[ UIC 11.1 ] – Dosa-Dosa Seputar SHALAT 03

MENINGGALKAN SHALAT

Allah سبحانه و تعالي berfirman:

فَخَلَفَ مِن بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيّاً. إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحاً

Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui kesesatan. Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh (QS. Maryam: 59-60)

Ibnu Abbas رضي الله عنهما berkata, “Makna menyia-nyiakan shalat bukanlah meninggalkannya sama sekali. Tetapi mengakhirkannya dari waktu yang seharusnya.”1

Imam para tabi’in, Sa’id bin Musayyib رحمه الله berkata, “Maksudnya adalah orang itu tidak mengerjakan shalat Zhuhur sehingga datang waktu Ashar. Tidak mengerjakan shalat Ashar sehingga datang Maghrib. Tidak shalat Maghrib sampai datang ‘Isya’. Tidak shalat ‘Isya’ sampai fajar menjelang. Tidak shalat Shubuh sampai matahari terbit. Barangsiapa mati dalam keadaan terus-menerus melakukan hal ini dan tidak bertaubat, Allah menjanjikan baginya ‘Ghayy’, yaitu lembah di neraka Jahannam yang sangat dalam dasarnya lagi sangat tidak enak rasanya.”

Di tempat yang lain Allah سبحانه و تعالي berfirman:

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ. الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lupa akan shalatnya. (QS. Al-Ma’un: 4-5)

Orang-orang lupa adalah orang-orang yang lalai dan meremehkan shalat.

Sa’ad bin Abi Waqqash رضي الله عنه berkata, Aku bertanya kepada Rasulullah صلي الله عليه وسلم. tentang orang-orang yang lupa akan shalatnya. Beliau menjawab, ‘Yaitu pengakhiran waktunya.”2

Mereka disebut orang-orang yang shalat. Namun ketika mereka meremekan dan mengakhirkannya dari waktu yang seharusnya, mereka diancam dengan ‘wail’, adzab yang berat. Ada juga yang mengatakan bahwa ‘wail’ adalah sebuah lembah di neraka jahannam, jika gunung-gunung yang ada di dunia ini dimasukkan ke sana niscaya akan melelehlah semuanya karena sangat panasnya. Itulah tempat bagi or-ang-orang yang meremehkan shalat dan mengakhirkannya dari waktunya. Kecuali orang-orang yang bertaubat kepada Allah ta’ala dan menyesal atas kelalaiannya.

Di ayat yang lain Allah سبحانه و تعالي berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS. Al-Munafiqun: 9)

Para mufassir menjelaskan, “Maksud ‘mengingat Allah’ dalam ayat ini adalah shalat lima waktu. Maka barangsiapa disibukkan oleh harta perniagaannya, kehidupan dunianya, sawah-ladangnya, dan anak-anaknya dari mengerjakan shalat pada waktunya, maka ia termasuk orang-orang yang merugi.” Demikian, dan Nabi pun telah bersabda:

أَوَّلُ مَا يُـحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ فَإِنَّ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرِ

“Amal yang pertama kali dihisab pada hari kiamat dari seorang hamba adalah shalatnya. Jika shalatnya baik maka telah sukses dan beruntunglah ia, sebaliknya jika rusak, sungguh telah gagal dan merugilah ia.”3

Berkenaan dengan penghuni neraka Allah سبحانه و تعالي berfirman,

مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ. قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ. وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ. وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ الْخَائِضِينَ. وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِ. حَتَّى أَتَانَا الْيَقِينُ. فَمَا تَنفَعُهُمْ شَفَاعَةُ الشَّافِعِينَ

“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)? Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan kami membicarakan yang bathil bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian’.Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat dari orang-orang yang memberikan syafaat.” (QS. Al-Muddatstsir: 42-48)

Nabi صلي الله عليه وسلم bersabda:

إِنَّ الْعَهْدَ الَّذَي بَيْنَنَاوَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ،فَمَنْ تَرَكَهَافَقَدْكَفَرَ

“Sesungguhnya ikatan (pembeda) antara kita dengan mereka adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya, maka telah kafirlah ia.”4

Beliau صلي الله عليه وسلم juga bersabda:

بَيْنَ الْعَبْدِ وَبَيْنَ الْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ

“Batas antara seorang hamba dengan kekafiran adalah meninggalkan shalat.”5

Rasulullah صلي الله عليه وسلم juga bersabda:

مَنْ فَاتَتْهُ صَلَاةُ الْعَصْرِ حَبِطَ عَمَلُهُ

“Barangsiapa tidak mengerjakan shalat Ashar, terhapuslah amalnya.”6

Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda:

مَنْ تَرَكَ صَلَاةً مُتَعَمِّدًا فَقَدْ بَرِئَتْ مِنْهُ ذِمَّةُ اللَّهِ

“Barangsiapa meninggalkan shalat dengan sengaja, sungguh telah lepaslah jaminan dari Allah.”7

Rasulullah صلي الله عليه وسلم juga bersabda:

أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلَّا بِحَقِّ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ

“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mengucapkan ‘Laa Ilaaha illallah’ (Tiada yang berhak diibadahi selain Allah) dan mengerjakan shalat serta membayar zakat. Jika mereka telah memenuhinya maka darah dan hartanya aku lindungi kecuali dengan haknya. Adapun hisabnya maka itu kepada Allah.”8

Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda:

مَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَتْ لَهُ نُورًا وَبُرْهَانًا وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ لَـمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا لَـمْ يَكُنْ لَهُ نُورٌ وَلَا بُرْهَانٌ وَلَا نَجَاةٌ وَكَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ قَارُونَ وَفِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَأُبَيِّ بْنِ خَلَفٍ

“Barangsiapa menjaganya maka ia akan memiliki cahaya, bukti, dan keselamatan pada hari kiamat nanti. Sedangkan yang tidak menjaganya maka tidak akan memiliki cahaya, bukti, dan keselamatan pada hari itu. Pada hari itu ia akan dikumpulkan bersama Qarun, Fir’aun, Haman, dan Ubay bin Khalaf”9

Umar bin Khathab رضي الله عنه berkata, “Sesungguhnya tidak ada tempat dalam Islam bagi yang menyia-nyiakan shalat.”10

Sebagian ulama berkata, “Bahwasanya orang yang meninggalkan shalat dikumpulkan dengan empat orang itu karena ia telah menyibukkan diri dengan harta, kekuasaan, pangkat/ jabatan, dan perniagaannya dari shalat. Jika ia disibukkan dengan hartanya ia akan dikumpulkan bersama Qarun. Jika ia disibukkan dengan kekuasaannya ia akan dikumpulkan dengan Fir’aun. Jika ia disibukkan dengan pangkat/ jabatannya ia akan dikumpulkan bersama Haman. Dan jika ia disibukkan dengan perniagaannya akan dikumpulkan bersama Ubay bin Khalaf, seorang pedagang yang kafir di Mekah saat itu.”

Mu’adz bin Jabal رضي الله عنه meriwayatkan Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda:

مَنْ تَرَكَ صَلَاةً مَكْتُوبَةً مُتَعَمِّدًا فَقَدْ بَرِئَتْ مِنْهُ ذِمَّةُ اللَّهِ

“Barangsiapa meninggalkan shalat wajib dengan sengaja, telah lepas darinya jaminan dari Allah,”11

Kala Umar رضي الله عنه terluka karena tusukan seseorang mengatakan, “Anda tetap ingin mengerjakan shalat, wahai Amirul Mukminin?” “Ya, dan sungguh tidak ada tempat dalam Islam bagi yang menyia-nyialan shalat.”, jawabnya.12 Lalu ia pun mengerjakan shalat meski dari lukanya mengalir darah13 yang cukup banyak.

Abdullah bin Syaqiq -seorang tabiin- menuturkan, “Tidak ada satu amalan pun yang meninggalkannya dianggap kufur oleh para sahabat selain shalat.”14

Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه pernah ditanya tentang seorang wanita yang tidak shalat, menjawab, “Barangsiapa tidak shalat telah kafirlah ia.”15

Ibnu Mas’ud رضي الله عنه berkata, “Barangsiapa tidak shalat maka ia tidak mempunyai dien.”16

Ibnu ‘Abbas رضي الله عنهما berkata, “Barangsiapa meninggalkan shalat dengan sengaja sekali saja niscaya akan menghadap Allah yang dalam keadaan murka kepadanya.”17

Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda,

“Barangsiapa berjumpa dengan Allah dalam keadaan menyia-nyiakan shalat, Dia tidak akan mempedulikan suatu kebaikan pun darinya.”18

Ibnu Hazm berkata, “Tidak ada dosa yang lebih besar sesudah syirik selain mengakhirkan shalat dari waktunya dan membunuh seorang mukmin bukan dengan haknya.”

Ibrahim an-Nakha’iy رحمه الله berujar, “Barangsiapa meninggalkan shalat maka telah kafir.” Hal senada diungkapkan oleh Ayyub as-Sikhtiyaniy رحمه الله.

‘Aun bin Abdullah رحمه الله berkata, “Apabila seorang hamba dimasukkan kedalam kuburnya, ia akan ditanya tentang shalat sebagai sesuatu yang pertama kali ditanyakan, jika baik barulah amal-amalnya yang lain dilihat. Sebaliknya jika tidak baik, tidak ada satu amalan pun yang dilihat (dianggap tidak baik semuanya).”

Marilah kita memohon taufiq dan i’anah kepada Allah, sesungguhnya Dia Maha Pemurah dan Maha Pengasih diantara mereka yang mengasihi.

——————————————————————————–

 

والله أعلمُ بالـصـواب

Download Sumber

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *