[ UIC 4.1 ] Belajar Aqidah 32 – Syarah Ushuluts Tsalasah 32

Landasan 2. Rukun Iman: 3. Iman kepada kitab-kitab-Nya

Syarah dari Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Kata kitab yang dalam bahasa Arab memiliki bentuk jamak kutub, bermakna maktuub (sesuatu yang ditulis) Yang dimaksudkan di sini adalah kitab-kitab yang diturunkan oleh Alloh Ta’ala kepada para rosul-Nya sebagai rohmat dan hidayah (petuniuk) bagi makhluk, agar dengan kitab-kitab itu mereka dapat meraih kebahagiaannya di dunia maupun akhirat.

Iman kepada kitab-kitab Alloh meliputi empat hal:

Pertama:

Iman bahwa turunnya kitab-kitab itu benar-benar dari sisi

Allah Ta’ala:

Kedua:

Iman dengan nama kitab yang kita ketahui, seperti Al-Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam, Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa ‘alaihissalam, Injil yang diturunkan kepada Nabi ‘isa ‘alaihissalam, dan Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daawud ‘alaihissalam. Sedangkan yang tidak kita ketahui namanya, kita imani secara global.

Ketiga:

Membenarkan berita-beritanya yang benar, seperti berita-berita mengenai Al-Quran dan juga berita-berita lainnya yang tidak diganti atau dirubah dari kitab-kitab terdahulu (sebelum Al-Quran).

Keempat:

Mengamalkan hukum-hukumnya yang tidak dinasakh’ serta dengan rela (ridho) dan pasrah menerimanya, entah kita ketahui hikmahnya ataupun tidak kita ketahui.

Seluruh kitab-kitab terdahulu telah termansukhkan oleh Al-Qur’an yang agung.

Allah ta’ala  berfirman [artinya]:

“Kami telah menurunkan kepadamu kitab Al-paran dengan kebenaran, membenarkan kitab-kitab yang ada di depanrya (yang turun sebelumnya) dan sebagai muhaimin atas kitab-kitab tersebut…” (Al-Ma’idah: 48).

Artinya, sebagai ‘hakim’ atas kitab-kitab itu. Berdasarkan ini, maka tidak dibolehkan mengamalkan hukum apa pun dari hukum-hukum kitab terdahulu, kecuali yang sah (shohih) dan diakui oleh Al-Quran.

Iman kepada kitab-kitab Alloh akan menghasilkan berbagai buah yang agung, di antaranya

1. Mengetahui perhatian Alloh Ta’ala kepada para hamba-Nya dengan menurunkan kitab kepada setiap kaum sebagai petunjuk bagi mereka.

2. Mengetahui hikmah Alloh Ta’ala mengenai syariat-Nya, di mana Dia telah membuatkan syariat untuk setiap kaum yang sesuai dengan kondisi mereka. Alloh Ta’ala berfirman [artinya]:

3. “Masing-masing umat di antara kamu, Kami buatkan syariat dan minhaj” (Al-Maidah: 48).

والله أعلمُ بالـصـواب

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *