[ UIC 4.1 ] Belajar Aqidah 8 – Syarah Ushuluts Tsalasah 8

Landasan 1. Pengakuan rububiyah berkonsekuensi pengakuan uluhiyah

Tuhan inilah yang haq untuk disembah. Dalilnya, firman Allah ta’ala: “Hai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. Dialah yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan air hujan itu segala buah-buahan sebagai rizki untukmu. Karena itu, janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 21-22). Ibnu Katsir rahimahullahu ta’ala, mengatakan: hanya pencipta segala sesuatu yang ada inilah yang berhak dengan segala macam ibadah

Syarah dari Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

[Ar-Rabb adalah yang berhak untuk diibadahi]
Penulis rahimahullah mengisyaratkan kepada firman Alloh,
     Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam” (Al-A’raf: 54)
Hanya Robb itulah yang berhak diibadahi atau yang diibadahi dikarenakan Dia berhak, Bukan berarti setiap yung dibadahi itu Robb. Tuhan-tuhan selain Alloh yang diibadahi dan dianggap tuhan oleh penyembahnya, bukan Robb, Rabb adalah, pencipta, pemilik, dan pemelihara segala urusan.
[Wahai manusia …]
Seruan ini ditujukan kepada semua manusia. Alloh memerintahkan mereka beribadah kepada-Nya. Tidak ada sekutu bagi-Nya, maka janganlah mereka menjadikan sekutu-sekutu sebagai sesembahan selain Alloh. Alloh menjelaskan bahwa Dia berhak diibadahi karena Dia satu-satu-Nya pencipta.
[Sembahlah Rabb yang telah menciptakanmu]
Firman-Nya, “yang telah menciptakanma…” adalah si fat yang menjelaskan alasan pernyataan sebelumnya – artinya beribadahlah kepada-Nya karena Dialah yang telah menciptakanmu. Karena Dia adalah Robb yang menciptakan, maka kamu semua wajib beribadah kepada-Nya.
Karena itu, kami mengatakan , siapa saja yang mengakui rububiyah Alloh, maka ia harus beribadah kepada-Nya saja. Jika tidak demikian, berarti ia telah melakukan hal yang bertentangan dengan pengakuannya.
[Agar kamu bertakwa]
Maksudnya adalah agar kamu bisa meraih ketakwaan. Takwa adalah melindungi diri dari adzab Allah dengan cara mengikuti perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.
[Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan]
Maksudnya sebagai hamparan, tempat kita bisa bersenang-senang tanpa kesulitan dan kepayahan, ibarat orang yang tidur di atas hamparan kasurnya.
[Dan langit sebagai atap]
Maksudnya adalah langit itu berada di atas kita, karena atap itu terletak di sebelah atas. Langit adalah atap bagi penduduk bumi dan ia merupakan atap yang terpelihara. Sebagaimana firman Allah ta’ala:
“Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara…”. (Al-Anbiya: 32).
[Dan Dia menurunkan hujan]
Maksudnya adalah Dia telah menurunkan dari ketinggian, yaitu dari awan, air yang mensucikan. Ini sebagamana firman Al1oh [artinya]:
“Dia-lah, Yang telah menurunkan air hujan dari lang it untuk kamu, sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu” (An-Nahl: 10).
[Sebagai rizki bagimu]
Maksudnya       adalah       sebagai       pemberian        bagimu.
Sedangkan dalam ayat lain Alloh berfrman [artinya]:
“(Semua itu) antuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.” (An-Nazi’aat: 33).
[Karena itu, janganlah membuat tandingan]
Maksudnya adalah Robbmu yang telah menciptakanmu, menciptakan orang-orang sebelummu menciptakan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, serta menurunkan hujan dari langit, lalu dengan hujan itu Dia menumbuhkan buah-buahan sebagai rezeki bagimu, janganlah kamu menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya, di mana kamu beribadah kepadanya sebagaimana beribadah kepada Alloh atau mencintainya sebagaimana kecintaanmu kepada Alloh. Itu tidak patut bagimu, baik menurut pertimbangan akal maupun syar’i.
[Padahal kamu mengetahui]
Maksudnya adalah kamu mengetahui bahwa tidak ada sekutu bagi-Nya dan bahwa hanya di tangan-Nyalah ada penciptaan, pemberian rezeki, dan pemeliharaan. Karena itu, janganlah membuat sekutu bagi-Nya dalam ibadah.
[Ibnu Katsier]
Dia adalah ‘Imaduddin Abul Fida’ Isma’il bin ‘UmarAl-Qurosyi Ad-Dimasyqi, seorang hafidz masyhur, penulis tafsir dan tarikh, salah satu murid Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.Wafat pada tahun 774 H.


والله أعلمُ بالـصـواب
Source ( Syarah Ushuuts Tsalatsah.pdf )


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *