[ UIC 8.2 ] Belajar Fiqh 3 : Fondasi Fiqh ( Part 2 )


Lanjutan Dari Part 1

Kandungan Umum Al-Quran

Kali ini kita akan mempelajari tentang penemuan umum yang ada di dalam al-quran dengan mempelajari materi ini kita berharap bisa memahami atau mengetahui Apa saja isi dari Alquran tersebut secara umum.

Bila kita meninjau isi dari keseluruhan Alquran sebagai sumber Wahyu maka para ulama mengelompokkan menjadi dua bagian besar / dua periode, yaitu pertama periode mekkah dimulai sejak diangkatnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjadi rasul hingga menjelang hijrah, dan yang kedua adalah periode madinah dimulai sejak Rasulullah hijrah sampai beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam wafat.

Itu berarti bukan semua Wahyu yang diturunkan di Mekkah termasuk periode Mekkah, karena ketika Rasulullah telah menetap di Madinah dan melakukan ibadah haji ke Mekkah ada juga Wahyu yang turun di kota Mekkah tersebut dan tetap Wahyu tersebut dikategorikan sebagai periode madinah.

Perbedaan utama dari kedua tahap / periode ini dilihat dari segi karakteristik masyarakatnya, pada periode mekkah umat muslim hidup di dalam hukum paganisme sedangkan pada periode madinah masyarakatnya berada di bawah hukum Islam.

Saat rosulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam hidup di Kota Mekkah di sana belum ada komunitas Islam dan dakwah pun dilakukan secara diam-diam, sedangkan pada periode madinah islam sudah menguasai pemerintahan dan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam ditunjuk sebagai pemimpin di Madinah untuk selanjutnya membangun komunitas umat Islam, membuat perjanjian kerjasama dan menjalankan pemerintahan serta berdakwah secara terang-terangan .

Karena perbedaan karakteristik masyarakat tersebut maka ayat-ayat diturunkan bervariasi sesuai situasi yang dihadapi, ketika dikelompokkan masyarakat sebagai objek diturunkannya Wahyu maka kita melihat ada dua perbedaan yaitu masyarakat tersebut hidup di tengah hukum islam atau bukan.

Kita melihat pada periode Mekkah dimana masyarakat belum memiliki komunitas Islam, maka ayat-ayat yang diturunkan kebanyakan berisi tentang dasar-dasar ideology sebagai sarana penopang untuk tahap selanjutnya.

Pesan pertama yang ada pada periode Mekkah adalah tentang Tauhid atau keesaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang pada dasarnya masyarakat di kota Mekkah ini sudah mengenal Allah namun mereka masih menggunakan banyak perantara dan sedikit yang menyembah langsung kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Poin yang kedua adalah tentang keberadaan Allah subhanahu wa ta’ala, hal ini ditujukan kepada masyarakat yang beranggapan bahwa tidak ada Allah Subhanahu Wa Ta’ala walaupun ayat-ayat yang mengenai keberadaan Allah jauh lebih sedikit dibanding ayat-ayat tentang ke-esaan Allah yang berarti pada zaman ini sebagian besar masyarakat telah percaya keberadaan Allah namun masih sedikit yang meng-esakannya.

Kemudian setelah masyarakat percaya kepada Allah dan percaya akan ke-esaan Allah maka surat pertama yang diturunkan secara lengkap yaitu Al Fatihah yang setiap sholat lima waktu kita baca sebagai bentuk refleksi ikatan manusia kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Poin terakhir dalam periode ini adalah tantangan-tantangan untuk membuktikan mukjizat al-qur’an serta Tantangan untuk mempertahankan Alquran seperti aslinya yang merupakan bagian dari terbentuknya mukjizat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang berlanjut hingga kini.

Kita berlanjut kepada periode Madinah, diawali sejak Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam hijrah hingga beliau wafat kurang lebih selama 10 tahun. Kita melihat situasi yang Islami dan teratur pada periode ini, organisasi, kepemimpinan, keuangan, pernikahan, ekonomi, hukum dan yang lainnya diatur dalam periode ini.

Kita bisa menemukan kurang lebih 90% dari keseluruhan Wahyu yang turun pada periode ini berhubungan dengan kehidupan bermasyarakat bahkan larangan-larangan terkait zat yang memabukkan turun pada periode ini. Begitu juga terkait dengan permasalahan lain di dalam masyarakat seperti pembunuhan, makan babi, judi, zina, kemiskinan dll semua ini diturunkan pada periode madinah.

Pada periode ini diturunkan ayat-ayat mengenai Kristen dan Yahudi sementara pada periode mekkah hanya satu kaum saja yaitu kaum Pagan. Hal ini dikarenakan peradaban di madinnah dibangun oleh kaum Yahudi bangsa Yatsrib oleh karena itu ayat-ayat yang diturunkan tentang yahudi dan Nasrani.

Kelompok terakhir selain kaum Yahudi dan Nasrani juga disebut dalam Alquran yaitu golongan orang-orang mubafik, dari sudut pandang Islam munafiquun yaitu orang yang berpura-pura menjadi islam dalam artian mereka tidak sesuai antara perkataan dan perbuatannya.

Sementara Al-Quran berdasarkan topik besarnya dibagi tiga yaitu Akidah, mencakup rukun iman, dikenal juga sebagai Ilmul Kalam atau teologi skolastik atau syariah. Kedua, reformasi karakter manusia atau ilmu Akhlak dan yang ketiga yaitu Fiqh, syariah atau hukum Islam yang Berurusan dengan masyarakat dan kebutuhannya.

Dari sisi kehidupan dalam masyarakat, ada empat area yang terdapat dalam Al Quran. Pertama, ada perlindungan terhadap struktur keluarga. Karena keluarga adalah pokok atau pondasi dari masyarakat.

Selanjutnya kedua, aturan mengenai properti yaitu transaksi bisnis, karena manusia adalah mahluk sosial, tidak mungkin hidup sendiri. Yang ketiga, untuk melindungi property seseorang, dikeluarkanlah hukum kriminal, aturan-aturan mengenai konsekuensi pelanggaran-pelanggaran hukum. Keempat, yaitu mengenai dakwah dan mempertahankan Islam yang disebut jihad. Baik dalam skala individual ataupun massal.

Kandungan Hukum Al-Quran
Hukum syariat yang terkandung dalam al-Quran meliputi berbagai macam amalan yang telah Allah subhanahu Wa Ta’ala perintahkan kepada manusia dapat dikategorikan menjadi dua:

1) Antara Allah subhanahu Wa Ta’ala dan manusia, yaitu amal ibadah yang bila tidak disertai niat yang benar, maka akan tertolak. Beberapa di antaranya bentuk murni ibadah, seperti shalat dan puasa, sebagian lagi dalam bentuk ibadah ekonomi sosial seperti zakat, ada juga dalam bentuk fisik, seperti ibadah haji. Keempat ibadah di atas merupakan rukun islam setelah iman (syahadat).

2) Antara sesama manusia, yang dapat dibagi menjadi empat kategori, yaitu:
a. Hukum-hukum yang menjamin dan memperjuangkan perkembangan Islam, entah itu melalui jihad atau selainnya.
b. Hukum keluarga untuk menjaga dan menjamin nasab melalui pernikahan, perceraian dan warisan.
c. Hukum muamalah, seperti transaksi jual beli, persewaan, dll.
d. Hukum yang mengatur tentang tindakan criminal.

Bidang studi Al-Quran
Isi kandungan Al-Quran secara menyeluruh dapat dikategorikan menjadi tiga garis besar pokok, yaitu:

1) Iman kepada Allah جل جلاله, Malaikat, Kitab-kitab, Para Nabi, dan Akhirat. Ilmu yang mempelajar bidang ini disebut theology (ilmu kalam atau ilmu aqidah).

2) Informasi mengenai amal hati dan jiwa serta moral dan aturan untuk memperoleh akhlak mulia. Ilmu yang mempelajar bidang ini disebut sebagai etnik (ilmu akhlaq).

3) Informasi mengenai amalan badan yang berisi hukum wajib, haram dan mubah disebut bidang hukum.

والله أعلمُ بالـصـواب
Tulisan ini merupakan intisari pembelajaran Fiqh yg diajarkan oleh Dr. Bilal Philips.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *