[ UIC 4.1 ] Belajar Aqidah 29 – Syarah Ushuluts Tsalasah 29

Landasan 2. Tingkatan 2 : Iman

Iman itu lebih dari tujuh puluh cabang. Cabang yang paling tinggi ialah syahadat. “La Ilaha Illallah”, sedang cabang yang paling rendah ialah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan sifat malu adalah salah satu cabangnya iman.

Syarah dari Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

[Definisi Iman]
Menurut bahasa kata “iman” mempunyai arti pembenaran (at-tashdiq). Sedangkan dalam pengertian syar’i, iman adalah keyakinan (i’tiqad dengan hati, pengucapan dengan lisan serta mengamalkannya dengan anggota badan. Sedangkan cabangnya berjumlah antara 73 hingga 79 cabang.
[Menyingkirkan gangguan dari jalan termasuk iman]
Yakni melenyapkan “gangguan”, yaitut segala sesuatu yang dapat mengganggu orang lewat, apakah berupa bebatuan, duri-durian, sampah, kotoran, sesuatu yang berbau tak enak, dan semisalnya.
[Malu juga termasuk iman]
Malu adalah suatu sifat atau petasaan spontanitas yang akan muncul pada diri orang yang mempunyai sifat malu itu, dan ia akan menghalangi seseorang dari melakukan
perbuatan yang bertentangan dengan muru’ah (kesopanan, kehormatan).
Untuk menyatukan antara pernyataan Penulis rahimahullah bahwa iman itu berjumlah antara 73 hingga 79 cabang dengan pernyataan beliau bahwa iman itu memiliki enam rukun, maka dapat kami jelaskan sebagai berikut. 

Iman yang merupakan akidah memiliki enam asas, sebagaimana yang disebutkan dalam hadist Jibril ‘alahissalam tatkala menanyakan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam tentang iman, dan Nabi pun menjawab, “Iman yaitu kamu beriman kepada Alloh, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rosul-Nya, Hari Akhir serta beriman kepada takdir baik dan buruk.”
Sedangkan iman yang meliputi amal perbuatan dengan segala macam jenisnya itu mempunyai cabang antara 73 hingga 79 cabang. Oleh karena itu, Alloh Subhanahu wa Ta’ala menamakan sholat sebagai (bagian dari) iman. Yaitu dalam firman-Nya :
“… Alloh tidak akan menyia-nyiakan begitu saja akan ‘iman’ kalian…”(Al-Baqoroh: 143)

Para mufassir mengatakan bahwa yang dimaksud dengan iman di sini adalah sholat menghadap ke Baitul Maqdis sebab para sahabat sebelum mendapat perintah untuk menghadap ke Ka’bah, mereka melaksanakan sholat dengan menghadap ke Baitul Maqdis.

والله أعلمُ بالـصـواب

Source ( Syarah Ushuuts Tsalatsah.pdf )


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *