Arsip Kategori: Tajwid

[ UIC 1.2 ] Praktek Membaca Al-Qur’an 1 – Juz 30

Silahkan Download murottal al-qur’an yang dibawakan oleh Syaikh Ibrahim Al-Akhdar. Murottal ini memiliki tempo yang tidak terlalu cepat sehingga cocok untuk kita dengarkan tata cara membacanya.
Kalau ada masalah silahkan hubungi Admin.

An Naba’  =  النبإ
An Naazi’at  =  النازِعات
‘Abasa  =  عبس
At Takwir  =  التكوير
Al Infithar  =  الإنفطار
Al Muthaffifin  =  المطففين
Al Insyiqaq  =  الإنشقاق
Al Buruuj  =  البروج
Ath Thariq  =  الطارق
Al A’laa  =  الأعلى
Al Ghaasyiah  =  الغاشية
Al Fajr  = الفجر
Al Balad  =  البلد
Asy Syams  =  الشمس
Al Lail  =  الليل
Adh Dhuhaa =  الضحى
Asy Syarh  =  الشرح
At Tiin  =  التين
Al ‘Alaq  =  العلق
Al Qadr  =  القدر
Al Bayyinah  =  البينة
Az Zalzalah  =  الزلزلة
Al ‘Aadiyah  =  العاديات
Al Qaari’ah  =  القارعة
At Takaatsur  = التكاثر
Al ‘Ashr  = العصر
Al Humazah  =  الهمزة
Al Fiil  =  الفيل
Quraisy  =  قريش
Al Maa’uun  =  الماعون
Al Kautsar  =  الكوثر
Al Kafirun  =  الكافرون
An Nashr  =  النصر
Al Lahab  =  اللهب
Al Ikhlash  =  الإخلاص
Al Falaq  =  الفلق
An Naas  =  الناس




[ UIC 1 ] Belajar Tajwid 10 : Titik-Titik Artikulasi Huruf

Definisi umum:

Titik artikulasi: Tempat keluarnya huruf ketika diucapkan yang membedakan satu huruf tertentu dengan huruf-huruf yang lain

Huruf: adalah suara yang bergantung pada titik  artikulasi yang spesifik atau yang hampir mendekati.

Titik-titik artikulasi terbagi menjadi dua macam:

1. Titik artikulasi spesifik: adalah titik artikulasi yang bergantung pada tempat tertentu di daerah tenggorokan, lidah atau dua bibir.

2. Titik artikulasi yang mendekati: adalah titik artikulasi yang tidak bergantung pada tempat tertentu di daerah tenggorokan, lidah atau dua bibir. Titik artikulasi ini diterapkan pada huruf yang dipanjangkan yang berasal dari ruang kosong di mulut dan tenggorokan.

Ada beberapa cara mengetahui titik artikulasi suatu huruf:

1. Ucapkan huruf  tersebut  tanpa  harakat  (dengan  sukun  saja) atau ucapkan  huruf  tersebut  dengan

menggunakan syiddah, yang lebih baik daripada dengan sukun; yang pertama dengan tanda sukun,

yang kedua dengan harakat yang bersama dengan syiddah itu. Simbol dari syiddah   adalah:

2. Mendahului huruf yang tidak berharakat tersebut dengan hamzah, dengan harakat apapun yang anda pilih dalam pengucapan hamzah tersebut.

3. Kemudian, kita ucapkan huruf tersebut dan dengarkan bunyinya, saat suara tersebut terputus maka itulah titik ucapnya.

Titik-Titik Artikulasi Huruf

Titik-Titik Artikulasi Huruf

Para ulama menjabarkan Lima wilayah utama dimana di dalamnya terdapat titik-titik artikulasi yang berbeda, yang berjumlah total 17.

Lima wilayah utama tersebut adalah:

1.   Pada rongga mulut dan tenggorokan ( Ruang kosong di tenggorokan dan di mulut ) terdapat satu titik artikulasi untuk tiga bunyi huruf yang dipanjangkan.

2.     (Tenggorokan); Tiga titik artikulasi

untuk enam huruf berbeda yang diucapkan dari bagian tenggorokan paling dalam, bagian tengah, dan bagian paling dekat dengan tenggorokan.

3.   (Lidah); Pada lidah terdapat sepuluh titik artikulasi untuk delapan belas huruf.

4.   (Kedua bibir): Memiliki  dua titik  artikulasi untuk empat huruf.

5.  (Hidung): Dari lubang hidung sampai bagian dalam mulut, terdapat satu titik artikulasi yang merupakan bagian dari ghunnah

Penjelasan:

1.)  Ruang kosong di tenggorokan dan di mulut

Ruang kosong di mulut  dan tenggorokan adalah ruang kosong sekaligus merupakan titik ucap. Tiga huruf

Mad berasal dari daerah non-spesifik  ini, huruf-huruf tersebut adalah:

Huruf Alif dengan sukun yang didahului  suatu huruf dengan fathah.

Huruf Waw dengan sukun yang didahului suatu huruf dengan dhammah.

Ya ‘dengan sukun yang didahului  suatu huruf dengan kasrah.

2.) Tenggorokan

Di dalam tenggorokan terdapat tiga titik artikulasi untuk enam huruf.

Ketiga area tersebut adalah:

1.   Bagian terdalam dari tenggorokan, artinya area terjauh dari mulut dan paling dekat dengan dada. Dari titik inilah dua huruf diucapkan:  

2.   Bagian tengah tenggorokan adalah tempat dua huruf lainnya  muncul  

3.   Bagian terdekat dari tenggorokan, yaitu area paling dekat dengan mulut. Dari sini, dua huruf   muncul.  

3.) Lidah

Memiliki  10 titik artikulasi  untuk 18 huruf;  kesepuluh titik artikulasi  ini terbagi pada 4 area lidah, yaitu:

1. Bagian terdalam dari lidah
2. Tengah lidah
3. Tepian (sisi) lidah
4. Ujung lidah

Penjelasan :

 Bagian terdalam lidah,

Qof : Dari bagian lidah terdalam dan apa yang berhadapan dengannya  pada atap mulut  (langit-langit  lunak).
 Kaf : Dari bagian mulut terdalam dan apa yang berhadapan dengannya pada atap mulut (langit-langit keras). Titik ucap huruf kaf berada di “bawah” huruf Qaf sedikit, yang berarti lebih dekat ke mulut dan lebih jauh dari tenggorokan  dibandingkan Qof .

Bagian Tengah lidah, 

Tiga huruf diucapkan dari titik ini, huruf-huruf tersebut adalah:  Syin, Jim, Ya

Bunyi huruf-huruf ini dihasilkan dari bagian tengah lidah dan langit-langit mulut yang terletak berhadapan dengannya.

Sisi atau tepi lidah

Pada bagian sisi lidah terdapat dua titik  artikulasi untuk dua huruf, yaitu ضَادْ dan لامْ.

ضَادْ 

Diucapkan dari salah satu tepian atau ujung lidah dan apa yang berhadapan dengannya pada geraham atas kiri atau kanan. Juga dapat diucapkan dari kedua sisi pada saat bersamaan. 

Ini merupakan salah satu titik ucap tersulit, baik bagi orang Arab maupun non-Arab. Syekh Al-Jazaree menyampaikan hal berikut berkenaan dengan pengucapan huruf ini.

 لامْ  

Titik artikulasi huruf ini adalah pertemuan bagian terdekat sisi lidah (paling dekat ke mulut) dan dari ujung lidah, dengan yang terletak berhadapan dengannya dari gusi dua gigi premolar atas yang pertama, dua gigi-taring bagian atas, dua gigi-seri- lateral bagian atas, dan dua gigi-seri-depan bagian atas. Titik artikulasinya  adalah ujung lidah bagian depan, sedangkan adalah dari pangkal lidah.
 
Ujung lidah
 
Pada ujung lidah terdapat lima  titik ucap untuk sebelas huruf,  yaitu:  

نُونْ

Bunyi huruf ini diucapkan dari antara ujung lidah dan yang berhadapan dengannya pada gusi dua gigi seri-depan bagian atas, sedikit di bawah titik artikulasi huruf lam.

Tentu yang demikian  adalah titik  artikulasi  نُونْ  ketika tidak tersembunyi.

رَا

Titik artikulasinya adalah ujung lidah dengan bagian atasnya, dekat dengan titik artikulasi نُونْ , dengan yang terletak berhadapan dengannya dari gusi dua gigi-seri-depan bagian atas. 
 
Dengan demikian, kita dapat melihat,  bahwa  نُونْ  dan رَا  memiliki   titik  artikulasi  yang  sama,  dengan  pengecualian   bahwa رَا menggunakan  bagian atas ujung  lidah dengan ujung lidah,  sedangkan نُونْ  hanya menggunakan bagian  ujungnya  saja.
 
 ت , د , ط

Huruf-huruf ini dihasilkan dari bagian atas ujung lidah dan gusi dua gigi-seri atas. 

ص , ز , س

Dihasilkan dari pertemuan ujung lidah dan pelat dua gigi seri atas dan sedikit di atas gigi seri bawah. Sebuah ruang kecil tersisa di antara lidah dan gigi seri ketika mengucapkannya.  

ظ , د ,  س

Ketiga huruf ini diucapkan dari antara ujung lidah,  dari bagian atas ujungnya,  dan tepi bawah dua gigi-

seri atas, titik  artikulasinya  dekat dengan gusi.

Kedua Bibir 

Kedua bibir memiliki  dua titik  artikulasi untuk empat huruf.
 
ف
Diucapkan antara bagian dalam bibir bawah dan ujung dua gigi-seri bagian depan.
م , ب , و
Huruf waw yang tak dipanjangkan diucapkan dengan membentuk lingkaran pada kedua bibir tanpa mempertemukan sepenuhnya kedua bibir tersebut. Huruf mim diucapkan dengan menutup  dua bibir bersama-sama. Huruf ba’ diucapkan dengan menutup dua bibir bersama – sama, tapi lebih kuat dalam menutupnya  dari huruf mim. 
 
 
Hidung
 
Ini adalah tempat  di mana gunnah dihasilkan.  Merupakan suara sengau yang berasal dari nasofaring tanpa pengaruh  apapun dari lidah. Jika anda menutup hidung, anda tidak akan dapat menghasilkan suara ini, karena suara gunnah berasal dari nasofaring, tetapi huruf-hurufnya sendiri; yang berkaitan dengan suara ini tidak diartikulasikan dari hidung. Huruf-huruf ini memiliki titik artikulasi mereka sendiri, tetapi ghunnah yang mengikuti huruf- huruf   tersebut  berasal  dari  hidung.  
 

Wallahu’alam bishawab

 

[ UIC 1 ] Belajar Tajwid 9 : Mengenal Lahn

 


Lahn diartikan  sebagai sebuah kesalahan serta penyimpangan dari cara membaca Al-Qur’an yang benar.  Kesalahan dalam membaca Al-Qur’an terbagi menjadi dua yaitu:

1. Kesalahan yang nampak dan jelas

Yakni kesalahan pengucapan yang mempengaruhi ketepatan membaca, terlepas kesalahan mempengaruhi maknanya atau tidak. Kesalahan semacam ini terjadi pada penggantian kata atau huruf- huruf,.

Kesalahan ini juga bisa terjadi pada pengucapan harakat dimana suatu harakat dibaca sebagai harakat lain, misalnya :   Mengubah dhammah menjadi fathah atau kasrah, atau mengubah fathah menjadi kasrah, atau kasrah menjadi fathah.

Mungkin juga kesalahan terjadi pada Sukun yang dibaca sebagai salah satu dari tiga harakat. Kategori ini dinamakan nampak dan jelas karena mudah bagi pembaca dan ahli bahasa untuk mengetahui dan menunjukkan kesalahannya.

2. Kesalahan-kesalahan yang samar dan tersembunyi

Yakni kesalahan pengucapan yang mempengaruhi pembacaann, dapat dikenali oleh yang mampu membaca Al-Qur’an, dan bukan merupakan kesalahan makna, bahasa ataupun tata bahasa. Hanya mereka yang memiliki pengetahuan tentang pembacaan Al-Qur’an yang mengenali kesalahan-kesalahan ini.
 
Kesalahan semacam ini terbagi menjadi dua
Pertama:  Kesalahan-kesalahan  yang hanya   dikenali  oleh  orang yang  berilmu  dalam  pembacaan Al-Qur’an, contohnya seperti meninggalkan  idgham.
Kedua: Kesalahan yang hanya diketahui oleh pembaca Al-Qur’an yang ahli, seperti pengulangan huruf ra’ secara berlebih ketika di beri tasyjid .
 
Yang termasuk dalam kategori ini adalah kesalahan membaca dhammah, di antara dhammah dan fathah, di mana dua bibir tidak melingkar, atau tidak menonjol ke depan sebagaimana yang diperlukan dalam pengucapan dhammah yang benar. 
 

Kita harus berusaha sebisa mungkin menghindari kesalahan dalam kedua kategori ini, dan harus dipastikan tidak melakukannya dengan sengaja.

 

Wallahu’alam bishawab

 

[ UIC 1 ] Belajar Tajwid 8 : Prinsip Tajwid

 

Belajar Tajwid 8 – Prinsip Tajwid
 
Seseorang yang ingin mempelajari suatu ilmu pengetahuan perlu mengetahui prinsip-prinsipnya agar dia dapat memperoleh wawasan megenai ilmu yang dicarinya. Ada beberapa prinsip dalam ilmu tajwid yang harus dipahami: 

 1. Definisinya secara bahasa: Perbaikan Definisi yang diterapkan: Mengucapkan setiap huruf dari titik artikulasinya dan memberikan huruf tersebut hak-hak serta kesesuaian karakteristiknya.

Hak-hak huruf adalah sifat-sifat penting huruf yang melekat pada huruf tersebut selamanya. Kesesuaian huruf adalah ciri-ciri yang muncul pada huruf tersebut pada waktu-waktu tertentu, dan tidak muncul pada waktu lain, seperti; idgham.

2. Pembentukannya: Dari firman- firman allah subhanahu wa ta’ala dalam Al-Qur’an yang mulia dan beberapa orang mengatakan dari Hadits Sahih juga.

3. Manfaatnya: Ilmu tajwid menjaga lidah dari kesalahan-kesalahan dalam mengucapkan lafal- lafal Al-Qur’an yang mulia.

4. Keutamaannya: Ilmu tajwid adalah salah satu ilmu yang paling mulia dan juga merupakan salah satu ilmu terbaik yang ada karena ilmu tajwid berkaitan dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala.

5. Kedudukannya: di dalam ilmu pengetahuan: Pengetahua n-pengetahuan yang termaktub dalam Al-Qur’an yang mulia adalah salah satu dari hukum Islam.

6. Pendirinya: Dari sudut pandang penerapannya, yang menciptakan aturan tajwid adalah Rasulullah salallahu alaihi wassalam karena Al Qur’an diturunkan kepada beliau dari Allah subhanahu wa ta’ala, yang Maha Tinggi, dengan tajwid, dan Rasulullah salallahu alaihi wassalam diberikan perintah atasnya melalui yang Terpercaya, Jibril alaihissalam.

Rasul shalallahu alaihi wassalam mengajarkan kepada para sahabatnya, yang kemudian mengajarkannya kepada pengikut-pengikutnya, dan seterusnya sampai datang kepada kita melalui mata rantai (tulisan) ini. Yang menetapkan aturan tajwid dari sudut pandang ilmiah adalah ulama ilmu Alquran, seperti Abu ‘Ubaid Al-Qasim bin Sallaam.

7. Ajarannya: Pengetahuan tentang tajwid adalah (Fardhu Kifayah), artinya, sebagian kaum Muslimin harus mengetahuinya, dan penerapan ilmu tajwid yang benar (bagi tiap orang) adalah (fardh ‘ain), yang berarti diwajibkan kepada umat Islam (laki-laki dan perempuan) yang telah menghafal Al-Qur’an; baik seluruhnya maupun sebagian, bahkan walau hanya satu surat.

8. Alasan-alasan penetapan aturan tajwid: Menjaga Alquran dan melestarikannya dari penyimpangan. Orang-orang Arab bercampur dengan non-Arab setelah penyebaran Islam, dan umat Islam khawatir bahwa kemurnian pengucapan lidah Arab akan ternoda karena pencampuran tersebut.

Maka, menjadi keharusan untuk menetapkan aturan yang akan memelihara pembacaan Quran dari kesalahan, dan menjamin kesatuan pengucapan (di seluruh dunia) bagi para pembacanya.

9. Prinsip-prinsip: Pengetahuan tentang tajwid bertumpu pada empat hal:

 1. Pengetahuan tentang titik-titik artikulasi huruf-hurufnya
2. Pengetahuan tentang karakteristik huruf-hurufnya
3. Pengetahuan tentang perubahan cara membaca huruf-huruf karena hukum tajwid
4. Melatih lidah dan banyak mengulang.

 

Wallahu’alam bishawab

 

[ UIC 1 ] Belajar Tajwid 7 : Pengucapan Kalimat Ta’awudz dan “Basmalah”

 
 
Arti  dari  adalah  “memohon      keselamatan,    atau perlindungan”.     Saat seseorang  mengatakan   berarti dia sedang memohon keselamatan dan perlindungan kepada Allah dari Syaitan sebelum membaca Al-Qur’an. Allah berfirman dalam Al-Qur’an.
 
 
(Dan ketika kamu membaca Al-Qur’an, berlindunglah kepada Allah dari Syaitan yang terkutuk) An-Nahl 98.
1.        Jika Al-Qur’an hendak dibaca dengan suara pelan atau ketika sendiri, maka qari pun harus mengucapkan kalimat ta’awudz dengan suara pelan.
 
2.        Jika seseorang hendak shalat, kalimat  ta’awudz juga harus diucapkan dengan suara pelan.
 
3.        Jika hendak membaca Al-Qur’an dengan lantang, agar orang-orang yang hadir dapat mendengar nya, hendaklah dia juga mengucapkan kalimat ta’awudz dengan lantang.
 
4.        Jika pembacaan Al-Qur’an dilakukan bergiliran (seperti di dalam kelas), qari pertama mengucapka n kalimat ta’awudz dengan lantang dan qari lainnya mengucapkan dengan pelan.
 
5.        Jika pembacaannya terhenti oleh batuk, bersin, atau pembicaraan tentang yang dibaca ataupun makna dari ayat-ayatnya, maka kalimat ta’awudz tidak perlu diucap-ulang.
 
 6.        Jika pembacaannya terhenti oleh pekerjaan, percakapan biasa, atau makan, maka pengucapan kalimat ta’awudz harus diulang sebelum mulai membaca Qur’an lagi.
 
 

Wallahu’alam bishawab

 

 

[ UIC 1 ] Belajar Tajwid 6 : Sujud ketika membaca Al-Qur’an

Sujud tilawah diperintahkan kepada qari dan pendengar dalam ketaatan kepada Yang Maha Penyayang, dan penentangan terhadap Syaitan.

Rasulullah bersabda, “Jika anak Adam membaca ayat sujud dan bersujud, Syaitan berpaling sambil menangis dan berkata. ‘Celakalah aku, anak Adam diperintahkan untuk sujud dan dia bersujud, dan baginya ialah Surga, dan aku diperintahkan untuk sujud dan aku membangkang dan bagiku adalah Neraka.’’’ Diriwayatkan oleh Muslim

Terdapat empat belas titik di dalam Al-Qur’an di mana kita diperintahkan untuk bersujud.

1- Akhir dari surat Al-A’araaf

2- Ayat 15 dari surat Al Ra’ad

3- Ayat 50 dari surat An-Nahl

4- Ayat 109 dari surat Al-Israa ‘

5- Ayat 58 dari surat Maryam

6- Ayat 18 dari surat Al-Hajj

7- Ayat 77 dari surat Al-Hajj

8- Ayat 60 dari surat Al-Furqan

9- Ayat 26 dari surat An-Naml

10- Ayat 15 dari surat As-Sajdah

11- Ayat 38 dari surat Al-Fulilat

12- Ayat 62 dari surat An-Najm

13- Ayat 21 dari surat Al-Inshiqaq

14- Ayat 19 dari surat Al-A’laq

 

Wallahu’alam bishawab

 

[ UIC 1 ] Belajar Tajwid 5 : Pengantar Ilmu Tajwid

Secara bahasa tajwid berarti membuat sesuatu Lebih Indah, jawwada, jamwidu, tajwidan yang artinya untuk membuat sesuatu lebih baik atau lebih indah.

Menurut pandangan ilmu, tajwid artinya mengucapkan tiap huruf dari titik artikulasinya dan memberikan setiap huruf karakteristiknya dan melakukannya dengan benar. Tajwid secara teori hukumnya fardhu kifayah sedangkan secara praktek hukumnya wajib bagi setiap individu.

Beberapa prinsip dalam belajar tajwid

1. Mengartikulasi huruf dari titik artikulasinya atau makhrajnya .
2. Mengetahui sifat dan menerapkannya.
3. Aturan yang harus diterapkan pada setiap huruf berdasarkan susunan.
4. Melatih lidah dan mengulanginya hingga terbiasa melafadzkan dengan benar.

 

Wallahu’alam bishawab

 

[ UIC 1 ] Belajar Tajwid 4 : Perilaku saat membaca dan mempelajari Al Quran

1. Harus mengagungkan Alquran saat mendengarkan pembacaan AlQuran tersebut.

2. Melindungi Alquran dari apapun yang bisa mengotorinya atau merusaknya, menempatkannya di tempat yang tinggi dan tidak ada sesuatu di atasnya selain itu kita juga harus melindungi kertasnya, kalau Sudah usang dan tidak terpakai lagi sebaiknya dibakar saja.

3. Tidak boleh membaca al-quran di kotor atau tidak layak seperti kamar mandi dan juga tidak boleh membacanya secara cepat seperti saat buku atau koran.

4. Tidak boleh membiarkan Al Quran terbuka apabila tidak terpakai atau tidak dibaca.

5. Tidak boleh membaca al-quran saat menguap atau kentut.

6. Tidak boleh menyentuh Alquran sebelum bersuci.

 

Wallahu’alam bishawab

 

[ UIC 1 ] Belajar Tajwid 3 : Keistimewaan Membaca dan Mempelajari Al-Qur’an


Membaca dan mempelajari Al Quran memiliki beberapa keutamaan yang bisa membuat kita bersemangat untuk terus  membaca dan mempelajarinya, beberapa keutamaan itu diantaranya :

خيركم من تعلم القرآن وعلمه

Khairukum man ta’allamal Qur’aana wa ‘allamahu

Artinya: Sebaik-baik kamu ialah orang yang mau mempelajari Al Qur‘an & mau mengajarkannya. (HR. Muslim).


Jadi orang yang mempelajari Al’quran dan berusaha mengajarkannya dengan penuh keikhlasan dan mengharapkan ridho Allah subhanahu wa ta’ala dia akan menjadi muslim yang terbaik atau bahkan menjadi manusia yang terbaik. Hal ini merupakan salah satu dalil yang menyebutkan keistimewaan dari membaca Alquran dan mempelajari Al’quran. 

Keistimewaan lainnya adalah tentang pahala dari membaca Alquran, 

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
 
Man qoro`a harfan min kitābillāhi falahū bihī hasanatun wal hasanatu bi ‘asyri amtsālihā, lā aqūlu alif lam mim harfun, wa lākin ālifun harfun wa lāmun harfun wa mīmun harfun
“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah (al-Quran) maka dengan membaca itu ia mendapat satu kebaikan dan satu kebaiakn akan diganjar dengan 10 kali lipat. Aku tidak berkata alif lam mim itu satu huruf tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf”. (H.R. Bukhari dalam Tarikh-nya, Tirmidzi, Ibnu Dlaris, Hakim dan Baihaqiy).
 

 Anda bayangkan Berapa banyak pahala yang bisa kita dapatkan jika kita membaca salah satu surat didalam Alquran atau bahkan hanya sekedar membaca basmalah, dikarenakan setiap huruf yang kita baca akan mendapatkan pahala atau kebaikan. 

Begitu melimpahnya pahala yang diberikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada orang-orang yang mau membaca dan mempelajari Al Quran maka dari itu sebaiknya kita harus memiliki semangat dan tentu saja ilmu untuk membaca al-quran tersebut agar kita mendapat kebaikan yang telah kita ketahui tersebut. 

Wallahu’alam bishawab

 

 

[ UIC 1 ] Belajar Tajwid 2 : Metode untuk mempelajari Al’quran

Ada beberapa metode yang bisa kita gunakan ketika ingin mempelajari Al’quran, beberapa diantaranya:
1. Seorang guru membacakan kepada muridnya kemudian murid tersebut mengulanginya, jika guru mendapati adanya kesalahan dari murid tersebut maka Sang Guru segera mengoreksi.
2. Murid membaca Alquran lalu guru mendengarkan dan mengoreksi jika ada kesalahan, metode ini Sang guru tidak harus mencontohkan terlebih dahulu.
3. Murid mendengarkan pembacaan gurunya kemudian murid tersebut mempraktekkannya di rumah tanpa didengarkan terlebih dahulu oleh sang guru tersebut.

Apapun metodenya yang jelas ketika kita telah mempelajari Al’quran sebaiknya kita mencari seseorang untuk mengkoreksi bacaan kita agar kita bisa membaca al-quran mendekati cara membaca yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Sehingga kita bisa lebih memahami Alquran, karena orang yang membaca al-quran dengan baik dan indah akan merasa lebih dekat dan tunduk dengan makna dari ayat yang dibaca tersebut sehingga bisa mudah dipengaruhi oleh makna ayat tersebut.

Selain itu orang yang membaca al-quran dengan baik dan indah akan lebih mencintai dan menikmati saat dia membaca al-quran, sehingga dia tidak pernah merasa bosan dari membacanya. Sebaliknya Ketika seseorang tidak membaca dengan baik dan indah maka orang tersebut akan mudah putus asa / bosan karena dia tidak bisa menikmati bacaannya tersebut.

 

Wallahu’alam bishawab

 

[ UIC 1 ] Belajar Tajwid 1 : Yang harus dimiliki untuk bisa belajar al-quran

Ada beberapa hal yang sebaiknya kita miliki agar kita bisa mempelajari Alquran dengan baik sesuai dengan aturan tajwid;

1. Ikhlas untuk mendapatkan keridhaan allah, Artinya kita tidak boleh mempelajari alquran hanya untuk kepentingan dunia saja, seperti ingin disebut sebagai qori atau guru.

2. Mencari guru yang berkualitas, adalah penting untuk kita mencari guru yang berkualitas ketika hendak mempelajari Al’quran, apapun prosesinya asalkan mampu dan memiliki ilmu untuk mengajarkan al-quran maka itu yang kita cari.

3. Memiliki kesabaran, adalah wajar ketika kita mempelajari al-qur’an menghadapi kesulitan-kesulitan yang bisa membuat kita lelah, makanya memiliki kesabaran adalah faktor kunci ketika ingin mempelajari Al’quran.

4. Kebulatan tekad dan semangat yang tinggi, orang memiliki kebulatan tekad akan terus berupaya keras mengorbankan waktu dan tenaganya untuk mempelajari Al’quran.

 

Wallahu’alam bishawab