[ UIC 4.1 ] Belajar Aqidah 31 – Syarah Ushuluts Tsalasah 31

Landasan 2. Rukun Iman: 2. Iman kepada para malaikat-Nya

Syarah dari Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Malaikat adalah makhluk gaib yang selalu beribadah kepada Alloh Ta’ala. Mereka sama sekali tidak mempunyai karakteristik rububiyah maupun uluhiyah sedikit pun. Alloh Ta’ala menciptakan mereka dari cahaya (nur) dan telah memberikan sifat ketundukan yang sempurna kepada mereka, serta memberikan kekuatan untuk menunaikannya.

Alloh Ta’ala, berfirman [artinya]:

”Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya” (Al-Anbiya:19-20).

Jumlah mereka banyak sekali sehingga tiada yang dapat menghitungnya kecuali Alloh Ta’a1a. Dalam Ash-Shohihain disebutkan hadits yang berasal dari Anas bin Malik tentang kisah mi’roj, bahwa Nabi diperlihatkan Al-Baitul Ma’mur di langit. Padanya setiap hari terdapat tujuh puluh ribu malaikat yang menunaikan sholat. Jika mereka itu telah keluar (selesai sholat), mereka itu takkan pernah kembali ke situ. (HR. Bukhari dalam Bad’ul Khulq, HR.Muslim dalam Kitbul Imaan).

Iman kepada malaikat mencakup empat perkara :

Pertama:

Iman dengan adanya mereka.

Kedua:

Iman dengan siapa saja dari mereka yang kita ketahui namanya, seperti Jibril. Sedangkan yang tidak kita ketahui namanya, kita imani secara ijmal (global)

Ketiga:

lman dengan sifat-sifat mereka yang kita ketahui, seperti sifat Jibril, dimana Nabi telah mengabarkan bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wassalam pernah melihat Jibril dalam sifatnya yang asli, yang ternyata mempunyai enam ratus sayap yang dapat menutupi cakrawala ( HR. Bukhari dalam Bad’ul Khulq).

Kadangkala, dengan perintah Alloh Ta’ala malaikat dapat berubah (menjelma) dalam bentuk seorang lelaki, seperti yang petnah terjadi pada diri Jibril ketika diutus oleh Alloh Ta’ala kepada Maryam,lalu Jibril menjelma menjadi manusia yang utuh (sempurna). Juga seperti yang pernah terjadi ketika Jibril mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam ketika beliau sedang duduk di tengah-tengah pan sahabat.

Jibril mendatangi beliau dengan karakter seorang lelaki yang mengenakan pakaian sangat putih, rambutnya hitam pekat, tiada terlihat bekas bepergian padanya, dan tak seorangpun di antara sahabat yang mengenalnya.Ia kemudian duduk ke hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam, lalu menyandarkan kedua lututnya pada kedua lutut Nabi dan meletakkan kedua telapak tangannya pada kedua paha Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam.

Selanjutnya Ia menanyakan kepada Nabi tentang Islam, Iman, Ihsan serta tentang kiamat dan tanda-tandanya. Nabi kemudian menjawabnya, lalu ia pun pergi. Setelah itu Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam berkata, “Ini tadi adalah Jibril yang datang kepada kalian untuk mengajarkan kepada kalian tentang agama kalian” (HR. Muslim).

Demikian juga para malaikat yang diutus oleh Alloh Ta’ala, kepada Ibrahim dan Luuth. Mereka datang dalam bentuk orang laki-laki.

Keempat:

Iman dengan apa yang kita ketahui tentang pekerjaan-pekerjaan mereka yang mereka tunaikan berdasarkan perintah Alloh Ta’a1a, seperti mensucikan-Nya (bertasbih) dan beribadah kepada-Nya siang dan malam tanpa kenal lelah dan tanpa pernah henti.

Ada sebagian dari mereka yang mempunyai pekerjaan-pekerjaan khusus. Misalnya :

Jibril dipercaya untuk menyampaikan wahyu Alloh Ta’ala. Alloh mengutusnya kepada para nabi dan rosul untuk menyampaikan wahyu.

Mikail diserahi untuk mengatur hujan dan tumbuh-tumbuhan.

Israafiil diberi tugas untuk meniup sangkakala pada saat kiamat tiba dan dibangkitkannya makhluk.

Malakul maut diserahi untuk menggenggam (mencabut) nyawa ketika terjadi kematian.

Malik dis’erahi untuk menjaga neraka. Dia adalah malaikat penjaga neraka.

Para malaikat yang diserahi untuk mengatur janin di dalam rahim. Jika seorang manusia telah sempurna empat bulan di dalam perut (kandungan) ibunya, maka Alloh Ta’ala, mengurus seorang malaikat kepadanya dan memerintahkannya untuk menulis rezekinya, ajalnya, amalnya dan sengsara atau bahagianya.

Para malaikat yang dipasrahi untuk mengawasi amal perbuatan Bani Adam (manusia) serta mencatatnya. Untuk setiap orang terdapat dua malaikat, yang satu di sebelah kanan dan satunya lagi di sebelah kiri.

Para malaikat yang diserahi untuk menanyai mayit ketika telah diletakkan di dalam kuburnya ketika itu, dua malaikat mendatanginya untuk menanyakan kepadanya tentang Robbnya, agamanya, dan nabinya.

Iman kepada malaikat akan menghasilkan buah yang agung, diantaranya:

Mengetahui akan keagungan Alloh Ta’ala, kekuatan-Nya, serta kekuasaan-Nya. Keagungan makhluk merupakan bagian dan keagungan Kholiq.

Terima kasih (syukur) kepada Alloh Ta’ala, atas perharian-Nya terhadap Bani Adam, di mana Dia telah memasrahkan perbuatan mereka, serta kemaslahatan-kemaslahatan mereka yang lainnya.

Mencintai para malatkat atas apa yang telah mereka tunaikan berupa penyembahan (ibadah) kepada Alloh Ta’ala.

Ada kaum dari kalangan orang-orang yang menyimpang yang mengingkari keberadaan malaikat itu berjisim (mempunyai struktur tubuh atau bentuk). Mereka mengatakan bahwa malaikat itu merupakan sebuah ungkapan mengenai berbagai kekuatan kebaikan yang tersembunyi pada diri para makhluk. Ini berarti mendustakan Kitab Alloh, sunnah Rosul-Nya serta ijmak kaum muslimin.

Allah Ta’ala berfrman [artinya]:

“Segala puji bagi Allah, Pencipta langit dan bumi yang telah menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan yang memiliki sayap; masing-masing ada yang dua, tiga atau empat …”. (Faathir: 1).

Alloh ta’ala berfirman [artinya]:

“Sekiranya kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang kafir dengan memukul bagian muka dan belakang mereka….”. (Al-Anfaal: 50).

Alloh Ta’ala berfirman [artinya]:

“Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di wakt u orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu” (Al-An’aam:93).

Allah Ta’ala berfirman [artinya]:

“Sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata “Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhan-mu?” Mereka menjawab: (Perkataan) yang benar”, dan Dia-lah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar” (Saba’: 23).

Berkenaan dengan penghuni surga, Alloh berfirman [artinya] :

“…Sedangkan para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari segala pintu, sambil mengatakan, ‘Kesejahteraan buat kalian atas kesabaran kalian’. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu” (Ar-Ro’d: 23-24).

Dalam Shahih Al-Bukhari disebutkan hadits dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam pernah bersabda,

‘Jika Alloh menc’intai seorang hamba, maka Dia memanggil Jibril (seraya mengatakan), ‘Sesunguhnya Alloh mencintai si Fulan, maka cintailah ia!’ Jibrilpun akhirrya mencintai si Fulan itu. Setelah itu, Jibril berseru di hadapan para penghuni langit (dengan mengatakan), ‘Sesungguhnya Alloh mencintai si Fulan, maka cintailah ia!’ Akhirrya para penghuni langit itu pun ikut pula mencintai si Fulan tersebut. Kemudian dikabulkanlah permohonannya di dunia.” (HR. Bukhari dalam Kitab Bad’ul Khalq, HR. Muslim dalam Kitabul Birr wash Shilah).

Di dalam Shohih Al-Bukhari juga disebutkan hadits dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwa ia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam telah betsabda,

“Jika hari Jumat tiba, maka pada setiap pintu masji d yang ada, terdapat para malaikat yang mencatat orang yang datang lebih awal dan seterusnya. Dan ketika imam telah duduk, maka para malaikat itu pun melipat lembaran-lembaran catatan itu dan segera mulai mendengarkan peringatan (khutbah)” (HR. Bukhari dalam Kitabul Jumu’ah, HR. Muslim dalam Kitabul Jumu’ah)

Nash-nash ini dengan gamblang menunjukkan bahwa para malaikat ttu berjisim, bukan sekedar kekuatan-kekuatan maknawi, seperti yang dikatakan oleh orang-orang yang menyimpang itu. Berdasarkan konsekuensi dari nash-nash inilah kaum muslimin berijmak.

والله أعلمُ بالـصـواب

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *