[ UIC 8.2 ] Belajar Fiqh 1 : Apa Itu Fiqh dan Syariah?

Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih tepat tentang mempelajari ilmu fiqh dan perkembangan sejarah hukum Islam, maka kita harus mengkaji terlebih dahulu Apa itu istilah fiqh dan Syariah serta Apa perbedaannya. 
Fiqh?
Didalam bahasa Inggris kata fiqh sering diterjemahkan sebagai Islamic Law atau hukum Islam dan begitu juga dengan kata Syariah, sebenarnya terjemahan ini kurang tepat dengan definisi dari para ulama atau tidak menggambarkan makna di dalam bahasa Arab itu sendiri. 
Fiqh secara harfiah memiliki makna pemahaman yang tepat tentang apa yang dimaksudkan ( dalam hal ini ) Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam karena biasanya hadist atau ayat di dalam al-quran masih bersifat umum. 
Namun secara teknis kata fiqh menuju kepada ilmu yang bertujuan untuk menyimpulkan hukum-hukum islam dari dalil-dalil yang ditemukan baik di dalam Alquran atau hadits, yang juga dapat diartikan sebagai kumpulan kesimpulan hukum-hukum Islam. 
Ushul Fiqh adalah deduksi prinsip asal dari mana hukum tersebut dideduksi. Karena, dari sumber-sumber itu anda mendeduksi prinsip. Dan anda mengaplikasikan prinsip tersebut dalam bentuk hukum. Penggunaan prinsip-prinsip ini dalam bentuk hukum disebut fiqh. Mengekstrak atau mengambil prinsip itu disebut Ushul Fiqh.
Syariah? 
Syariah secara harfiah memiliki makna sumber air tempat minum hewan-hewan atau dapat diartikan juga sebagai jalan yang lurus. 
ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَىٰ شَرِيعَةٍ مِنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ
{Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui} (Qs 45:18)
Namun didalam Islam pengertian syariah adalah kembali kepada hukum-hukum yang telah diwahyukan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, begitu juga yang ada di dalam al-quran atau tata cara kehidupan beliau rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam yang mendapat petunjuk dari Allah subhanahu wa ta’ala atau sering disebut dengan sunnah. 
Perbedaan Fiqh dan Syariah 
Dari definisi diatas kita bisa membedakan antara fiqh dan syariah secara umum, dan mengetahui perbedaan perbedaannya yaitu diantaranya: 
1. Syariah adalah kumpulan hukum yang diwahyukan dan ditemukan dalam al-quran serta sunnah nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, sedangkan fiqh adalah kumpulan hukum yang disimpulkan dari Syariah untuk membahas hal-hal detail / spesifik dari dalil-dalil yang ada. 
2. Syariah bersifat tetap yang tidak tergantikan sedangkan fiqih bersifat tidak tetap bahkan bisa menyesuaikan kondisi dimana hukum tersebut diterapkan. 
3. Hukum-hukum syariah bersifat umum: meletakkan prinsip-prinsip dasar islam (ushul islam). Berbeda dengan Fiqh yang lebih spesifik : menunjukkan bagaimana prinsip umum syariah harus diterapkan dalam suatu masalah.
Perbedaan mendasarnya adalah syariah tidak dapat dirubah sedangkan fiqih bisa dirubah syariah bisa ditahan / bisa dibatasi dari praktek pada kondisi tertentu misalnya dalam keadaan musibah kelaparan, hukum mencuri bisa ditangguhkan namun itu berarti bukan merubah hukum mencuri menjadi halal namun level hukumannya bisa diturunkan. 
Sementara Fiqh, karena didasarkan kepada logika manusia, bisa berubah. Kita meninjau satu hukum dan berusaha mengaplikasikannya dalam menghadapi suatu permasalahan, dimana pada saat hukum tersebut dibuat, permasalahan itu belum ada. Kita melakukan itu berdasarkan apa yang sedang terjadi sekarang. 
Pemahaman kita mungkin berubah. Setelah 10 tahun pemahaman kita mungkin berbeda dengan pemahaman 10 tahun yang lalu. Jadi pada saat pemahaman kita berubah, begitu pula dengan hukum fiqh tersebut. Fiqh bersifat fleksibel. 
Karenanya kita membicarakan mengenai bahayanya taqlid terhadap satu mazhab. Fanatisme mazhab ini membuat hukum fiqh menjadi hukum syariah. Dan Tentunya ini salah / tidak tepat.
Agar tidak salah faham, perhatikan ilustrasi berikut:
Dalam syariah islam diatur tentang tata cara berjual beli, namun tata cara tersebut bersifat umum / tidak spesifik tetapi syariah tersebut tidak bisa kita rubah, contohnya dalam jual beli tidak boleh ada unsur penipuan dll, inilah contoh syariah ( yg bersifat tetap dan umum / tidak spesifik )
Sedangkan dalam fiqh kita diajarkan tata cara berjual beli secara lebih detail dan mengikuti perkembangan zaman, contohnya dulu tidak ada jual beli online, saham, forex dll tetapi sekarang ada, dan ada pula hukum fiqh yang mengaturnya yang tentunya dibuat oleh orang yang faham terhadap masalah fiqh dengan mengambil hukum dari sumbernya yaitu syariah ( al-qur’an dan sunnah ).
Inilah mengapa hukum fiqh bersifat detail dan flexible mengikuti perkembangan zaman sedangkan syariah bersifat tetap dan umum. Jadi kita harus bisa membedakan antara syariah dan fiqh agar tidak salah faham nantinya.
( والله أعلمُ)
Tulisan ini merupakan intisari pembelajaran Fiqh yg diajarkan oleh Dr. Bilal Philips.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *