[ UIC 8.2 ] Belajar Fiqh 6 – Era Para Khulafaur Rasyidien dan Para Sahabat Utama ( Part 1 )

Di dalam ilmu fiqih, Era para Khulafaur Rasyidien dan para sahabat utama disebut juga sebagai era pembentukan atau periode pembentukan di dalam hukum Islam, karena pada periode ini prinsip dasar ijma’ dan qiyas deduksi atau digunakan untuk pertama kalinya, namun pada periode ini ijma’ dan qiyas digunakan oleh para sahabat hanya sebatas pelatihan saja karena saat itu wahyu Allah yang menentukan hukum dan undang-undang, dan wahyu tersebut bisa menerima atau menolak pendapat para sahabat tersebut.

Akan tetapi, ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam wafat yang mereka hadapi adalah permasalahan-permasalahan yang berdiri sendiri dan tidak adanya Wahyu untuk membenarkan atau menyalahkan pendapat mereka sehingga pelatihan ijma’ atau qiyas yang telah diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam saat itu harus diimplementasikan.

Bahkan ketika masa kekhalifahan Umar dan Usman, para sahabat utama ditempatkan di pusat keislaman yaitu Mekkah dan Madinah, hal ini dilakukan untuk memudahkan mereka dalam membentuk sebuah kesepakatan tentang solusi dari persoalan-persoalan yang harus diputuskan sehingga permasalahan-permasalahan tersebut bisa segera diselesaikan.

Dalam periode ini terjadi kestabilan di dalam masyarakat khususnya umat Islam karena dalam periode ini hanya terdapat satu mazhab yaitu mazhab para khalifah saja, sehingga perpecahan relatif tidak terjadi terutama perpecahan yang disebabkan oleh fanatik mazhab atau golongan tertentu.

Periode ini bertahan cukup lama sampai akhirnya periode ini berkembang terutama Saat memasuki pertengahan abad ke-8 karena terjadi banyak perubahan sosial, berkembangnya faksionalisme dan munculnya sekte sekte di dalam Islam. Selain itu munculnya khalifah-khalifah yang bisa dibilang mementingkan dirinya sendiri yang mengakibatkan para ulama menjauh dari pusat pemerintahan karena mereka tidak mau dijadikan alat untuk mencari simpati rakyat atau untuk menetapkan hukum sesuai dengan keinginan penguasa.

Dalam Periode ini kita juga akan menemukan bahwa terdapat peningkatan jumlah ijma’ dan qiyas yang digunakan, walaupun ijma’ telah menjadi sesuatu yang sangat susah untuk dilakukan karena ulama telah tersebar luas dan dikarenakan para ulama menghindar dari para penguasa sehingga mereka menetap di wilayah Pinggiran.

Pada periode ini kita juga bisa banyak menjumpai tersebar luasnya hadits akan tetapi pada saat yang bersamaan juga banyak ditemukan hadits-hadits palsu beredar. Pada periode ini terlihat upaya-upaya untuk mengkompilasi fiqih atau hukum Islam sehingga tanda-tanda berkembang mazhab mulai muncul.

4 faktor-faktor utama yang mempengaruhi perkembangan fiqih yaitu Pertama adalah perpecahan ummat, kedua penyimpangan khalifah-khalifah Bani Umayyah, ketiga, penyebaran para ulama’dan yang keempat adalah pemalsuan hadits.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *