[ UIC 0.2 ] Dasar-Dasar Agama Islam 15 – Pondasi dan Landasan ISLAM 14

Penutup Kenabian

           Telah jelas bagi anda dari apa yang telah lalu tentang hakekat kenabian, ciri-ciri dan tanda-tandanya, serta dalil-dalil tentang kenabian nabi kita Muhammad. Dan sebelum berbicara tentang penutup kenabian maka anda harus mengetahui bahwasanya Allah Ta’ala tidaklah mengutus seorang rasul kecuali karena salah satu sebab dari sebab-sebab berikut ini:

1        Bahwa risalah seorang nabi khusus untuk suatu kaum, dan rasul ini tidak diperintahkan untuk menyampaikan risalahnya kepada umat-umat selainya, sehingga Allah mengutus seorang rasul lain dengan membawa risalah khusus terhadap umat yang lain.

2        Bahwa risalah yang dibawa oleh nabi terdahulu telah terhapus, sehingga Allah mengutus seorang nabi untuk memperbaharui agama umat manusia.

3        Bahwa syari’at nabi yang terdahulu hanya cocok untuk zamannya saja, dan tidak cocok untuk zaman-zaman setelahnya, sehingga Allah mengutus seorang rasul yang membawa suatu risalah dan syari’at yang cocok dengan tempat dan zamannya. Terkandung dalam hikmah Allah Ta’ala untuk mengutus Muhammad  dengan sebuah risalah yang umum bagi seluruh penduduk bumi, cocok untuk segala zaman dan tempat, dan Dia jaga dari tangan-tangan yang ingin merubah dan menggantinya, agar risalahnya tetap hidup terjaga untuk menghidupkan manusia, juga bersih dari kotoran-kotoran perubahan dan penggantian, karena itulah Allah menjadikan sebagai penutup bagi seluruh risalah yang telah lalu.
Di antara apa yang Allah SWT khususkan bagi Muhammad SAW adalah bahwasanya Beliau penutup para nabi, sehingga tidak ada nabi setelahnya, karena Allah telah menyempurnakan risalah dengannya, menutup segala syari’at, menyempurnakan bangunan, dan merealisasikan dengan kenabiannya apa yang telah dikabarkan al-Masih tentang beliau dalam perkataannya: “Tidakkah kalian pernah membaca dalam kitab-kitab: batu yang pernah ditolak oleh para pegawai bangunan telah menempati posisi teratas bagi pojokan”, Pendeta bernama Ibrahim Kholil –yang kemudian masuk Islam- mengatakan bahwa nash ini sejalan dengan sabda Muhammad SAW tentang dirinya:


” إن مثلي ومثل الأنبياء من قبلي كمثل رجل بنى بيتا فأحسنه وأجمله إلا موضع لبنة من زاوية, فجعل الناس يطوفون به, ويعجبون له, ويقولون: هلا وضعت هذه اللبنة, قال: فأنا اللبنة, وأنا خاتم النبيين


Sesungguhnya perumpamaanku dengan perumpamaan para nabi sebelumku bagaikan seseorang yang membangun sebuah rumah, lalu dia baguskan dan perindah ia kecuali satu tempat batu bata di pojokan. Orang-orang mengelilinginya dan merasa kagum darinya, lalu mereka berkata: tidakkah diletakkan batu bata tersebut, nabi berkata: akulah batu bata tersebut, dan aku adalah penutup para nabi“.
          Oleh karena itu, Allah SWT menjadikan kitab yang dibawa oleh Muhammad sebagai bukti bagi kitab-kitab yang telah lalu dan sebagai penghapus baginya, sebagaimana juga dijadikan syari’atnya sebagai penghapus bagi syari’at-syari’at yang telah terdahulu, dan Allah telah menjamin bahwa Dia akan menjaga risalahnya, sehingga ia dinukil secara mutawatir. Al-Qur’an dinukil secara mutawatir baik itu secara suara maupun tulisannya, sebagaimana juga sunnah beliau, baik itu yang berupa perkataan maupun amalan dinukil secara mutawatir, dan praktek terhadap syari’at agama ini dan juga ibadah, sunnah serta hukum-hukumnya dinukil secara mutawatir.

          Barang siapa yang mengadakan penelitian terhadap catatan-catatan sejarah dan sunnah, dia akan mengetahui bahwa para sahabat beliau, semoga Allah menganugerahkan ridho-Nya terhadap mereka, telah menjaga bagi umat ini seluruh keadaan beliau, juga seluruh perkataan dan perbuatannya. Mereka menukil tentang ibadah beliau kepada Allah, jihadnya, dzikirnya, istighfarnya, kedermawanannya serta tentang pergaulannya terhadap para sahabat dan utusan yang datang kepadanya, sebagaimana juga mereka telah menukil tentang kebahagiaan dan kesedihannya, perjalanan dan keberadaannya, tata cara makan, minum dan berpakaiannya, bangun dan tidurnya.. maka apabila anda telah merasakan yang demikian itu, anda akan meyakini bahwa agama ini terjaga dengan penjagaan Allah atasnya, dan anda akan ketahui –pada saat itu- bahwa beliau adalah penutup para nabi dan rasul, karena Allah telah mengabarkannya kepada kita bahwa rasul ini adalah penutup para nabi, Allah berfirman:

ما كان محمد أبا أحد من رجالكم ولكن رسول الله وخاتم النبيين


Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup para nabi“, serta sabda beliau SAW tentang dirinya: “Dan aku diutus kepada umat manusia seluruhnya, dan ditutup denganku para nabi“.

          Inilah penjelasan tentang Islam dan keterangan tentang hakekat, sumber, rukun serta urutan-urutannya.



والله أعلمُ بالـصـواب



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *