[ UIC 8.2 ] Belajar Fiqh 4 – Dasar-dasar Penetapan Hukum Islam ( Part 2 )

Lanjutan Dari Part 1

Realisasi Kesejahteraan Masyarakat / kemaslahatan umat

Ajaran Islam Menetapkan mudhorot alkohol lebih besar dibanding manfaatnya, itu berarti manfaat alkohol secara umum diminimalkan atau bahkan dihiraukan karena Dampak negatif dari alkohol itu sendiri yang lebih besar sehingga hukum di dalam Islam mengharamkan alkohol.

Inilah salah satu prinsip yang diterapkan di dalam al-quran dan hukum Islam pada umumnya, hal-hal atau tindakan-tindakan yang bisa mengakibatkan efek negatif bagi umat secara umum diharamkan atau dilarang walaupun hal tersebut memiliki efek positif.

Prinsip tersebut diterapkan karena syariat Islam utamanya adalah untuk kebaikan manusia secara umum yang mana Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah rasul terakhir yang diutus kepada seluruh umat manusia sampai akhir zaman.

Adanya penghapusan beberapa hukum dalam syariat Islam adalah salah satu diantara manipestasi pertimbangan kesejahteraan manusia dalam syariat Islam, allah Subhanahu Wa Ta’ala mungkin menetapkan suatu yang cocok pada masa tertentu dan memiliki fungsi untuk tujuan tertentu yang terbatas.

Jika kita cermati banyak hukum di dalam Islam ini diberlakukan secara bertahap, hal ini  dapat membantu masyarakat merubah aturan hidupnya secara bertahap pula sesuai dengan jalan yang Allah tunjukkan kapan ini bisa membantu untuk merubah ke kondisi yang baru yang mungkin pada awalnya dirasa tidak nyaman bagi masyarakat tersebut.

Hukum waris sebagai contoh turunnya wahyu secara bertahap. Tahap pertama yaitu wasiat harus menyebutkan orang tua. Tahap kedua menetapkan hak waris bagi orang tua. Dan terakhir wasiat bagi kelompok yang tidak termasuk
dalam ahli waris.

Saya menambahkan bahwa Rasulullah SAW bersabda orang beriman tidak boleh mewariskan kepada orang kafir ataupun sebaliknya. Hadist ini Shahih. Apabila anda memiliki orang tua non muslim yang meninggal di Negara non muslim dan hukum Negara itu menyatakan bahwa anda mendapat bagian dari warisan, maka anda tidak boleh menerimanya. Tapi apabila mereka menulis wasiat untuk anda, maka anda diperbolehkan menerimanya. Begitu juga sebaliknya. Anda bisa menulis wasiat untuk teman non muslim anda. Karena tidak termasuk warisan, melainkan hadiah.

Pertimbangan atas kemaslahatan orang banyak dapat juga terlihat pada Metodologi Legislasi. Pada kasus dimana tidak ada perubahan pada keadaan manusia seiring berjalannya waktu, Allah memberikan penjelasan detil. Aturan tidak akan berubah sehubungan dengan sifat alami manusia. Jadi aturan berkeluarga, pernikahan, perceraian, aturan waris, dan sebagainya, hukum pidana tertentu seperti mencuri, tetap. Sementara hukum lain yang berhubungan dengan transaksi bisnis, diberi lebih banyak celah, Allah tidak memberi penjelasan detil.

Contoh lain, Allah melaknat laki-laki yang berpakaian seperti perempuan dan sebaliknya. Bagaimana dengan di Skotlandia dan Yaman dimana disana pria memakai rok adalah hal yang biasa? Apabila di suatu daerah adalah hal yang biasa laki-laki memakai rok, maka itu tidak apa-apa.

Karena yang tidak boleh itu bukan pakaiannya, tapi penampilannya yang menyerupai lawan jenis. Jadi dalam budaya yang tidak menganggap rok itu feminine, maka aturan itu tidak bisa diaplikasikan. Jadi prinsipnya, pakaian yang dianggap feminine, itu terlarang bagi laki-laki.

Mewujudkan Keadilan Universal

Syariat Islam memandang semua manusia sama berkenaan dengan kewajiban mereka untuk tunduk pada hukum Islam dan bertanggungjawab bila melanggarnya. Hukum-hukum yang disebutkan dalam al-Quran bersifat umum tanpa membedakan satu kelompok dengan lainnya.

{Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan,} – (An-Nahl 16:90)

Pada dasarnya Islam memandang semua manusia sama dalam menyerahkan diri kepada hukum Allah Subhanahu Wa Ta’ala serta bertanggung jawab atas pelanggaran yang dilakukannya, dalam hal ini orang dewasa yang sehat secara mental semua memiliki tanggung jawab yang sama dalam menerima perintahnya dan memiliki tanggung jawab yang sama atas pelanggaran yang dilakukan.

Quran surat Al-Maidah:8 ” Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

والله أعلمُ بالـصـواب

Tulisan ini merupakan intisari pembelajaran Fiqh yg diajarkan oleh Dr. Bilal Philips.




Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *