[ UIC 0.2 ] Dasar-Dasar Agama Islam 04 – Pondasi dan Landasan ISLAM 3

Penciptaan Alam

          Alam ini dengan seluruh isinya berupa langit, bumi, bintang, tempat orbit, lautan, pohon serta seluruh binatangnya diciptakan oleh Allah SWT dari ketidakadaan.
Allah SWT berfirman:
Katakanlah: “Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (yang bersifat) demikian itulah Tuhan semesta alam” (9) dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar-kadar makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya (10) kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “kami datang dengan suka hati” (11) maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui”.

          Berfirman yang Maha Mulia Pujian atas-Nya:
“…dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? (30) dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka, dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk (31) dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya”.

          Allah SWT menciptakan alam ini dengan hikmah yang sangat banyak dan tidak terbatas, pada setiap bagian darinya terdapat banyak hikmah dan tanda-tanda yang nyata, jika Anda memperhatikan satu tanda saja, niscaya Anda akan mendapatkan hal yang menakjubkan. Lihatlah keajaiban ciptaan Allah terhadap tanam-tanaman, dimana setiap daun, akar dan buah-buahanya tidak ada yang kosong dari manfaat, ditambah lagi sebagian perincianya yang mungkin tidak dapat diketahui dan dikenali oleh akal manusia. Lihat pula jaringan aliran air yang ada dalam akar kecil yang tipis nan lembut yang hampir tidak terdeteksi kecuali setelah melakukan penelitian padanya, bagaimana ia mampu untuk mengalirkan air dari bawah menuju ke atas, kemudian tersebar pada jalur-jalur tersebut sesuai dengan kebutuhan dan besarnya, kemudian terbagi, bercabang dan semakin halus sampai kepada suatu tujuan yang tidak dapat dilihat oleh mata manusia. 

Kemudian lihatlah  kandungan sebuah pohon serta siklus perkembanganya dari satu keadaan ke keadaan yang lain, seperti perkembangan kondisi janin yang tidak terlihat oleh mata. Tatkala Anda melihat pada mulanya sebagai sepotong kayu yang telanjang tanpa pakaian, lalu dikaruniai pakaian oleh Rabbnya dengan dedaunan yang Ia ciptakan dengan sebaik-baik penciptaan, kemudian muncul padanya kehamilan yang lemah setelah ia mengeluarkan daun yang berfungsi untuk menjaganya dan sekaligus sebagai pakaian bagi buah lemah tersebut, agar ia bisa terlindungi dari panas, dingin dan kerusakan, kemudian dialirkan kepadanya rizki dan gizi melalui akar dan saluran sebagai makanan baginya, sebagaimana seorang bayi mendapatkan gizi dari susu ibunya, kemudian ia menjaga dan menumbuhkannya hingga menjadi matang dan sempurna, sehingga keluarlah buah yang siap dipanen, lezat dan ranum dari sebatang kayu yang sangat keras itu.

          Begitu pula jika Anda perhatikan bumi dan penciptaanya, niscaya anda akan melihatnya sebagai tanda terbesar dari keagungan penciptaanya, ia diciptakan oleh Allah sebagai hamparan, tempat tinggal dan ditundukkan bagi hamba-hamba-Nya, Disediakan padanya rezeki, penghasilan serta penghidupan bagi mereka, Dijadikan padanya jalan-jalan agar mereka bisa berpindah tempat demi memenuhi kebutuhan serta menjalankan kegiatan masing-masing. Dia letakkan gunung-gunung dan menjadikannya sebagai paku yang menjaganya agar tidak memanjang, Dia luaskan tepiannya, dengan membentangkan, memanjangkan serta menghamparkannya, Dia jadikan sebagai tempat bagi makhluk hidup yang tinggal di atas punggungnya dan bagi benda mati yang diisikan dalam perutnya. Kemudian perhatikanlah falak yang berotasi dengan matahari, bulan, bintang serta gugusannya, bagaimana ia bisa berputar dalam alam ini dengan rotasi yang tetap,tertib dan teratur hingga akhir masa yang ditentukan, ditambah lagi dengan adanya  pergantian siang dan malam, pergantian musim, panas dan dingin. begitu pula binatang dan tumbuh-tumbuhan di  atas permukaan bumi yang dapat memberi banyak manfaat bagi  kehidupan.

          Kemudian perhatikan penciptaan langit, palingkan pandangan padanya sesaat demi sesaat, anda akan mendapatkan tanda-tanda terbesar dalam ketinggian, keluasan serta kekokohanya, tidak terdapat tiang dibawahnya dan tidak pula gantungan diatasnya, tetapi ia tertahan oleh kekuasaan Allah Yang dapat menahan langit dan bumi agar tidak sirna.

          Jika anda memperhatikan alam ini dan mengamatai penggabungan bagian-bagiannya serta keteraturanya yang sangat indah yang menunjukkan akan kesempurnaan kemampuan penciptanya, kesempurnaan ilmu-Nya, kesempurnaan hikmah-Nya dan kesempurnaan kelembutan-Nya, niscaya anda akan mendapatinya seperti sebuah rumah yang dibangun dan disiapkan padanya seluruh alat dan kebaikannya, dan juga seluruh apa yang dibutuhkannya, langit sebagai atap diatasnya, bumi sebagai hamparan, lantai dan tempat tidur yang kokoh bagi para penghuni, matahari dan bulan sebagai penerang yang meneranginya, bintang-bintang sebagai lampu dan penghiasnya, sekaligus sebagai petunjuk bagi penghuninya untuk berpindah-pindah di lorong-lorong dalam rumah, perhiasan dan barang tambang yang terpendam didalamnya bagaikan simpanan yang telah disiapkan, semua itu untuk keperluan yang pantas baginya, berbagai jenis tumbuhan tersedia bagi penghuninya, berbagai jenis hewan diperuntukkan bagi kemaslahatannya, ada yang bisa ditunggangi, ada yang bisa diperah susunya, ada yang bisa dijadikan makanan, ada juga yang kulitnya bisa dijadikan bahan pakaian serta ada yang bisa menjadi penjaga. Manusia dijadikan seperti raja yang mengatur segalanya dengan perbuatan dan perintahnya.

          Apabila anda perhatikan alam ini seluruhnya atau salah satu bagiannya, niscaya akan mendapatkan keajaiban padanya, dan jika anda amati dengan sebenar-benarnya, penuh obyektifitas, jauh dari hawa nafsu serta tidak taklid, niscaya anda akan merasa yakin dengan sesungguhnya bahwa alam ini ada yang menciptakan, diciptakan oleh Dia Yang Maha Bijaksana, Berkuasa dan Maha Mengetahui, diatur dengan pengaturan terbaik dan dirapihkan dengan susunan yang terbaik, dan bahwasanya pencipta alam ini mustahil ada dua, tetapi hanya Tuhan satu yang tidak ada tuhan selain-Nya, dan kalau seandainya di langit dan bumi ini ada tuhan selain Allah niscaya akan rusak susunanya, buruk pengaturannya dan hilang manfaatnya.

          Apabila Anda tetap tidak mau mengakui adanya pencipta bagi semua ciptaan ini, maka apa yang akan anda katakan tentang roda(baling-baling) yang berputar di sungai dalam keadaan sempurna peralatannya, rapih susunanya, alat-alatnya berkwalitas dengan mutu terbaik, sehingga menjadikan orang yang melihatnya tidak mendapatkan cela pada komponenya dan tidak pula pada bentuknya, yang mana roda itu digunakan untuk menyuplay kebutuhan air pada kebun yang luas yang didalamnya terdapat berbagai macam buah-buahan. Di dalam kebun itu ada orang yang merapihkan tanaman-tanaman yang berserakan, merawat, mengatur dan melakukan seluruh kebutuhanya, tidak ada yang kurang sedikitpun dan tidak pula ada buah yang rusak, kemudian ia membagikan harganya(uang hasil penjualan buah-buahan) setelah memetik(panen) untuk seluruh pengeluaran sesuai dengan kebutuhan dan kepentingannya, masing-masing mempunyai  pengeluaran yang sesuai denganya, dan begitulah ia membaginya secara terus menerus.

          Apakah Anda berpendapat bahwa kejadian tersebut terjadi begitu saja tanpa ada yang melakukan, atau yang berkehendak dan yang mengatur?? Bahkan keberadaan roda dan kebun seperti diatas terjadi secara kebetulan tanpa ada pelaku dan pengaturnya, apakah yang akan dikatakan oleh akal anda jika hal tersebut terjadi?? Apa yang akan difatwakan tentangnya? Dan apa yang ditunjukan kepada anda??.

Hikmah dari Semua ini:

           Setelah melihat dan memperhatikan penciptaan alam ini, alangkah baiknya kalau kita menyebutkan beberapa hikmah yang merupakan bagian dari tujuan Allah dalam menciptakan alam dan menciptakan tanda-tanda kebesaran-Nya yang agung ini, diantaranya:

1        Untuk memberi kemudahan bagi manusia: Ketika Allah SWT menetapkan hendak menjadikan di atas muka bumi ini khalifah yang beribadah kepada-Nya dan memakmurkan bumi ini, Dia ciptakan untuknya alam ini, agar lurus kehidupannya dan baik urusan dunianya serta tempat kembalinya. Allah SWT berfirman:

وسخّر لكم ما في السموات وما في الأرض جميعًا منه

Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) dari pada-Nya”, dan firman-Nya:

الله الذي خلق السموات والأرض وأنزل من السماء ماء فأخرج به من الثمرات رزقًا لكم وسخّر لكم الفلك لتجري في البحر بأمره وسخّر لكم الأنهار .وسخر لكم الشمس والقمر دائبين وسخّر لكم الليل والنهار  .وآتاكم من كلّ ما سألتموه وإن تعدّوا نعمت الله لا تحصوها إن الإنسان لظلومٌ كفار

“Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai (32) dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang (33) dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)

2        Bahwasanya langit, bumi serta seluruh apa yang ada di alam ini merupakan bukti atas Rububiyyah Allah dan ke-Esaan-Nya. Perkara yang terpenting dibalik keberadaan alam ini adalah mengakui Rububiyyah Allah dan mengimani ke-Esaan-Nya, karenanya ia disokong dengan bukti-bukti yang terkuat, tanda-tanda kebesaran yang teragung serta hujjah-hujjah yang teramat jelas, Allah tegakkan langit, bumi serta seluruh yang ada untuk dijadikan sebagai saksi atas perkara tersebut, oleh karena itu banyak didapati dalam Al-Qur’an: “dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya..“ sebagaimana firman Allah Ta’ala: “dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi” “dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu diwaktu malam dan siang hari” “dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan” “dan diantara tanda-tanda kekuaaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan iradat-Nya”.

3        Sebagai bukti akan adanya hari kebangkitan: kehidupan ini terbagi menjadi dua; kehidupan di dunia dan kehidupan di akherat, dan kehidupan di akherat adalah kehidupan yang sesungguhnya, Allah berfirman:

وما هذه الحياة الدنيا إلاّ لهوٌ ولعبٌ وإنّ الدار الآخرة لهي الحيوان لو كانوا يعلمون

“…dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akherat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui”. Karena ia merupakan tempat pembalasan dan hisab, dan juga karena disanalah kekekalan untuk selamanya bagi penghuninya baik dalam kenikmatan, maupun dalam azab.

Dikarenakan tempat ini tidak bisa dicapai oleh manusia kecuali setelah dia meninggal dan dibangkitkan kembali, maka ia di ingkari oleh mereka yang terputus hubungannya dengan Allah, tertutup fitrahnya dan rusak akalnya, oleh karena itu Allah berikan berbagai hujjah dan bukti , sampai seluruh jiwa dan hati mau beriman dan meyakini akan hari kebangkitani. Perlu diketahui bahwa mengembalikan manusia yang sudah mati menjadi hidup kembali adalah lebih mudah bagi Allah dibanding menciptakanya pertama kali dari tiada, bahkan jauh lebih mudah dari menciptakan langit dan bumi, firman Ta’ala:

وهو الذي يبدأ الخلق ثمّ يعيده وهو أهون عليه

“…dan Dia-lah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagi-Nya” dan firman-Nya: “Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia” serta firman-Nya:

الله الذي رفع السموات بغير عمد ترونها ثمّ استوى على العرش وسخّر الشمس والقمر كلّ يجري لأجل مّسمى يدبّر الأمر يفصّل الآيات لعلكم بلقاء ربّكم توقنون

Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelakan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu”.
Wa ba’du, wahai sekalian manusia:
          Apabila alam ini telah diciptakan untuk Anda, apabila telah ditegakkan tanda serta ciri-cirinya sebagai saksi dihadapan pandangan Anda, yang mana ia bersaksi bahwasanya tidak ada Ilah selain Allah Yang Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya, apabila Anda telah mengetahui bahwa perkara menghidupkan dan membangkitkan anda lebih mudah dari penciptaan langit dan bumi, bahwa Anda pasti akan bertemu dengan Rabb anda dan Dia akan menghisab amalam Anda, dan andapun telah mengetahui bahwa alam ini seluruhnya beribadah kepada Rabbnya, seluruh makhluk-Nya bertasbih dengan memuji Rabbnya, Firman Ta’ala:

يسبّح لله ما في السموات وما في الأرض الملك القدّوس العزيز الحكيم

Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”, mereka bersujud atas keagungan-Nya, firman Allah:

ألم تر أن الله يسجد له من في السموات ومن في الأرض والشمس والقمر والنجوم والجبال والشجر والدواب وكثير من الناس وكثير حق عليه العذاب

Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak diantara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya”, bahkan seluruh yang ada ini melaksanakan shalat kepada Rabbnya sesuai dengan cara masing-masing.
Dzat yang Maha Mulia nama-Nya berfirman:

ألم تر أن الله يسبّح له من في السموات والأرض والطير صافّات كلّ قد علم صلاته وتسبيحه

Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah:  kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya, masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya”.

          Dan apabila system dalam tubuh anda telah berjalan sesuai dengan aturan dan ketetapan Allah SWT, yang mana jantung, kedua ginjal, hati dan seluruh anggota tubuh berserah diri terhadap Rabbnya, menyerahkan kendalinya kepada-Nya.. akankah ketetapan pilihan anda antara beriman kepada Rabb atau mengkufuri-Nya, akan anda berikan kepada kekufuran dan menyimpang dari jalur pilihan yang benar yang telah diberikan alam dan tubuh anda sendiri.

         
Sesungguhnya manusia yang berakal sempurna akan menolak kalau dirinya masuk dalam kelompok kecil yang terasingkan dari kelompok alam yang sangat besar nan luas ini.


والله أعلمُ بالـصـواب


Source: id_alislam_usoolh_wa_mabadeoh




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *