[ UIC 11.1 ] – Dosa-Dosa Seputar SHALAT 05

HUKUM MENINGGALKAN SHALAT

Para ulama berbeda pendapat berkenaan dengan hukum orang yang meninggalkan shalat. Imam Malik, Syafi’i dan Ahmad berpendapat hukum orang yang meninggalkan shalat adalah dipancung dengan sebilah pedang. Selanjutnya mereka berbeda pendapat tentang kekafirannya jika ia meninggalkannya tanpa ada udzur sehingga lewat waktunya. Ibrahim an-Nakha’iy, Ayyub as-Sikhtiyaniy, Abdullah bin Mubarak, Ahmad bin Hambal, dan Ishaq bin Rahuyah menyatakan bahwa ia kafir. Mereka berhujjah dengan sabda Nabi “Ikatan (pembeda) antara kita dengan mereka adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya, maka telah kafirlah ia.”1 Juga sabda beliau, “Batas antara seseorang dengan kekafiran adalah meninggalkan shalat.” 2

Ibnu Abbas berkata, “Pada hari kiamat nanti, didatangkan seseorang dan dihadapkan kepada Allah. Allah memerintahkannya untuk masuk neraka. Tapi orang itu bertanya, “Wahai Rabbku, mengapa?” Dan Allah pun menjawab, “Untuk penundaan shalat dari waktunya dan sumpah palsumu atas nama-Ku.”1

Pada suatu hari Rasulullah صلي الله عليه وسلم berdo’a di tengah-tengah para sahabatnya, “Ya Allah, janganlah Engkau sisakan di antara kami orang yang ‘sengsara lagi terhalangi’.” Lalu beliau melanjutkan, “Tahukah kalian siapakah orang yang sengsara lagi terhalangi itu?” Para sahabat balik bertanya, “Siapakah mereka, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yaitu orang yang meninggalkan shalat.”2

Diriwayatkan bahwa wajah yang pertama kali dikelamkan pada hari kiamat adalah wajah orang-orang yang meninggalkan shalat. Juga bahwa di neraka Jahannam ada suatu lembah yang disebut ‘al-Malham. Di situ ada ular banyak sekali. Ukurannya sebesar leher unta. Panjangnya sejauh perjalanan satu bulan. Ular-ular itu mematuk orang yang meninggalkan shalat. Bisanya akan merusak tubuh orang yang meninggalkan shalat selama 70 tahun sebelum selanjutnya daging-dagingnya membusuk.

HIKAYAT

Ada sebuah kisah, seorang perempuan dari Bani Israil menghadap Musa عليه السلام, berkata, “Wahai Rasulullah, aku telah melakukan, satu dosa besar. Tapi aku telah bertaubat kepada Allah. Untuk itu sudilah kiranya engkau memohon kepada Allah agar mengampuni dosaku dan menerima taubatku.” Maka Musa pun bertanya, ‘Apakah dosa yang telah kamu lakukan itu?” Wanita itu menjawab, “Wahai Nabi Allah, sungguh aku telah berzina, melahirkan anak haram, lalu membunuhnya.” Musa berkata lagi, “Pergi jauhlah wahai pendosa! Jangan sampai api dari langit menyambar kami gara-gara dosa yang telah kamu lakukan itu!” Wanita itu pun meninggalkan Musa membawa hati yang hancur. Lalu Jibril mendatangi Musa dan berkata, Wahai Musa, Rabb bertanya kepadamu, “Mengapa kamu menolak seorang wanita yang telah bertaubat, wahai Musa? Apakah kamu sudah tidak mendapati yang lebih buruk darinya?” Musa balik bertanya, “Wahai Jibril, apakah yang lebih buruk darinya?” “Meninggalkan shalat dengan sengaja, jawab Jibril.

Marilah kita memohon pertolongan kepada Allah agar kita selalu dapat menjaga shalat pada waktunya. Sesungguhnya Dia Maha Pemurah lagi Maha Mulia.

——————————————————————————–

والله أعلمُ بالـصـواب

Download Sumber

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *