalah Rasulullah صلي الله عليه وسلم melakukan ini dan itu …”.

3
Mu’dlal
Hadits yang sanadnya ada dua orang rawi atau lebih yang gugur secara berturut-turut. Sedangkan I’dhal sendiri adalah terputusnya rangkaian sanad hadits, dua orang atau lebih secara berurutan.

4
Munqati’
Hadits yang di tengah sanadnya terdapat perawi yang gugur, satu orang atau lebih, secara tidak berurutan.

5
Mudallas
Tadlis: Menyembunyikan cela (cacat) yang terdapat di dalam sanad hadits, dan membaguskannya secara zahir.
Tadlis at-Taswiyah: Seorang rawi meriwayatkan suatu hadits dari seorang rawi yang dha’if, yang menjadi perantara antara dua orang rawi yang tsiqah, di mana kedua orang yang tsiqah tersebut pernah bertemu (karena sempat hidup semasa), kemudian rawi (yang melakukan tadlis disebut mudallis) membuang atau menggugurkan rawi yang dha’if tersebut, dan menjadikan sanad hadits tersebut seakan antara dua orang yang tsiqah dan bersambung. Ini adalah jenis tadlis yang paling buruk.

6
Mu’an’an
Perkataan seorang perawi : “fulan dari fulan”

7
’An’anah
Menyampaikan hadits kepada rawi lain dengan lafazh عن (dari) yang mengisyaratkan bahwa dia tidak mendengar langsung dari syaikhnya. Ini menjadi illat suatu sanad hadits apabila digunakan oleh seorang rawi yang mudallis.

8
Mu`annan
Perkataan seorang perawi : “telah menceritakan kepada kami fulan, bahwa fulan berkata”.

والله أعلمُ بالـصـواب

Download Sumber

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *