[ UIC 0.2 ] Dasar-Dasar Agama Islam 13 – Pondasi dan Landasan ISLAM 12

Pondasi Dakwah para Rasul

     Seluruh nabi dan rasul  berdakwah kepada prinsip-prinsip universal yang sama,   seperti beriman kepada Allah, malaikat, kitab, rasul, hari akhir serta takdir yang baik dan buruknya, juga seperti perintah untuk beribadah kepada-Nya saja dengan tidak menyekutukan-Nya, mengikuti jalan-Nya dan tidak mengikuti jalan yang menyelisihinya,  mengharamkan empat perkara: perbuatan buruk, baik yang tampak ataupun tersembunyi, dosa, kezaliman dengan tanpa hak serta menyekutukan Allah dan menyembah patung dan berhala. 

Juga mensucikan Allah dari sekutu, pesaing serta yang  sejenisnya, dan hendaklah tidak mengatakan tentang-Nya sesuatu yang tidak benar, pengharaman membunuh anak keturunan, haramnya membunuh jiwa dengan tidak hak, melarang dari perbuatan riba dan memakan harta anak yatim, memerintahkan untuk menunaikan janji, timbangan dan takaran, berbakti kepada kedua orang tua, bersikap adil dikalangan manusia, jujur dalam perkataan dan perbuatan, melarang dari sifat mubazir dan sombong serta memakan harta orang lain dengan batil.

     Ibnul Qoyyim -rahimahullah- berkata: “Syari’at seluruhnya dalam permasalahan prinsip dan pondasi –walaupun beraneka- tetapi tetap sama, kebaikannya dicerna dalam akal, kalau seandainya tidak , niscaya ia akan keluar dari hikmah, maslahat dan rahmat, bahkan termasuk suatu yang mustahil kalau akal datang dengan menyelisih syariat:

” ولو اتبع الحق أهواءهم لفسدت السموات والأرض ومن فيهنّ

Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya”, bagaimana mungkin orang yang memiliki akal akan menolak syari’at Dzat Yang Maha Bijaksana dengan apa yang bertolak belakang terhadap apa yang ada padanya”.
     Oleh karena itu agama seluruh nabi adalah satu, sebagaimana firman Allah SWT:
Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kalian semua. Agama yang satu dan Aku adalah Tuhan kalian. Maka sembahlah Aku. Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Juga firman-Nya:

شرع لكم من الدين ما وصّى به نوحًا والذي أوحينا إليك وما وصّينا به إبراهيم وموسى وعيسى أن أقيموا الدين ولا تتفرّقوا فيه

Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya”.

     Bahkan yang dimaksud oleh agama adalah sampainya hamba kepada apa yang menjadi tujuan dalam penciptaannya yaitu ibadah kepada Rabb mereka saja dengan tidak menyekutukan-Nya, maka disyari’atkan hak-hak yang merupakan kewajiban untuk mereka kerjakan, Dia menanggung sebagian kewajiban-kewajiban mereka dan member kemudahan-kemudahan agar menyampaikan mereka kepada tujuan ini, dan mendapatkan ridha Allah serta kebahagiaan dunia dan akhirat sesuai dengan manhaj Ilahi, sehingga hamba tidak terombang-ambing, kepribadiannya tidak terkena penyakit retak yang akud yang berakhir dengan pertentangan antara fitrah, ruh serta keadaan disekelilingnya.

     Seluruh rasul mengajak kepada agama Ilahi yang menyampaikan prinsip-prinsip aqidah bagi manusia yang harus diimani, serta syari’at yang harus diajalani dalam kehidupannya, oleh karena itu kitab Taurat merupakan aqidah dan syari’at, membebankan kepada pemeluknya agar berhukum kepadanya, Allah berfirman:

إنّا أنزلنا التوراة فيها هدًى ونور يحكم بها النبيون الذين أسلموا للّذين هادوا والرّبّانيّون والأحبار

Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka”, kemudian datang Al-Masih  dan bersamanya ada Injil yang padanya terdapat petunjuk dan cahaya, serta membenarkan kitab taurat yang ada di hadapannya.

Allah SWT  berfirman:

وقفينا على آثارهم بعيسى ابن مريم مصدّقًا لما بين يديه من التوراة وآتيناه الإنجيل فيه هدى ونور

“…dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi)”, kemudian datang Muhammad dengan membawa syari’at penutup dan agama yang sempurna, pembenar atas syari’at sebelumnya dan juga sebagai penghapus bagi sebagianya. Allah menurunkan bersamanya Al-Qur’an sebagai pembenar atas kitab-kitab yang berada di hadapannya, firman Allah:

وأنزلنا إليك الكتاب بالحق مصدّقا لما بين يديه من الكتاب ومهيمنا عليه فاحكم بينهم بما أنزل الله ولا تتّبع أهواءهم عما جاءك من الحق

“…dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu”, dan Allah menjelaskan bahwa Muhammad SAW serta kaum mukminin yang ada bersamanya beriman terhadapnya sebagaimana berimannya orang-orang yang telah lalu dari para nabi dan rasul, firman Allah:

آمن الرسول بما أنزل إليه من رّبّه والمؤمنون كلّ آمن بالله وملائكته وكتبه ورسله لا نفرّق بين أحد من رسله وقالوا سمعنا وأطعنا غفرانك ربّنا وإليك المصير


Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan): “kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “kami dengar dan kami taat:. (Mereka berdo’a): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkau-lah tempat kembali”.


والله أعلمُ بالـصـواب


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *