[ UIC 0.2 ] Dasar-Dasar Agama Islam 20 – Pondasi dan Landasan ISLAM 19

Di antara keistimewaan-keistimewaan Islam*
          Pena tidak akan mampu untuk menyebut seluruh keistimewaan dan kebaikan Islam, dan kata-kata juga tak akan berdaya untuk dapat menyebutkan seluruh keutamaan agama ini, tidak lain karena agama ini adalah agama Allah Ta’ala, sebagaimana pandangan tidak kuasa melihat Allah, dan ilmu manusiapun tidak dapat menguasainya, begitu pula dengan syari’at Allah tidak bisa disifati keseluruhanya dengan pena. 

Telah berkata Ibnul Qoyyim rahimahullah: “Apabila anda memperhatikan hikmah yang terpancar pada agama yang lurus dan millah yang hanifiyyah ini, serta syari’at Muhammadiyyah yang tidak dapat diungkapkan akan kesempurnaannya, tidak dapat disifati keindahannya, dan akal orang-orang pintar –walaupun mereka dikumpulkan dan dan disatukan pada orang yang paling sempurna dari mereka- tidak mampu mengusulkan sesuatu yang melebihinya, dan cukuplah dengan akal sempurna untuk mengetahui keindahannya, dan bersaksi akan keutamaannya, bahwasanya seluruh alam ini tidak akan mendapatkan syari’at yang lebih lengkap, lebih mulia dan lebih agung darinya.. 

Kalau seandainya tidak datang rasul dengan membawa penerang untuknya, niscaya ia sudah cukup sebagai penerang dan tanda serta saksi bahwa ia datang dari sisi Allah, seluruhnya bersaksi akan kesempurnaan ilmu, kesempurnaan hikmah, luasnya rahmat, kabaikan dan ihsan, menguasai pengetahuan akan yang ghaib dan terlihat, juga pengetahuan akan segala permulaan dan segala akibat, dan bahwasanya ia adalah termasuk kenikmatan Allah terbesar yang Dia anugrahkan kepada hamba-hamba-Nya, sehingga tidak ada kenikmatan yang dianugrahkan kepadanya melebihi kemuliannya dengan ditunjuki kepada Islam, menjadikannya sebagai pemeluk, dan termasuk orang yang ridho terhadapnya, oleh karena itu Dia memberi karunia kepada hamba-Nya dengan memberinya hidayah, Allah berfirman:

” لقد منّ الله على المؤمنين إذ بعث فيهم رسولاً من أنفسهم يتلو عليهم آياته ويزكّيهم ويعلّمهم الكتاب والحكمة وإن كانوا من قبل لفي ضلال مبين

Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata“, dan Allah berfirman dengan memberi tahu kepada hamba-hamba-Nya dan mengingatkannya akan keagungan nikmat-Nya kepada mereka, agar mereka bersyukur kepada-Nya karena telah dijadikan termasuk dari pemeluknya: “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu“.
Di antara syukur kita kepada Allah SWT dengan agama ini, kita akan menyebutkan sedikit dari kebaikan-kebaikannya:
1        Bahwasanya ia adalah agama Allah:
Bahwa ia adalah agama yang diridhai oleh Allah, rasul-Nya diutus untuk membawanya dan diidzinkan kepada makhluk-Nya untuk beribadah kepada Allah melaluinya, sebagaimana tidak sama antara pencipta(Allah) dan yang diciptakan(makhluk), maka tidak sama pula antara agama-Nya –yaitu Islam- dengan hukum-hukum serta agama-agama para makhluknya,uh dan sebagaimana Allah mensifati diri-Nya dengan kesempurnaan yang mutlak, maka demikian pula dengan agama-Nya yang memiliki kesempurnaan mutlak dalam menunaikan syari’at yang sesuai dengan kehidupan dan tempat kembalinya manusia, juga mencakup hak-hak pencipta serta kewajiban-kewajiban hamba terhadap-Nya, serta hak sebagian dari mereka terhadap sebagian lainnya, dan kewajiban sebagian mereka terhadap sebagian lainnya.
2        Menyeluruh:
Di antara apa yang paling menonjol dari agama ini bahwa ia paling mencakup atas segala sesuatu. Allah SWT berfirman:

ما فرطنا في الكتاب من شيء

Tidaklah Kami alpakan sesuatupun di dalam Al-Kitab“, agama ini mencakup segala sesuatu yang berhubungan dengan sang pencipta, mulai dari nama-nama dan sifat-sifat Allah hingga hak-hak-Nya, juga seluruh yang berhubungan dengan makhluk dari syari’at, tugas, akhlak dan pergaulan. Agama ini mencakup pula kabar-kabar tentang mereka yang terdahulu dan yang akan datang, para malaikat, para nabi, dan para rasul, iapun bercerita tentang langit, bumi, angkasa luar, bintang, lautan, tumbuhan dan alam. Disebutkan pula sebab adanya makhluk, tujuan serta akhir darinya, disebutkan surga dan tempat kembali kaum mukminin serta neraka dan tempat berakhirnya orang-orang kafir.
3        Bahwa ia sebagai penghubung antara pencipta dengan makhluk:
Setiap agama dan kepercayaan yang batil hanya menghubungkan antara manusia dengan manusia sejenisnya, yang mana setiap dari mereka memungkinkan untuk mati, lemah dan sakit, bahkan mungkin juga akan dihubungkan dengan manusia yang telah mati sejak ratusan tahun lalu dan telah menjadi tulang serta tanah.. sedang agama ini yaitu Islam memiliki keistimewaan bahwa ia dapat menghubungkan manusia dengan penciptanya secara langsung, tanpa adanya pendeta dan tidak pula orang suci, serta tidak pula rahasia suci, akan tetapi ia hanyalah hubungan langsung antara Pencipta dengan makhluk-Nya, hubungan yang mengikat akal dengan Rabb-nya sehingga ia menjadi bercahaya, mendapat petunjuk, meningkat, meninggi dan menginginkan kesempurnaan, iapun menjadi lebih tinggi dari orang-orang rendahan dan bawahan, karena setiap hati yang tidak dihubungkan dengan Rabb-nya, maka ia akan menjadi lebih sesat dari binatang ternak.

Ia adalah hubungan antara Pencipta dengan makhluk-Nya, yang darinya bisa diketahui keinginan Allah, sehingga seseorang dapat menyembah-Nya dengan pengetahuan yang jelas, juga mengenal sisi-sisi yang dapat mendatangkan ridha-Nya lalu ia berusaha mendapatkanya, dan sisi-sisi yang dapat mengundang murka-Nya maka ia menjauhinya.

Ia adalah hubungan antara Pencipta yang Agung dengan makhluk yang lemah lagi fakir, sehingga ia dapat meminta dari-Nya bantuan, pertolongan dan petunjuk, juga meminta perlindungan kepada-Nya dari tipu daya para penipu dan godaan setan.
4        Memperhatikan maslahat dunia dan akherat:
Syari’at Islam dibangun atas dasar memperhatikan maslahat-maslahat dunia, akherat dan penyempurnaan akhlak mulia.

Adapun keterangan akan maslahat akherat, telah diterangkan bentuk-bentuknya oleh syari’at ini, tidak ada yang terlalaikan darinya sedikitpun, bahkan ia ditafsirkan dan dijelaskan oleh syariat agar tidak ada yang tidak mengetahuinya, sehingga seseorang dijanjikan dengan kenikmatannya dan diancaman dengan azabnya.

Adapun keterangan tentang maslahat dunia: Allah telah mensyari’atkan pada agama ini apa yang dapat digunakan oleh manusia untuk menjaga agama, jiwa, harta, keturunan, kehormatan dan akalnya.

Adapun keterangan akhlak mulia: Syariat telah memerintahkanya secara zohir dan batin, dan melarang dari keburukan dan kerendahan akhlak, diantara akhlak yang tampak adalah kebersihan, kesucian dan membersihkan dari kotoran serta najis, iapun menganjurkan kepada kebersihan dan kebaikan penampilan, mengharamkan kejelekan-kejelekan seperti: zina, minuman keras, memakan bangkai, darah dan daging babi, serta memerintahkan untuk memakan yang baik-baik dan melarang dari perbuatan berlebih-lebihan dan tabzir.

Adapun kebersihan batiniyah: Kembali kepada berlepasnya diri dari akhlak tercela dan menghiasi diri dengan perkara yang terpuji darinya. Akhlak-akhlak yang tercela seperti dusta, perbuatan jahat, marah, dengki, kikir, menghinakan diri, mencintai kedudukan, mencintai dunia, sombong, takabur dan riya. Diantara akhlak-akhlak terpuji adalah: berperilaku baik, menjadi teman yang baik dengan sesama makhluk, berbuat baik terhadap mereka, berlaku adil, rendah diri, jujur, dermawan, mengasihi, bertawakal kepada Allah, ikhlas, takut kepada Allah, sabar dan bersyukur.
5        Mudah:
Ia adalah salah satu sifat yang membedakan agama ini; pada setiap syi’ar dari syi’ar-syi’arnya terdapat kemudahan, seluruh ibadahnya mudah, Allah berfirman:

وما جعل عليكم في الدين من حرج

Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan“, yang pertama dari kemudahan ini: Bahwa barang siapa yang ingin memeluk agama ini tidak memerlukan perantara manusia, atau dengan pengakuan atas apa yang telah lalu, bahkan yang harus dia lakukan adalah bersuci dan membersihkan diri, lalu mengucapkan dua kalimat syahadat, dengan meyakini akan kandungan makna dari keduanya serta mengamalkan sesuai dengan kandungannya.

     Kemudian setiap ibadah akan dimasuki oleh kemudahan dan keringanan apabila seseorang sedang dalam bepergian atau sakit, namun akan tetap dicatat baginya amalan yang sama seperti apa yang dikerjakan ketika sedang sehat dan sedang tidak bepergian. Bahkan bahwa kehidupan seorang muslim menjadi mudah dan tenang, berbeda dengan kehidupan orang-orang kafir yang sempit dan sulit. Begitupula dengan kematian seorang muslim yang mudah, yaitu dengan keluarnya ruh darinya sebagaimana keluarnya tetesan dari sebuah bejana, Allah berfirman:

الذين تتوفّاهم الملائكة طيبين يقولون سلام عليكم ادخلوا الجنة بما كنتم تعملون

(yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “salaamun’alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan“. Adapun orang kafir, maka  malaikat yang keras lagi kasar akan hadir saat kematianya, mereka akan memukulinya dengan pecut, Allah berfirman:

ولو ترى إذ الظالمون في غمرات الموت والملائكة باسطوا أيديهم أخرجوا أنفسكم اليوم تجزون عذاب الهون بما كنتم تقولون على الله غير الحق وكنتم عن آياته تستكبرون

Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “keluarkanlah nyawamu”. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya“, dan firman-Nya

ولو ترى إذ يتوفى الذين كفروا الملائكة يضربون وجوههم وأدبارهم وذوقوا عذاب الحريق

Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): “rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar” (tentulah kamu akan merasa ngeri)“.
6        Adil:
Bahwasanya yang menetapkan syari’at Islam adalah Allah satu-satunya, Dialah pencipta seluruh makhluk, baik itu yang putih, hitam, laki-laki dan wanita, mereka seluruhnya dihadapan hukum, keadilan serta rahmat-Nya sama. Dia telah mensyari’atkan bagi tiap laki-laki dan wanita apa yang pantas untuknya, sehingga merupakan suatu yang mustahil memudahkan syari’at bagi laki-laki dan mempersulit wanita, atau wanita dimuliakan dan laki-laki dizolimi, atau mengkhususkan bagi yang berkulit putih beberapa kekhususan yang orang berkulit hitam dilarang darinya, seluruhnya dihadapan syari’at Allah adalah sama, tidak ada perbedaan diantara mereka kecuali dengan ketakwaan.
  
7        Amar ma’ruf nahi munkar:
Syari’at ini memiliki satu keistimewaan dan karakter yang mulia, ia adalah: amar ma’ruf nahi munkar (memerintah kepada yang baik dan mencegah dari kemunkaran). Diwajibkan atas setiap muslim dan muslimah, telah baligh, berakal dan memiliki kemampuan untuk memerintah dan melarang sesuai dengan kemampuannya, menurut urutan yang ada dalam perintah dan larangan, yaitu memerintah atau melarang dengan menggunakan tangannya, apabila tidak mampu maka menggunakan lisannya, dan jika tidak mampu pula maka menggunakan hatinya. Dengan ini seluruh umat akan menjadi pengawas bagi yang lain, setiap orang berkewajiban untuk beramar ma’ruf nahi munkar kepada dia yang lalai dalam melaksanakan kebaikan atau dia yang terjerumus dalam kemungkaran, baik dia itu seorang hakim atau yang tertindak, sesuai dengan kemampuannya dan menurut kaidah-kaidah syari’at yang mengaturnya.

Perkara ini –sebagaimana yang anda saksikan- merupakan suatu kewajiban bagi setiap orang sesuai dengan kemampuannya, pada saat yang sama system perpolitikan Dewasa ini merasa bangga telah memberi kebebasan kepada partai-partai oposisi  untuk mengawasi jalanya pemerintahan dan pelaksanaan aparatur pemerintahan.

Inilah sebagian dari kelebihan-kelebihan islam, dan jika anda ingin lebih detail niscaya akan memerlukan waktu untuk membahas setiap syi’ar, setiap kewajiban, setiap perintah, setiap larangan guna menjelaskan hikmah yang ada padanya, syari’at yang teratur, kebaikan yang agung dan kesempurnaan yang terputus pandangannya, dan barang siapa yang mengamati syari’at-syari’at agama ini niscaya dia akan tahu –dengan seyakinnya- kalau ia berasal dari sisi Allah, dan bahwasanya ia merupakan suatu kebenaran yang tidak ada keraguan padanya, serta petunjuk yang tidak ada kesesatan padanya.

Apabila anda ingin kembali kepada Allah, mengikuti syari’at-Nya dan mengikuti petunjuk nabi-nabi dan rasul-rasul-Nya, maka sesungguhnya pintu taubat terbuka, dan Rabb anda Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, Dia mengajak untuk memberi ampunan kepada anda.


والله أعلمُ بالـصـواب

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *