[ UIC 0.2 ] Dasar-Dasar Agama Islam 22 – Pondasi dan Landasan ISLAM 21

Akibat bagi Orang yang Tidak berpegang dengan Islam
          Sebagaimana yang telah dijelaskan kepada anda dalam buku ini, bahwa Islam adalah agama Allah, ia adalah agama yang hak, ia agama yang dibawa oleh seluruh Nabi dan Rasul, dan Allah telah menyiapkan ganjaran yang besar di dunia dan akherat bagi dia yang beriman dengannya, serta megancam dengan azab yang sangat pedih terhadap dia yang mengkufurinya.

          Dan dikarenakan Allah adalah Pencipta, Maha Raja yang mengatur seluruh alam ini, dan anda wahai manusia adalah merupakan salah satu ciptaan-Nya, Dia telah menciptakanmu, menundukkan seluruh apa yang ada di alam ini untukmu, mensyari’atkan bagimu syari’at-Nya dan memerintahkanmu untuk mengikuti-Nya, maka apabila kamu beriman dan menta’ati apa yang diperintahkan-Nya, serta berhenti dari apa yang dilarang-Nya, niscaya kamu akan mendapatkan kenikmatan abadi yang telah Allah janjikan untukmu di akherat, dan kamupun akan berbahagia di dunia dengan berbagai kenikmatan yang Dia anugerahkan, dan kamu akan mirip dengan makhluk yang paling sempurna akalnya dan paling suci jiwanya, mereka adalah para Nabi, Rasul, orang-orang shaleh serta para malaikat.

          Sedangkan jika anda kufur dan bermaksiat terhadap Rabb-mu, maka akan merugi dunia dan akheratmu, dan kamu akan mendapat murka serta azab-Nya di dunia dan akherat, anda akan mirip dengan makhluk terburuk, paling rendah akalnya dan paling kotor jiwanya yaitu para setan, orang-orang yang berbuat kedzoliman, para perusak dan para pembangkang. Inilah penjelasan ringkas.
Saya akan menjelaskan sedikit dari akibat kekafiran dengan gamblang, diantaranya:
1        Ketakutan dan tidak merasa aman:
Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman kepada-Nya dan mengikuti Rasul-Nya akan medapatkan keamanan yang sempurna dalam kehidupan dunia dan akheratnya, sebagaimana firman-Nya:

        ” الذين آمنوا ولم يلبسوا إيمانهم بظلم أولئك لهم الأمن وهم مهتدون
          
      “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk“, Allah adalah Dia yang memberikan keamanan dan anugerah, Dia adalah pemilik seluruh apa yang ada di alam semesta, sehingga apabila Dia mencintai seorang hamba karena keimanannya, maka Dia akan memberikan kepadanya keamanan, ketenangan serta tuma’ninah, dan apabila seseorang mengkufuri-Nya, maka akan diangkat darinya ketenangan dan rasa aman, sehingga anda tidak melihatnya kecuali dalam keadaan takut akan tempat kembalinya di akherat, dan selalu khawatir terhadap dirinya dari tertimpa kerugian dan penyakit, juga merasa takut akan masa depannya di dunia, oleh karena itu didirikanlah asuransi jiwa dan harta benda, karena tidak adaannya keamanan dan tidak adaannya tawakkal kepada Allah.
2        Penghidupan yang sempit:
Allah telah menciptakan manusia, menundukkan untuknya apa yang ada di alam semesta, serta membagi jatah  rizki dan umur bagi setiap makhluq hidup, sehingga anda melihat burung akan pergi dari sarangnya untuk mendapatkan rizki dan mengambilnya, ia berpindah dari satu dahan ke dahan yang lain dan bersenandung dengan suara yang sangat indah. Dan manusia adalah salah satu makhluk dari makhluk-makhluk yang telah dibagikan untuknya rizki serta ajalnya, maka apabila dia beriman kepada Allah dan beristiqomah terhadap syari’at-Nya niscaya Dia akan menganugerahinya kebahagiaan serta ketetapan, dan dimudahkan baginya segala urusannya, walaupun dalam hidupnya ia hanya memiliki mata pencaharian yang rendah.

Sedangkan jika dia kufur terhadap Rabb-nya dan berlaku sombong dengan enggan untuk beribadah kepada-Nya, maka Dia akan menjadikan hidupnya  sempit, dikumpulkan padanya ketakutan dan kegundahan, walaupun dia memiliki seluruh fasilitas ketenangan dan berbagai macam sarananya.

Bukankah anda telah menyaksikan banyaknya orang yang melakukan bunuh diri di Negara-negara yang telah disediakan bagi warganya seluruh sarana kesenangan? Bukankah anda telah menyaksikan adanya keberlebih-lebihan dalam  perabotan rumah dan berbagai macam perjalanan demi untuk menyenangkan kehidupannya? Sesungguhnya yang mendorong untuk melakukan suatu yang terlalu berlebih-lebihan dalam hal tersebut adalah kosongnya hati dari keimanan dan perasaan sempit lagi sesak, serta usaha untuk menghilangkan kesesakan ini dengan berbagai sarana yang selalu dirubah dan diperbaharui, Maha Benar Allah dengan firman-Nya:

ومن أعرض عن ذكري فإن له معيشة ضنكًا ونحشره يوم القيامة أعمى

Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta“.

3        Ia akan hidup dalam keadaan dipenuhi oleh pertentangan antara dirinya dengan jiwanya serta dengan alam sekitarnya:
Karena dirinya memiliki fitrah kepada tauhid, Allah berfirman:

فطرت الله التي فطر الناس عليها

(tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu“, tubuhnya berserah diri terhadap penciptanya, berjalan menurut peraturan-Nya, namun orang kafir akan menolak kecuali dengan cara menentang fitrahnya, dan hidup dalam perkara-perkara yang dapat dipilihnya dengan cara melakukan penentangan terhadap Rabb-nya, walaupun tubuhnya berserah diri, namun pilihannya melakukan apa yang bertentangan.

Dia berada dalam pertentangan dengan alam yang ada disekitarnya, karena seluruh alam mulai dari orbit terbesarnya sampai dengan yang terkecil dari serangganya berjalan sesuai dengan takdir yang telah disyari’atkan oleh Rabb-nya, Allah berfirman:

ثم استوى إلى السماء وهي دخان فقال له وللأرض ائتيا طوعًا أو كرهًا قالتا أتينا طائعين

Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati“, bahkan alam ini menyukai manusia yang sejalan dengannya dalam berserah diri kepada Allah dan membenci manusia yang menyelisihi-Nya. Adapun orang kafir maka ia adalah manusia durhaka di alam, karena telah menempatkan dirinya sebagai dia penentang terhadap Rabb-nya dan melawan-Nya, oleh karena itu berhak bagi langit, bumi dan seluruh makhluk untuk membencinya dan membenci kekufurannya serta pembangkangannya, Allah berfirman:

وقالوا اتخذ الرحمن ولدًا  . لقد جئتم شيئًا إدّا  . تكاد السموات يتفطرن منه وتنشق الأرض وتخر الجبال هدًّا .أن دعوا للرحمن ولدًا .وما ينبغي للرحمن أن يتخذ ولدًا  .إن كل من في السموات والأرض إلاّ آتي الرحمن عبدًا

Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak” (88) Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar (89) hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh (90) karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak (91) dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak (92) Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba“, dan firman Allah tentang Fir’aun beserta tentaranya:

فما بكت عليهم السماء والأرض وما كانوا منظرين

Maka langit dan bumi tidak menangisi mereka dan merekapun tidak diberi tangguh“.

4        Ia akan hidup dengan dipenuhi kebodohan:
Karena kekufuran adalah kebodohan, bahkan lebih besar dari kebodohan, karena orang kafir adalah orang yang bodoh (tidak tahu) akan Rabb-nya, dia menyaksikan alam yang telah diciptakan dan diperindah oleh Rabb-nya, dan melihat pada dirinya keagungan citaan-Nya, kemudian melupakan siapa yang telah menciptakan alam ini, dan siapa yang telah menyusun/membentuk dirinya, bukankah ini kebodohan yang terbesar?.
  
5        ia akan hidup dengan mendzolimi dirinya sendiri, juga mendzolimi makhluk sekitarnya:
Karena dia telah menjadikan dirinya tunduk kepada sesuatu yang ia diciptakan bukan untuk tunduk kepadanya, tidak menyembah Rabb-nya, bahkan menyembah kepada selain-Nya. Arti dzolim adalah menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya, kedzoliman apakah yang lebih besar dari pemalingan ibadah kepada yang tidak berhak diibadahi, dan telah berkata Luqman Al-Hakim ketika menjelaskan tentang buruknya kesyirikan:

يا بنيّ لا تشرك بالله إن الشرك لظلم

Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman“.

Dan dia telah berbuat dzalim terhadap  manusia serta makhluk sekitarnya, karena dia tidak mengetahui hak atas segala sesuatu, sehingga pada hari kiamat dia akan dihadapkan kepada setiap yang dizoliminya baik manusia ataupun hewan yang meminta kepada Rabb-nya untuk dibalaskan atas kedzoliman yang diterima.
6        Ia menempatkan dirinya untuk mendapat murka dan kemarahan Allah di dunia:
Dia menjadikan dirinya sebagai penyebab diturunkannya malapetaka, dan  bencana, sebagai hukuman yang disegerakan, Allah berfirman:

َأَفَأَمنَ الذين مكروا السيئات أن يخسف الله بهم الأرض أو يأتيهم العذاب من حيث لا يشعرون  .أو يأخذهم في تقلّبهم فما هم بمعجزين .أو يأخذهم على تخوف فإن ربكم لرءوف رحيم

Maka apakah orang-orang yang membuat makar yang jahat itu, merasa aman (dari bencana) ditenggelamkannya bumi oleh Allah bersama mereka, atau datangnya azab kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari (45) atau Allah mengazab mereka di waktu mereka dalam perjalanan, maka sekali-kali mereka tidak dapat menolak (azab itu) (46) atau Allah mengazab mereka dengan berangsur-angsur (sampai binasa). Maka sesungguhnya Tuhan-mu adalah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

ولا يزال الذين كفروا تصيبهم بما صنعوا قارعة أو تحلّ قريبًا من دارهم حتى يأتي وعد الله إن الله لا يخلف الميعاد

dan orang-orang yang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sehingga datanglah janji Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji

أوَ أمنَ أهل القرى أن يأتيهم بأسنا ضحًى وهم يلعبون

atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?“, inilah perkara setiap orang yang berpaling dari dzikir kepada Allah, Allah berfirman ketika menghabarkan tentang umat-umat terdahulu yang kafir:

فكلاّ أخذنا بذنبه فمنهم من أرسلنا عليه حاصبًا ومنهم من أخذته الصيحة ومنهم من خسفنا به الأرض ومنهم من أغرقنا وما كان الله ليظلمهم ولكن كانوا أنفسهم يظلمون

Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang di timpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri“, juga sebagaimana yang anda saksikan sendiri di sekitar anda terkait orang-orang yang mendapat siksa dan azab Allah.

7        Ditakdirkan baginya kerugian dan kegagalan.
Disebabkan oleh kezolimannya, ia akan kehilangan kenikmatan terbesar bagi hati dan jiwa, kenikmatan itu adalah ma’rifatullah(mengenal Allah) dan kedekatan dalam bermunajat kepada-Nya, serta ketenangan. dan diapun akan merugi didunianya karena ia hidup dalam kondisi sengsara dan kebingungan. Ia juga kehilangan dirinya sendiri disebabkan ia tidak memberikan ketundukan dirinya kepada Allah, ia tidak dapat menikmati  kebahagiaan dengan dirinya, karena dirinya hidup sengsara dan mati sengsara dan akan dibangkitkan bersama orang-orang sengsara., Allah berfirman:

ومن خفت موازينه فأولئك الذين خسروا أنفسهم

dan siapa yang ringan timbangan kebaikannya, maka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri“, keluarganya juga merugi, karena dia hidup bersama mereka diatas kekufuran kepada Allah, sehingga merekapun menjadi sepertinya dalam kerugian dan kesempitan, serta perjalanan merekapun sama menuju neraka, firman Allah:

إن الخاسرين الذين خسروا أنفسهم وأهليهم يوم القيامة

Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat“, lalu pada hari kiamat mereka akan dikumpulkan ke neraka jahanam, seburuk-buruknya tempat, Allah berfirman:
(kepada malaikat diperintahkan): “kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah (22) selain Allah; maka tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka
8        Bahwasanya ia akan hidup dalam keadaan kafir kepada Allah dengan mengingkari segala nikmat-Nya:
Karena sesungguhnya Allah-lah yang menciptakannya dari ketidak adaan, menganugerahkan kepadanya seluruh kenikmatan, maka bagaimana bisa baginya untuk menyembah selain Dia, berwali kepada selain-Nya dan bersyukur terhadap yang lain-Nya… pengingkaran apakah yang lebih besar dari ini? Dan penentangan apakah yang lebih jelek dari ini?
9        Bahwa ia akan dihindarkan dari kehidupan yang sesungguhnya:
Ini karena seorang manusia yang sesungguhnya hidup adalah dia yang beriman kepada Rabb-nya, memahami tujuannya, jelas masa depannya dan merasa yakin akan hari kebangkitannya, sehingga setiap yang memiliki hak mengetahui haknya, sehingga dia tidak merendahkan suatu hak apapun, dan tidak mengganggu suatu makhlukpun, yang mana semua itu akan menjadikan kehidupannya menjadi berbahagia, dan mendapatkan penghidupan yang baik di dunia dan akherat, Allah berfirman:

من عمل صالحًا من ذكر أو أنثى وهو مؤمن فلنحيينّه حياة طيبة

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik“, sedangkan di akherat

ومساكن طيبة في جنات عدن ذلك الفوز العظيم

dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga ‘adn. Itulah keberuntungan yang besar“.

binatang, yang mana dia tidak mengenal Rabb-nya, tidak mengetahui apa yang menjadi tujuannya, dan tidak mengetahui pula kemana arah perjalanannya? Bahkan Adapun orang yang hidup di dunia ini dengan penghidupan yang mirip dengan yang menjadi tujuannya hanyalah makan, minum dan tidur.. lalu apakah perbedaan antara dirinya dengan seluruh binatang, bahkan dia lebih sesat darinya, Allah berfirman:

ولقد ذرأنا لجهنم كثيرًا من الجن والإنس لهم قلوب لاّ يفقهون بها ولهم أعين لا يبصرون بها ولهم آذان لاّ يسمعون بها أولئك كالأنعام بل هم أضلّ أولئك هم الغافلون

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai“, serta firman-Nya:

أم تحسب أن أكثرهم يسمعون أو يعقلون إن هم إلاّ كالأنعام بل هم أضلّ سبيلاً

atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu)“.
10     Bahwa ia akan kekal dalam siksaan:
Karena orang kafir akan berpindah dari satu siksaan kepada siksaan yang lain, dia akan keluar dari dunia –dalam keadaan telah merasakan keletihan serta musibahnya- menuju akherat, pada fase pertama darinya akan turun kepada dia malaikat maut yang didahului oleh malaikat azab, agar dia dapat merasakan azab yang sesuai untuknya, Allah berfirman:

      ” ولو ترى إذ يتوفى الذين كفروا الملائكة يضربون وجوههم وأدبارهم
          
       “Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka“, kemudian apabila ruhnya telah keluar dan diturunkan ke kuburnya, dia akan mendapatkan siksa yang paling dahsyat, Allah berfirman ketika menghabarkan tentang keluarga Fir’aun:

النار يعرضون عليها غدوًا وعشيّاً ويوم تقوم الساعة أدخلوا آل فرعون أشدّ العذاب

Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras“, kemudian pada hari kiamat, tatkala seluruh makhluk dibangkitkan dan diperlihatkannya amal perbuatan, orang-orang kafir akan melihat bahwa Allah telah menghitung untuknya seluruh apa yang dia amalkan, yaitu dalam sebuah kitab yang Allah kabarkan dalam firman-Nya:

ووضع الكتاب فترى المجرمين مشفقين ممّا فيه ويقولون يا ويلتنا ما لهذا الكتاب لا يغادر صغيرة ولا كبيرة إلاّ أحصاها

Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya“, pada saat itu orang-orang kafir akan berharap kalau mereka itu sebagai tanah:

يوم ينظر المرء ما قدّمت يداه ويقول الكافر يا ليتني كنت ترابًا

pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata:”Alangkah baiknya sekiranya dahulu adalah tanah“.
         
Karena begitu mengerikannya keadaan pada saat itu, sampai manusia berangan-angan kalau seandainya dia memiliki seluruh apa yang ada di bumi, niscaya akan dia pergunakan untuk menebus hari tersebut, firman Allah:

ولو أن للذين ظلموا ما في الأرض جميعًا ومثله معه لافتدوا به

Dan sekiranya orang-orang yang zalim mempunyai apa yang ada di bumi semuanya dan (ada pula) sebanyak itu besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu“, serta firman-Nya:
Orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya (11) dan isterinya dan saudaranya (12)dan kaum familinya yang melindunginya (di dunia) (13) Dan orang-orang di atas bumi seluruhnya kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya“.

          Dikarenakan tempat tersebut adalah tempat pembalasan dan bukan tempat untuk berangan-angan, sehingga setiap manusia pasti akan mendapatkan ganjaran sesuai dengan amalannya, apabila baik maka akan medapatkan kebaikan, dan jika buruk akan mendapatkan keburukan. Kejelekan yang akan di dapat oleh orang kafir di akherat adalah azab neraka, Allah telah menyiapkan berbagai macam jenis siksaan bagi penghuninya agar mereka dapat merasakan akibat dari pembangkangannya, sebagaimana firman-Nya:
Inilah neraka Jahannam yang didustakan oleh orang-orang berdosa (43)Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air mendidih yang memuncak panasnya“, serta firman-Nya ketika mensifati akan minuman dan pakaian mereka:

Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka (19)Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka) (20)Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi“.



والله أعلمُ بالـصـواب

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *