[ UIC 0.2 ] Dasar-Dasar Agama Islam 06 – Pondasi dan Landasan ISLAM 5

Hikmah diciptakan Manusia
          Telah lewat pembicaraan pada alinea lalu bahwa Allah menciptakan Adam dan menciptakan baginya seorang isteri yang bernama Hawa serta menempatkan keduanya di surga, kemudian Adam menyelisihi Rabb-nya, lalu dia beristighfar dan bertaubat kepada-Nya sehingga diberinya hidayah, lalu memerintahkannya untuk keluar dari surga, dan turun ke bumi. Allah subhanahu memiliki beberapa hikmah dari semua itu yang tidak mampu untuk diketahui oleh akal dan tidak pula diungkapkan oleh lisan akan sifatnya, dan pada kesempatan ini kami akan memaparkan sebagian dari hikmah yang ada, diantaranya:

1        Bahwasanya Allah SWT menciptakan seluruh makhluk untuk beribadah kepada-Nya. Allah SWT berfirman:

وما خلقت الجنّ والإنس إلاّ ليعبدون

“..dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”    
                                                                                                                                   Sebagaimana diketahui bahwa kesempurnaan ubudiyyah yang dituntut dari makhluk tidak untuk direalisasikan dalam kehidupan akhirat yang kekal dan penuh keikmatan, akan tetapi dalam kehidupan dunia yang penuh dgengan ujian dan cobaan. kehidupan kekal adalah tempat merasakan kenikmatan dan kesenangan, bukan tempat untuk menghadapi cobaan dan beban.

2        Bahwa Allah SWT – berkehendak untuk memilih dari mereka para nabi, rasul, wali dan syuhada yang dicintai-Nya dan merekapun mencitai-Nya, Dia biarkan mereka dihadapan para musuhnya sebagai ujian bagi mereka, pada saat mereka lebih mengutamakan-Nya dan mengorbankan jiwa serta harta dalam keridhoan dan kecintaan terhadap-Nya, mereka akan mendapatkan kecintaan, keridhoan serta kedekatan dari-Nya, yang mana hal tersebut tidak akan didapat sedikitpun tanpa perjuangan seperti itu. Derajat Rasul, Nabi dan yang mati syahid adalah derajat terbaik disisi Allah, manusia tidak akan mendapatkan semua ini kecuali sesuai dengan apa yang telah digariskan Allah dari penurunan Adam beserta keturunannya ke bumi.

3        Bahwasanya Dia adalah Raja Yang Hak dan Nyata, Raja adalah Dia yang memerintah dan melarang, memberi ganjaran dan menghukum, menghinakan dan memuliakan, memberi izzah dan merendahkan, kerajaan-Nya mencakup diturunkanya Adam beserta keturunannya ke dunia yang berlaku didalamnya hukum-hukum raja terhadap mereka, kemudian memindahkan mereka ke akhirat untuk menyempurnakan ganjaran atas amal perbuatan mereka.

4        Bahwasanya Allah menciptakan Adam as dari satu genggaman yang mencakup seluruh bumi, di dalamnya ada yang baik dan ada yang kotor, ada yang terjal dan ada yang datar. Allah telah mengetahui bahwa pada keturunan Adam as ada yang tidak pantas untuk tinggal berdampingan denganya di tempatnya, Dia menurunkan Adam as ke tempat yang darinya Dia mengeluarkan yang baik dan yang buruk, kemudian mereka dipisahkan –oleh Allah- dengan dua tempat: orang-orang yang baik dijadikan sebagai warga yang tinggal berdampingan denganya sedangkan mereka yang jelek bertempat di tempat yang buruk dan penuh kesengsaraan.

5        Bahwasanya Dia memiliki nama-nama yang baik, diantaranya: Maha Pengampun, Maha Bijaksana, Maha Pemaaf, Maha Lembut, … pengaruh akan nama-nama tersebut haruslah ditampakkan, maka hikmah-Nya subhanahu wa ta’ala mencakup penurunan Adam as beserta keturunannya kepada suatu tempat yang akan terlihat padanya pengaruh dari nama-nama-Nya yang baik, Dia akan mengampuni siapa saja yang dikehendaki-Nya, merahmati siapa saja yang Dia kehendaki, memaafkan siapa yang Dia kehendaki, menuangkan kelembuatan-Nya kepada siapa saja dan lain sebagainya dari penampakkan akan pengaruh Nama serta sifat-sifat-Nya.

6        Bahwasanya Allah telah menciptakan Adam AS dan keturunannya dari sesuatu yang bisa menerima kebaikan dan kejelekan, bisa terdorong oleh ajakan syahwat dan fitnah atau ajakan ilmu dan akal, karena Dia telah menciptakan akal dan syahwat padanya, dan meletakkan keduanya untuk selalu siap mengikuti dorongan yang ada agar sempurna keinginannya, Allah-pun menampakkan izzahnya bagi seluruh hambanya melalui hikmah dan kekuasaan-Nya, rahmat, kebaikan serta kelembutan-Nya dalam kerajaan dan kekuasaannya, maka hikmah-Nya menghendaki untuk menurunkan Adam AS beserta keturunannya ke bumi, agar terlaksana proses ujian terhadap mereka dan tampak indikasi persiapan umat manusia dalam merespon ajakan-ajakan yang ada, ajakan-ajakan yang memberi kegmuliaan atau yang menyebabkan kerendahan dan kehinaan.

7        Bahwa iman kepada hal yang gaib adalah iman yang bermanfaat, adapun keimanan terhadap segala sesuatu yang terlihat, setiap orang akan beriman terhadapnya pada hari kiamat seandainya mereka diciptakan di surga, niscaya mereka tidak akan mendapatkan derajat keimanan terhadap hal gaib yang berakibat kelezatan dan kemuliaan yang didapat karena beriman dengan yang gaib, oleh karena itu Dia turunkan mereka ke tempat yang memungkinkannya untuk beriman kepada hal yang gaib.

8        Bahwasanya Allah SWT menginginkan dari semua itu untuk memberitahu kepada hamba-hambanya akan kesempurnaan nikmat yang telah diberikan kepada mereka, agar mereka lebih mencintai dan bersyukur, dan agar lebih dapat merasakan lezatnya nikmat yang dianugerahkan kepada mereka. Allah-pun menunjukkan perbuata-Nya terhadap musuh-musuh-Nya serta azab yang Ia siapkan untuk mereka. Dia juga memperlihatkan kepada mereka kenikmatan terbesar yang Ia khususkan untuk mereka agar mereka semakin bertambah senang dan gembira, semua ini adalah wujud kesempurnaan nikmat serta kecintaan-Nya terhadap mereka. Dan tidak ada jalan lain dalam hal ini kecuali menurunkan mereka ke bumi, lalu menguji dan menyeleksi mereka, memberi taufik kepada yang Ia kehendaki dari mereka sebagai bentuk rahmat dan kemuliaanya, dan membiarkan dari mereka siapa yang dikehendaki-Nya dengan hikmah dan keadilan darinya. Karena Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

9        Bahwasanya Allah SWT menginginkan Adam AS beserta keturunannya  kembali kepada-Nya dalam keadaan yang terbaik, sehingga Dia timpahkan sebelum itu berbagai kesulitan dunia, kesedihan, kepedihan dan wabah yang besarnya disisi mereka tidak bisa dibandingkan dengan apa yang akan mereka masuki di akherat, karena biasanya kebaikan itu selalu ditampakan oleh lawanya.

Setelah saya menerangkan tentang permulaan manusia, maka alangkah baiknya kalau saya menerangkan kebutuhanya akan agama yang benar.



والله أعلمُ بالـصـواب


Source: id_alislam_usoolh_wa_mabadeoh




Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *