[ UIC 4.1 ] Belajar Aqidah 7 – Syarah Ushuluts Tsalasah 7



Landasan 1. Mengenal Rabb Melalui Ayat dan Makhluk-Nya

 Apabila anda ditanya: “Siapakah Tuhanmu?, Maka katakanlah: “Tuhanku adalah Allah yang telah memelihara diriku dan memelihara semesta alam inidengan segala ni’mat yang dikaruniakan-Nya. Dan Dialah sembahanku, tiada bagiku sesembahan yang haq selain Dia. Allah ta’ala berfirman: “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. Alfatihah : 2).  

Semua yang ada selain Allah disebut alam, dan saya adalah bagian dari semesta alam ini. Selanjutnya, jika anda ditanya: “dengan perantaraan apakah anda mengenal Tuhan? Maka hendaklah anda menjawab: “melalui tanda-tanda kekuasaan-Nya dan melalui ciptaan-Nya. Diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah: malam, siang, matahari dan bulan.

Sedangkan diantara ciptaan-Nya ialah: tujuh langit dan tujuh bumi beserta segala makhluk yang ada di langit dan di bumi serta yang ada di antara keduanya. Allah ta’ala berfirman: “Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah Yang menciptakannya, jika  kamu  hanya  kepada-Nya  saja  menyembah.”  (QS.Fushshsilat: 37). 

Dan juga firman-Nya: “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang, yang mengikutinya dengan cepat. Dan (diciptakan-Nya pula) matahari , bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha suci Allah Tuhan semesta alam.” (QS. Al – A’raf: 54).

 Syarah dari Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
[Apabila Anda ditanya, “Siapa Rabbmu”?]
Maksudnya, siapakah Robbmu yang telah menciptakan, menolong, dan mengaturmu, serta memberimu rezeki?
[Tarbiyah]
Tarbilah adalah bimbingan yang bisa memperbaiki orang yang ditarbiyah. Perkataan penulis memberikan kesan bahwa kata Robb diambil dari tarbiyah, karena ia berkata, “yang telah mentarbiyahku dan mentarbiyah seluruh alam dengan nikmat-nikmat-Nya, jadi seluruh alam ini telah ditarbiyah oleh Alloh dengan nikmat-nikmat-Nya, telah diatur-Nya supaya siap menjalani tujuan penciptaannya dan ditolong-Nya dengan rezeki-Nya. Alloh ta’ala berfirman mengenai percakapan Musa dengan Fir’aun :
“Berkata Fir’aun: “Maka siapakah Tuhanmu berdua, hai Musa? Musa berkata: “Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk” (Thaha: 49-50).
Jadi, semua yang ada di alam ini telah ditarbiyah oleh Alloh dengan nikmat-nikmat-Nya. Nikmat Alloh ‘azza wa jalla banyak sekali, tidak bisa dihitung. Alloh Tabaraka wa Ta’ala berfrman [artinya]:
“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (An-Nahl: 18).
Allah telah menciptakan, menyiapkan, dan menolongmu, serta memberi rezeki kepadamu. Dialah satu-satunya yang berhak diibadahi.
Artinya, Dialah saru-satu-Nya yang kuibadahi dan kupatuhi dengan perasaan tunduk, cinta, dan pengagungan; kulaksanakan perintah-Nya, kutinggalkan larangan-Nya; maka tidak ada satu pun yang kuibadahi kecuali Allah ta’ala. Allah tabaraka wa ta’ala berfirman [artinya]
“Dan kami tidak nengutus seorang rosulpun sebelum kama, melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada ilah melainkan Aku, maka beribadahlah kalian kepada-Ku” (Al-Anbiyaa :25).
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus” (Al-Bayyinah: 5).
[Allah mentarbiyah seluruh alam]
Penulis rahimahullah menegaskan keberadaan Alloh sebagai pentarbiyah seluruh makhluk, berdasarkan firman Alloh ta’ala [artinya]:
“Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam” (Al-Fatihah:
2).
Segala puji bagi Alloh, maksudnya bahwa sifat kesempurnaan, kemuliaan, dan keagungan adalah milik Alloh Ta’ala saja. Rabb seluruh alam, maksudnya pemberi tarbiyah bagi mereka dengan berbagai nikmat,
pencipta mereka, pemilik mereka, dan pengatur mereka sesuai dengan kehendak-Nya.
[Alam adalah segala sesuatu selain Allah]
Alam adalah segala sesuatu selain Alloh. Disebut alam, karena mereka merupakan petunjuk mengenai Pencipta, Penguasa, dan Pemelihara mereka. Memang, pada segala sesuatu itu terdapat petunjuk yang menunjukkan bahwa Alloh itu Esa.
[Mengenal Allah melalui ayat-Nya]
Ayat adalah tanda-tanda yang menunjukkan dan menjelaskan sesuatu. Ayat-ayat Alloh ada dua macam yaitu ayat-ayat kauniyah dan ayat-ayat syar’iyyah. Ayat-ayat kauniyah yakni makhluk-makhluk-Nya, sedangkan ayat-ayat syar’iyyah yakni wahyu yang diturunkan Alloh kepada para rosul-Nya.
Karena itu, perkataan penulis rahimahullah,”Dengan ayat-ayat dan makhluk-makhluk-Nya,” termasuk dalam kategori “’athfu al-khos ‘alal ‘am”, menggabungkan kata yang khusus kepada yang umum. Jika kita menafsirkan kata “ayat-ayat” sebagai ayat kauniyyah dan syar’iyyah. Atau termasuk dalam kategori “’athfu al-mubayyin al-mughayyir”, menggabungkan ka ta kepada kata lain yang berbeda makna, jika kita menafsirkan kata “ayat-ayat” tersebut dengan ayat-ayat syar’iyyah saja.
Bagaimanapun, yang jelas Alloh ‘azza wa jalla bisa dikenal melalui ayat-ayat kauniyah-Nya, yaitu makhluk-makhluk-Nya yang sangat banyak dengan keajaiban-keajaiban penciptaan dan kesempurnaan hikmah yang terkandung di dalamnya; di samping bisa dikenal melalui ayat-ayat syar’iyyah-Nya dengan seluruh kandungannya berupa keadilan, kemaslahatan, dan pencegahan kerusakan.
“Pada setiap benda terdapat tanda, yang menunjukkan bahwa Dia Esa”
[Mengenal Allah melalui makhluk-Nya]
Ini semua merupakan ayat-ayat Alloh yang menunjukkan kesempurnaan kekuasaan, kebijaksanaan, dan kasih sayang-Nya. Matahari adalah salah satu ayat-ayat Alloh karena ia berjalan secara tertib dan indah sejak diciptakan oleh Alloh sampai kelak Alloh mengizinkan kehancuran alam. Matahari senantiasa berjalan di tempat peredarannya, sebagaimana firman Alloh :
“Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (Yaasiin: 38).
Matahari merupakan salah satu ayat Alloh, dilihat dari segi ukurannya maupun pengaruh-pengaruhnya. Dilihat dari ukurannya, ia sangat besar. Dilihat dari pengaruh-pengaruhnya, ia memberikan banyak manfaat untuk badan, tumbuhan, sungai, laut, dan sebagainya.
Jika kita memperhatikan matahari, kita akan mengetahui kebesaran ayat Alloh ini; betapa tidak, jarak antara kita dan matahari, tetapi kita bisa mendapatkan panasnya yang menyengat.
Kemudian, perhatikan pula cahaya yang dihasilkannya, yang.bisa membantu memberikan kekayaan yang banyak kepada manusia. Di siang hari, manusia tidak membutuhkan penerangan apa pun.
Dia memberikan kemaslahatan yang besar bagi manusia, membantu memberikan kekayaan kepada mereka. Ini semua termasuk sebagian dari ayat-ayat Alloh, di mana hanya seikit yang kita ketahui.
Bulan juga merupakan salah satu ayat Alloh ‘azza wa jalla. Pada setiap malam, Allah menempatkannya pada posisi-posisi tertentu.
“Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzil ah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua” (Yaa siin: 39).
Ia muncul kecil, kemudian membesar sedikit demi sedikit hingga bulat sempurna, kemudian kembali berkurang. Ia seperti manusia yang diciptakan dalam keadaan lemah, kemudian berkembang menjadi kuat secara berangsur-angsur, dan akhirnya melemah kembali. Maha Suci Alloh, Pencipta Yang Paling Baik.
[Malam dan siang menjadi dalil ]
Maksudnya, dalil yang menunjukkan bahwa malam dan siang, matahari dan bulan merupakan sebagian dari ayat-ayatAlloh ‘azza wa jalla adalah, “Dan di antara ayat-ayat-Nya adalah malam, siang, matahari, dan bulan …. “
Maksudnya, di antara tanda-tanda yang nyata dan menjelaskan kekuasaan, kebijaksanaan, dan kasih sayang Alloh yang sempurna adalah malam dan siang. Tanda-tanda tersebut terdapat pada wujud keduanya, kedatatngan keduanya yang silih berganti, serta apa-apa yaog ditempatkan oleh Alloh pada kedua-nya, yaitu kemaslahatan-kemaslahatan manusia dan perubahan keadaan mereka.
Demikian pula matahari dan bulan, baik wujud-nya, perjalanannya, serta apa-apa yang dihasilkannya berupa kemaslahatan-kemaslahatan bagi manusia dan pencegahan terhadap hal-hal yang membahayakan mereka.
Selanjutnya, Alloh Ta’ala melarang manusia bersujud kepada matahari dan bulan, meskipun kedua benda tersebut mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap diri mereka. Kedua benda tersebut tidak berhak untuk diibadahi karena keduanya adalah makhluk, dan sesungguhnya yang berhak untuk diibadahi adalah Allah ta’ala yang telah menciptakan keduanya.
[Dalil Allah menciptakan langit dan bumi]
Maksudnya, di antara dalil-dalil bahwa Alloh telah menciptakan langit dan bumi, adalah fiman Alloh Ta’ala,
“Sesungguhnya Robb kamu adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi… “.
Di sini disebutkan beberapa ayat Alloh yang bersifat kauniyah, yaitu:
Pertama: Alloh telah menciptakan makhluk-makhluk besar ini dalam tempo “enam hari”. Andaikata Alloh menghendaki, niscaya bisa menciptakannya dalam sekelap, tetapi Dia rnengkaitkan musabab dengan sebab-sebabnya sesuai dengan tuntutan kebijaksanaan-Nya.
Kedua: Alloh bersemayam di atas Arsy dengan cara yang khas, yang sesuai dengan kemuliaan dan keagungan-Nya. Ini merupakan tanda kekuasaan-Nya yang sempurna.
Ketiga: Alloh menutupkan malam kepada siang. Artinya Alloh menjadikan malam sebagai penutup bagi siang. Ia seperti kain yang diturunkan menutupi siang.
Keempat: Alloh menjadikan matahari, bulan, dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Alloh memerintah mereka sesuai dengan kehendak-Nya untuk kemaslahatan manusia.
Kelima: Keluasan kerajaan dan kesempurnaan kekuasaan-Nya, di mana hanya Dia yang memiliki hak untuk mencipta dan memerintah.

Keenam: Keumuman rububiyah-Nya untuk seluruh alam.

والله أعلمُ بالـصـواب
Source ( Syarah Ushuuts Tsalatsah.pdf )


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *