[ UIC 0.2 ] Dasar-Dasar Agama Islam 21 – Pondasi dan Landasan ISLAM 20

Taubat
          Bersabda Rasullullah SAW:

” كلّ ابن آدم خطاء , وخير الخطائين التوابون

Setiap anak cucu Adam memiliki kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah dia yang meminta ampunan“.

Manusia berjiwa lemah dan lemah pada kemauan serta keinginannya, dia tidak dapat menanggung akibat dari dosa dan kesalahannya, sehingga Allah beri keringanan kepada umat manusia sebagai rahmat baginya, lalu disyari’atkan taubat baginya, sedangkan hakekat taubat adalah: Meninggalkan dosa karena kejelekannya –takut kepada Allah dan mengharap apa yang Dia siapkan untuk hamba-hamba-Nya-, dan menyesal atas apa yang dia lakukan, berniat untuk meninggalkan agar tidak kembali lagi padanya, serta memanfaatkan umur yang masih tersisa dengan mengerjakan amal shaleh, ia sebagaimana yang anda perhatikan merupakan amalan hati yang terjadi antara seorang hamba dengan Rabb-nya, tidak ada kelelahan dan tidak ada kecapaian padanya, tidak pula terbebani oleh amal yang berat, akan tetapi hanyalah amalan hati, berlepas diri dari dosa, dan tidak akan kembali kepadanya. Dan di dalam menahan diri dari dosa serta menjauhinya terdapat kelezatan dan rasa lega.         

Sehingga tidak dibutuhkan bagi anda untuk bertaubat melalui tangan seseorang yang akan membongkar aib anda, mengetahui rahasia anda dan memanfaatkan kelemahan anda, akan tetapi ia hanyalah munajat antara anda dengan Rabb anda, dengan cara meminta ampunan dari-Nya, meminta hidayah atau petunjuk kepada-Nya, maka Dia akan menerima ampunan kepada anda.

          Dalam Islam tidak terdapat dosa yang diwariskan, tidak juga ada seseorang yang ditunggu untuk menyelesaikan masalah, bahkan sebagaimana yang didapat oleh seorang Yahudi an-namsawi yang mendapat hidayah, Muhammad Asad, dia berkata: “saya tidak bisa mendapati dalam bagian manapun dari Al-Qur’an dan apapun yang menyebutkan tentang kebutuhan terhadap “seorang penyelesai masalah(penghapus dosa)”, Dalam Islam tidak dikenal adanya dosa warisan yang dapat menghalangi seseorang dari masa depanya, itu karena “Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya“, dan tidak pula dituntut dari setiap orang untuk mempersembahkan korban ataupun membunuh dirinya dengan agar dibukakan baginya pintu taubat dan berlepas diri dari kesalahan”, akan tetapi sebagaimana firman Allah: “(yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain“.
Taubat memiliki pengaruh dan hasil yang sangat besar, diantaranya:
1        Seorang hamba dapat mengetahui luasnya kelembutan Allah SWT serta kebaikanya-Nya dalam menutupi aib hambahnya, dan bahwasanya kalau Dia berkehendak niscaya akan dipercepat azab bagi pelaku dosa dan niscaya Dia akan membongkar aibnya dihadapan seluruh manusia, sehingga dia tidak akan tentram hidup ditengah-tengah mereka, akan tetapi Dia muliakan dengan menutupinya, menghalanginya dengan kelembutan-Nya, mengakhirkannya dengan kehendak dan kekuatan-Nya serta memberinya rizki dan penghasilan.

2        Agar dia mengerti akan hakekat jiwanya, bahwasanya ia adalah jiwa yang senantiasa mengajak kepada kejelekan, dan bahwasanya kesalahan, dosa dan kelalaian yang bersumber darinya adalah dalil akan lemahnya jiwa dan lemahnya dia terhadap kesabaran dari syahwat yang diharamkan, dan bahwasanya ia tidak akan merasa tidak membutuhkan Allah –sekejapun- agar mensucikan dan memberinya petunjuk.

3        Allah SWT mensyari’atkan taubat agar dengannya bisa di dapat penyebab terbesar kebahagiaan bagi seorang hamba, yaitu dengan kembali kepada Allah dan meminta pertolongan kepada-Nya, sebagaimana ia dapat meraih dengannya berbagai macam do’a, merendah diri, menunjukkan akan keperluan dan kebutuhan, kecintaan, takut dan pengharapan, sehingga dapat mendekatkan diri kepada penciptanya dengan pendekatan khusus yang tidak mungkin didapat tanpa taubat dan kembali kepada Allah.

4        Agar Allah SWT mengampuni apa yang telah lalu dari dosa-dosanya. Allah SWT berfirman:

قل للذين كفروا إن ينتهوا يغفر لهم ما قد سلف

Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: “Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu“.

5        Bahwa kejelekan-kejelekan manusia akan diganti dengan kebaikan-kebaikan. Allah SWT berfirman:

إلا من تاب وآمن وعمل عملاً صالحًا فأولئك يبدل الله سيئاتهم حسنات وكان الله غفورًا رحيمًا

Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang“.

6        Umat manusia akan menyikapi kesalahan saudara sesamanya terhadapnya sama dengan sikap yang ia harapkan dari Allah dalam menyikapi kesalahan dan dosanya terhadap-Nya, dan sesungguhnya balasan itu setimpal dengan amal perbuatan. Jika manusia bermuamalah dengan muamalah yang baik ini, maka diapun berhak untuk mendapatkan yang serupa dari Allah, Dia akan membalas dosa dan kesalahanya dengan kebaikan-Nya sebagaimana ia membalas kesalahan saudaranya.

7        Seseorang akan menyadari jika dirinya memiliki banyak kesalahan dan aib, sehingga hal tersebut mengharuskanya untuk menahan diri dari mengungkap aib orang lain, dan sibuk memperbaiki dirinya tidak sibuk memikirkan aib orang lain.

Saya tutup alinea ini dengan berita tentang seorang pria yang datang kepada Nabi  lalu berkata: “Ya Rasulullah saya tidak meninggalkan suatu keinginanpun untuk berbuat maksiat kecuali aku pasti melaksanakannya. Nabi SAW menjawab: “Bukankah Anda telah bersaksi bahwasanya tidak ada ilah selain Allah, dan bahwasanya Muhammad itu utusan Allah?” (tiga kali). Dia menjawab: benar. Nabi bersabda: “Sesungguhnya itu akan mencukupi itu” dalam riwayat lain: “Sesungguhnya ini akan datang menutupi ini seluruhnya“.

Dalam satu riwayat bahwa ia mendatangi Rasulullah lalu berkata: bagaimana pendapat Anda tentang seseorang yang melakukan dosa seluruhnya namun tidak berbuat syirik kepada Allah sedikitpun, pada kesempatan itu dia tidak meninggalkan satu keinginanpun untuk berbuat maksiat kecuali dia pasti melaksanakanya, apakah untuk semua itu ada taubat? rasul menjawab: “Apakah anda telah memeluk Islam?” dia menjawab: adapun aku telah bersaksi bahwasanya tidak ada ilah selain Allah yang Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bahwasanya engkau adalah utusan Allah. Menjawab Rasul: ya! Kerjakanlah kebaikan, dan tinggalkannya kejelekan, maka Allah akan menjadikan seluruhnya kebaikan untukmu” dia berkata: juga pengkhiatan dan kejahatanku? Beliau menjawab: “benar“, dia berkata: Allahu Akbar. Dia terus mengulang-ulangi takbir sambil berpaling.

     Ketahuilah bahwa Islam menghapus dosa yang sebelumnya, dan taubat yang benar menghapus kesalahan yang sebelumnya, sebagaimana hal tersebut telah ditetapkan dalam Hadits dari Nabi.


والله أعلمُ بالـصـواب

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *