[ UIC 4.1 ] Belajar Aqidah 6 – Syarah Ushuluts Tsalasah 6



3 Landasan Utama Yang Harus Diketahui

Kemudian apabila anda ditanya: “apakah tiga landasan utama yang wajib diketahui oleh manusia? Maka hendaklah anda menjawab: yaitu mengenal Tuhan Allah ‘Azza wa Jalla, mengenal agama Islam, dan mengenal Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Syarah dari Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

[Tiga landasan yang harus diketahui oleh setiap manusia]
Ushul adalah jamak dari ashlun, artinya sesuatu yang diatasnya dibangun sesuatu yang lain. Contohnya “As hlul jidaar” artinya pondasi dinding, “Ashlusy syajarah” , artinya pokok pohon yang dari situ bercabang dahan-dahan. Allah ta’ala berfirman [artinya]:
“Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Alloh telah membuat perumpamaan kalimat thoyyibah, seperti pobon yng baik, pokoknya kokoh dan cabangnya (menjulang) ke langit.” (Ibrahim: 24).
Tiga ushul yang diisyaratkan oleh penulis rahimahullah adalah tiga pertanyaan pokok yang akan dipertanyakan kepada manusia saat ia berada di kubur, yaitu “Siapa Robbmu? Apa agamamu? Dan siapa nabimu?”
Penulis rahimahullah mengemukakan masalah ini dalam bentuk pertanyaan agar manusia memperhatikannya dengan sungguh-sungguh. Sebab ini merupakan prinsip agung. Beliau mengatakan bahwa ini merupakan tiga prinsip yang harus diketahui oleh manusia, karena ketiganya merupakan pokok-pokok pertanyaan yang akan diajukan kepada seseorang saat ia di kuburnya.
Setelah dikuburkan dan sahabat-sahabatnya meninggalkannya, ia didatangi oleh dua malaikat. Kedua malaikat itu mendudukkannyadan bertanya,,,Siapa Robbmu? Apa agamamu? Siapa nabimu?” Jika ia mukmin, maka ia akan menjawab, “Robbku Alloh, agamaku Islam, dan Nabiku Muhammad.”
Adapun orang yang bimbang dan munafik akan menjawab, “Hah, hah, aku tidak tahu. Aku mendengar orang-orang mengatakan sesuatu, maka aku ikut mengatakannya.”
[Mengenal Allah]
Ada beberapa sebab yang menjadikan seseorang mengenal Alloh (ma’rifatullah)
#          Memperhatikan dan memikirkan makhluk-makhluk Alloh ‘azza wa jalla. Ini bisa menjadikan seseorang mengenal-Nya serta mengenal keagungan
kekuasaan-Nya,kesempurnaankekuatan-Nya, kebijaksanaan-Nya, dan rohmat-Nya.
Alloh Ta’ala berfrman [artinya]:
“Dan apakah mereka tidak nemperhatikan kerajaan lan git dan bami, serta segala sesuatu yang diciptakan Alloh… ?” (Al-A’raf: 185).
Alloh Ta’ala, juga berfirman [artinya],
“Katakanlah, ‘Sesungguhnya aku hendak memperingatkanmu tentang suatu hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri kemudian memikirkan’” (Saba’: 46).
Alloh Ta’ala juga berfirman [artinya]:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, ser ta silih bergantinya siang dan malam terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” (Ali-‘Imran: 190)
“Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu d an pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang- orang yang bertakwa” (Yunus: 6).
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, sil ih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan” (Al – Baqarah:164).
#    Memperhatikan ayat-ayat syar’iyyah, yaitu wahyu yang dibawa oleh para rasul ‘alaihimushshalatu wa sallam.
Memperhatikan ayat-ayat ini juga bisa menyebabkan seorang hamba mengenal Robbnya. Ia memperhatikan ayat-ayat tersebut beserta kemaslahatan-kemaslahatan yang terkandung di dalamnya, yang merupakan sarana vital bagi sempurnanya kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.
Jika ia telah memperhatikan dan memikirkan ayat-ayat tersebut beserta ilmu dan hikmah yang dikandungnya, serta telah mengetahui keberadaan ayat-ayat tersebut dan kesesuaiannya dengan kemaslahatan-kemaslahatan manusia, maka ia akan mengenal Robbnya azza wa jalla.
“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya (An-Nisaa: 82).
  
#       Ma’rifah yang dikaruniakan oleh Alloh ‘azza wa jalla di hati orang yang beriman, sehingga seakan-akan ia melihat Robbnya dengan mata kepalanya.
 Nabi ketika ditanya oleh Jibril, apakah ihsan itu? Beliau menjawab :
“Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-aka n engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak bisa melihat-Nya,
maka sesungguhnya Dia melihatmu” (HR. Muslim dalam Kitabul Iman).

[Mengenal agamanya]
Maksudnya, mengenal prinsip kedua yaitu agamanya, yang setiap hamba dibebani untuk mengamalkannya; serta mengenal kandungan-kandungan dalam agamanya berupa hikmah, rohmat, kemaslahatan-kemaslahatan bagi umat manusia, dan pencegahan dari berbagai kerusakan.
Barangsiapa yang meneliti agama Islam dengan cermat, berdasarkan Al-Kitab dan As-Sunnah, niscaya mengetahui bahwa ia adalah agama yang benar dan satu-
satunya agama yang bisa menyempurnakan kemaslahatan-kemaslahatan manusia.
Namun kita jangan mengukur Islam dengan keadaan kaum muslimin pada masa sekarang, karena kaum muslimin telah mengabaikan banyak ajaran Islam dan melanggar larangan-larangan agama yang besar, sehingga orang yang hidup di tengah-tengah mereka di sebagian negeri Islam merasa seakan-akan hidup di sebuah lingkungan yang tidak Islami.
Agama Islam -dengan puji Allah ta’ala- mengandung seluruh maslahat yang dikandung oleh agama-agama terdahulu, dengan satu keistimewaan bahwa agama Islam ini sesuai untuk setiap masa, tempat dan bangsa, artinya berpegang teguh kepada Islam tidak akan menghilangkan kemaslahatan bangsa, di zaman, tempat dan bangsa mana pun. Agama Islam memerintahkan setiap amal sholih dan melarang semua perbuatan jahat, memerintahkan semua akhlak mulia dan melarang semua akhlak tercela.
[Mengenal Nabi yang diutus kepada kita]
Inilah prinsip ketiga, yaitu mengenal Nabi Muhammad. Seseorang bisa mengenal Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam dengan cara mempelajari kehidupannya, ibadah, akhlak, dakwah, dan jihad fi sabilillah yang dilaksanakan oleh beliau, serta aspek-aspek kehidupannya yang lain.

Karena itu, setiap orang yang ingin menambah pengetahuan dan keimanannya kepada Nabi, seyogyanya menelaah sejarah kehidupan beliau sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya; bagaimana beliau dalam keadaan perang dan damai, dalam keadaan susah dan senang, dan dalam seluruh keadaan yang dialami oleh beliau. Kita memohon kepada Alloh ‘azza wa jalla, agar memasukkan kita ke dalam golongan orarrg-orang yang mengikuti Nabi-Nya, secara lahir dan batin; serta agar Alloh mewafatkan kita dalam keadaan demikian. Dialah yang berwenang dan berkuasa dalam hal itu.





والله أعلمُ بالـصـواب

Source ( Syarah Ushuuts Tsalatsah.pdf )




Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *