[ UIC 0.2 ] Dasar-Dasar Agama Islam 19 – Pondasi dan Landasan ISLAM 18

Urutan Ketiga
Al-Ihsan, dan ia hanya satu rukun, yaitu:
          Anda beribadah kepada Allah seolah-olah Anda melihat-Nya, dan jika Anda  tidak mampu melihat-Nya maka yakinilah bahwa Dia melihat Anda. Sehingga umat manusia dapat beribadah kepada Allah dengan sifat yang seperti ini, yaitu dengan menghadirkan kedekatan-Nya, dan bahwa Dia berada di hadapannya, karena yang demikian dapat mendatangkan rasa tunduk, takut, ngeri dan rasa hormat, juga ia mewajibankan adanya nasehat dalam pelaksanaan ibadah, serta bersungguh-sungguh dalam memperindah dan menyempurnakannya.

Apabila seorang hamba bermuroqobah(merasakan adanya pengawasan) terhadap Rabb-nya dalam pelaksanaan ibadah, dan merasakan akan kedekatan-Nya sehingga merasa seolah-olah dia melihat-Nya, dan apabila hal tersebut terasa berat baginya, maka hendaklah dia menggunakan pertolongan untuk merealisasikannya dengan mengimani bahwa Allah melihatnya dan mengetahui apa yang dirahasiakan dan yang ditampakkannya, yang tersembunyi dan yang terlihat, serta tidak ada yang tersembunyi dari-Nya sedikitpun dari seluruh perkara.
          Seorang hamba yang telah mencapai kedudukan ini niscaya akan beribadah kepada Allah dengan ikhlas, tidak berpaling kepada siapapun selain-Nya, tidak menunggu pujian orang lain, dan tidak pula takut dari celaan mereka, karena telah cukup baginya keridhoan Rabb-nya serta pujian Penciptanya.

          Dia adalah seorang yang sama disisinya antara apa yang dia tampakkan dan dia sembunyikan, dia adalah seorang yang beribadah kepada Rabb-nya dalam keadaan sendiri ataupun dihadapan orang lain, memiliki keyakinan –keyakinan yang sesungguhnya- bahwa Allah mengetahui apa yang dia fikirkan dalam hatinya dan apa yang dibisikkan oleh sanubarinya, keimanan menguasai hatinya, dan dia selalu merasa berada dalam pengawasan Rabb-nya, sehingga berserah dirilah anggota tubuhnya terhadap Sang Pengatur, tidak mengerjakan suatu amalan kecuali apa yang dicintai dan diridhoi oleh Allah, dan berserah diri seluruhnya kepada Rabb-nya.

          Karena hatinya bergantung kepada Allah, maka dia tidak meminta pertolongan kepada makhluk, sebab merasa cukup dari apa yang didapatnya dari Allah. Dia tidak mengeluh kepada orang lain, karena dia telah menyerahkan seluruh keperluannya kepada Allah dan cukuplah Dia sebagai penolong. Dia tidak merasa ngeri dari suatu tempat dan tidak takut dari siapapun, karena dia mengetahui bahwa Allah bersamanya dalam setiap keadaan, cukuplah Dia sebaik-baiknya penolong, dia tidak meninggalkan suatu perintah yang Allah perintahkan dan tidak pula terjerumus kedalam maksiat-Nya, karena dia merasa malu dari Allah, dan takut jika Dia kehilangan dirinya saat dating perintah-Nya atau Allah mendapatinya berada pada sesuatu yang dilarang-Nya, dia tidak akan melanggar batasan atau berbuat zolim terhadap suatu makhluk ataupun juga mengambil hak orang lain, karena dia mengetahui bahwa Allah memperhatikannya dan bahwasanya Dia akan menghisab sesuai dengan apa yang dikerjakannya.

          Dia tidak akan membuat kerusakan di muka bumi, karena dia mengetahui bahwa  kebaikan-kebaikan yang ada padanya adalah milik Allah yang Dia siapkan untuk seluruh makhluk, sehingga dia akan mengambil sesuai dengan apa yang dibutuhkannya, dan bersyukur kepada Rabb yang telah memudahkan itu baginya.
*  *  *  *  *
          Sesungguhnya apa yang telah saya sebutkan kepada Anda, dan saya tampilkan dihadapan Anda dalam buku kecil ini tidak lain adalah perkara-perkara penting, dan rukun-rukun yang agung dari Islam. Rukun-rukun ini adalah sesuatu yang apabila seorang hamba beriman dengannya dan mengamalkannya, niscaya dia akan menjadi seorang muslim, karena sesungguhnya Islam –sebagaimana yang telah saya sebutkan untuk anda- adalah agama dan dunia, ibadah dan manhaj kehidupan, sesungguhnya ia adalah peraturan Ilahi yang sempurna dan menyeluruh, syari’atnya mencakup seluruh  yang diperlukan oleh pribadi ataupun umat dengan kadar yang sama dalam seluruh dimensi kehidupan kehidupan, baik keyakinan(agama), politik, ekonomi, kemasyarakatan maupun keamanan.. padanya manusia akan mendapatkan kaidah-kaidah, landasan-landasan dan hukum-hukum yang mengatur segala keadaan, baik damai maupun perang, dalam segala hak dan kewajiban, juga menjaga kehormatan manusia, burung, binatang serta keadaan disekitarnya, menerangkan tentang hak-hak manusia, kehidupan, kematian, kebangkitan setelah mati. Dan padanya akan didapat –pula- pedoman yang paling tepat bagi tata cara pergaulan manusia dengan mereka yang berada di sekitarnya, seperti firman Allah SWT:
Serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia.
Serta dalam firman-Nya:
Dan memaafkan (kesalahan) orang.” Lalu firman-Nya:

ولا يجرمنّكم شنآن قوم على ألاّ تعدلوا اعدلوا هو أقرب للتقوى

Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa“.

          Sangat baik bagi kita, setelah menampilkan urutan-urutan agama ini, beserta rukun-rukun dari setiap urutannya, untuk menyebutkan gambaran ringan tentang kebaikan-kebaikannya.


والله أعلمُ بالـصـواب

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *